<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kontroversi &#8211; Media Presisi</title>
	<atom:link href="https://mediapresisi.com/tag/kontroversi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediapresisi.com</link>
	<description>Media Presisi Berbakti Untuk Negri</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Oct 2025 16:29:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://mediapresisi.com/wp-content/uploads/2024/08/cropped-cropped-cropped-cropped-media-presisi-logo-1-32x32.png</url>
	<title>kontroversi &#8211; Media Presisi</title>
	<link>https://mediapresisi.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pandangan: Musyawarah Pastoral dari Perspektif Kanonik</title>
		<link>https://mediapresisi.com/politik/pandangan-musyawarah-pastoral-dari-perspektif-kanonik-3/</link>
					<comments>https://mediapresisi.com/politik/pandangan-musyawarah-pastoral-dari-perspektif-kanonik-3/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Oct 2025 16:29:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[kontroversi]]></category>
		<category><![CDATA[Politik dan Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[politik dan pemerintahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://87</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Doddy Sasi, CMF Ketua Keuskupan Agung Kupang dan Dosen Hukum Gereja di Stipas Kupang MediaPresisi.comKonsili Vatikan II menekankan peran penting seluruh umat Tuhan dalam kehidupan dan misi Gereja. Semangat tersebut selanjutnya diwujudkan dalam Kitab Hukum Kanonik 1983 melalui ketentuan mengenai Consilium Pastorale (kan. 511–514), yaitu sebuah dewan pastoral yang bersifat sebagai konsultatif dan membantu...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com/politik/pandangan-musyawarah-pastoral-dari-perspektif-kanonik-3/">Pandangan: Musyawarah Pastoral dari Perspektif Kanonik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com">Media Presisi</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">Oleh: Doddy Sasi, CMF</strong></p>
<p style="text-align: justify"><em style="text-align: justify">Ketua Keuskupan Agung Kupang dan Dosen Hukum Gereja di Stipas Kupang</em></p>
<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">MediaPresisi.com</strong>Konsili Vatikan II menekankan peran penting seluruh umat Tuhan dalam kehidupan dan misi Gereja.</p>
<p style="text-align: justify">Semangat tersebut selanjutnya diwujudkan dalam Kitab Hukum Kanonik 1983 melalui ketentuan mengenai Consilium Pastorale (kan. 511–514), yaitu sebuah dewan pastoral yang bersifat sebagai konsultatif dan membantu Uskup dalam pekerjaan pastoral keuskupan.</p>
<p style="text-align: justify">Harus dicatat bahwa dalam Kitab Hukum Kanonik tidak terdapat istilah Musyawarah Pastoral (Muspas); yang ada hanyalah consilium pastorale.</p>
<p style="text-align: justify">Namun, di Indonesia semangat tersebut tetap terjaga dan diwujudkan melalui Muspas, sebuah wadah khusus Gereja setempat yang berperan sebagai sarana dialog dan pengambilan keputusan bersama, sekaligus mengintegrasikan nilai budaya musyawarah dalam kehidupan gereja.</p>
<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">Consilium Pastorale</strong></p>
<p style="text-align: justify">Di dalam kehidupan Gereja, Uskup merupakan pemimpin utama yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan memimpin umat Tuhan di wilayah keuskupannya.</p>
<p style="text-align: justify">Namun, Gereja yang muncul setelah Konsili Vatikan II menyatakan bahwa seluruh umat beriman, termasuk para imam, anggota religious, dan umumnya umat awam, dipanggil untuk bersama-sama menjalankan tanggung jawab dalam misi Gereja.</p>
<p style="text-align: justify">Berawal dari semangat ini muncul lembaga yang dikenal sebagai Consilium Pastorale atau dewan pastoral keuskupan, sebagaimana diatur dalam Kanon 511–514 Kitab Hukum Kanonik.</p>
<p style="text-align: justify">Kanon 511 menyatakan bahwa di setiap keuskupan, bila kondisi pastoral mengharuskan, dapat dibentuk sebuah dewan pastoral.</p>
<p style="text-align: justify">Tugas utamanya adalah membantu Uskup dalam melakukan pengkajian terhadap kondisi pastoral, mengevaluasi secara bijaksana kebutuhan dan tantangan yang ada, serta menyusun rekomendasi yang dapat diterapkan.</p>
<p style="text-align: justify">Dari sini terlihat dua hal yang penting: dewan pastoral bukanlah lembaga yang harus ada di setiap keuskupan, tetapi disarankan sesuai dengan kebutuhan; serta tugasnya tidak membuat keputusan yang mengikat, melainkan memberikan kontribusi konsultatif yang berkualitas untuk pertimbangan pastoral.</p>
<p style="text-align: justify">Tugas komite ini ditetapkan dengan tiga istilah kunci: investigare (menggali dan mengenali kenyataan kehidupan umat), perpendere (merenungkan dan menimbang dalam cahaya iman), serta proponere (mengajukan usulan yang nyata).</p>
<p style="text-align: justify">Oleh karena itu, Consilium Pastorale bukan sekadar wadah administratif, melainkan tempat di mana Gereja belajar berjalan bersama, mendengarkan Roh Kudus, dan mengambil tindakan yang sesuai dengan kebutuhan nyata umat.</p>
<p style="text-align: justify">Mengenai komposisi anggotanya, Kanon 512 menekankan pentingnya perwakilan. Dewan ini harus mencerminkan seluruh Umat Allah: imam, religius, dan umat awam dari berbagai wilayah serta latar belakang.</p>
<p style="text-align: justify">Bahkan, umat biasa diajak untuk ikut berpartisipasi melalui proses pemilihan sesuai ketentuan gerejawi.</p>
<p style="text-align: justify">Namun, partisipasi ini bukan hanya sekadar prosedur; mereka yang terpilih seharusnya dikenal karena keyakinan yang kuat, perilaku yang baik, serta kebijaksanaan yang dapat dipercaya.</p>
<p style="text-align: justify">Oleh karena itu, dewan benar-benar menjadi cermin dari persekutuan Gereja, bukan hanya sebagai wakil sosial.</p>
<p style="text-align: justify">Mengenai masa jabatan, Pasal 513 Kanon menyatakan bahwa anggota ditunjuk untuk jangka waktu tertentu sesuai aturan hukum khusus.</p>
<p style="text-align: justify">Pemangkasan dewan ini secara otomatis berakhir ketika keuskupan mengalami kekosongan kursi, memberikan kebebasan kepada Uskup baru untuk membentuk atau menetapkan kembali dewan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify">Selanjutnya, Kanon 514 menyatakan bahwa Uskup tetap menjadi subjek utama: orang yang mengundang, memimpin, menentukan agenda, serta satu-satunya yang berhak meninjau dan mengumumkan hasil rapat.</p>
<p style="text-align: justify">Di sini jelas bahwa Dewan Pastoral bersifat murni sebagai pertimbangan, bukan pengambil keputusan.</p>
<p style="text-align: justify">Namun demikian, makna pastoral dari dewan ini sangat penting. Dengan bantuan Consilium Pastorale, Uskup tidak bekerja sendirian.</p>
<p style="text-align: justify">Ia memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh tentang kenyataan umat, memperkuat hubungan persaudaraan dengan para imam, religius, dan awam, serta memastikan arah pelayanan benar-benar muncul dari proses mendengarkan bersama.</p>
<p style="text-align: justify">Tentu saja terdapat batasan: keputusan akhir tetap berada di tangan Uskup. Namun, semangat sinodalitas mendorong agar setiap usulan dari dewan tidak dianggap sebagai formalitas belaka, melainkan benar-benar dihargai sebagai suara umat Allah.</p>
<p style="text-align: justify">Oleh karena itu, Kanon 511–514 menggambarkan Consilium Pastorale sebagai lembaga perwakilan, konsultatif, dan sinodal yang sangat berharga.</p>
<p style="text-align: justify">Ia bukan sekadar aturan hukum, tetapi wujud dari teologi persekutuan yang ditegakkan oleh Konsili Vatikan II.</p>
<p style="text-align: justify">Keberhasilannya tergantung pada kemauan Uskup dan umat untuk berjalan bersama secara tulus, saling mendengarkan, serta bersama-sama menjalankan tanggung jawab misi Gereja dengan cahaya Injil.</p>
<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">Musyawarah Pastoral</strong></p>
<p style="text-align: justify">Rapat Pastoral yang sering disebut dengan Muspas adalah salah satu bentuk nyata dari Gereja yang bergerak bersama.</p>
<p style="text-align: justify">Dalam Kitab Hukum Kanonik, hal ini dikenal dengan istilah consilium pastorale—dewan pastoral di tingkat keuskupan yang bersifat nasihat, yaitu membantu Uskup dalam meneliti, mempertimbangkan, dan menyusun usulan-usulan yang nyata untuk pekerjaan pastoral (lihat kan. 511).</p>
<p style="text-align: justify">Namun, di Indonesia, bentuk ini mengalami penyesuaian dan pengakulturasian: ia muncul dalam bentuk pertemuan besar yang mengumpulkan Uskup, para imam, para religius, serta umat awam untuk duduk bersama, berdiskusi, dan menentukan arah pastoral keuskupan.</p>
<p style="text-align: justify">Oleh karena itu, Muspas dapat dimengerti sebagai wajah lokal dari konsil pastorale yang menyatu dengan budaya bangsa kita, yang sejak lama memiliki tradisi musyawarah dan mufakat.</p>
<p style="text-align: justify">Yang membedakan Muspas dari sekadar forum administratif adalah semangat yang meliputinya. Dalamnya, seluruh umat Allah terlibat, bukan hanya para pemimpin Gereja.</p>
<p style="text-align: justify">Pemimpin agama, biarawati, bruder, dan jemaat umum semua memiliki kesempatan untuk berbicara, menyampaikan pengalaman mereka, serta membaca tanda-tanda zaman dari sudut pandang masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify">Di satu sisi, hal ini tetap sesuai dengan aturan kanonik—karena bersifat nasihat dan keputusan tetap berada di tangan Uskup—namun di sisi lain, Muspas memiliki ciri khas Indonesia: suasana yang penuh kekeluargaan, dialog yang terbuka, serta upaya mencapai kesepakatan yang menekankan persatuan.</p>
<p style="text-align: justify">Ciri khas Muspas mulai terlihat saat proses dimulai dari tingkat bawah. Banyak keuskupan menyelenggarakan Muspas dengan mendengarkan suara umat di lingkungan paroki atau stasi.</p>
<p style="text-align: justify">Oleh karena itu, apa yang dibahas dalam Muspas bukanlah wacana yang bersifat abstrak, tetapi benar-benar berakar pada pengalaman sehari-hari umat.</p>
<p style="text-align: justify">Topik-topik yang dibicarakan sangat relevan dengan konteks: mulai dari ekologi, pendidikan, kemiskinan, perdamaian antar agama, hingga pelayanan keluarga.</p>
<p style="text-align: justify">Semua hal tersebut menunjukkan bagaimana Muspas berperan sebagai alat Gereja untuk benar-benar hadir, relevan, dan bersikap solid dengan dunia sekitarnya.</p>
<p style="text-align: justify">Namun, Muspas bukan sekadar pertemuan yang bersifat praktis, tetapi juga pengalaman spiritual.</p>
<p style="text-align: justify">Ia merupakan tempat pengenalan di mana seluruh umat Tuhan bersama-sama mendengarkan Roh Kudus. Oleh karena itu, Muspas senantiasa didukung melalui doa, liturgi, dan pemahaman Kitab Suci.</p>
<p style="text-align: justify">Dengan pendekatan ini, setiap gagasan dan keputusan tidak hanya muncul dari strategi manusiawi, tetapi benar-benar hasil dari penguatan iman. Dalam pelaksanaannya, Muspas memerlukan metode yang melibatkan partisipasi aktif.</p>
<p style="text-align: justify">Secara umum, pendekatan SAND: Sinodality, Appreciative, Narrative, dan Discerment) atau metode see–judge–act serta dialog dalam Roh dapat menjadi panduan dalam memahami realitas, mengevaluasi dengan cahaya Injil, dan merancang tindakan nyata.</p>
<p style="text-align: justify">Proses ini memerlukan kesiapan peserta yang tidak hanya berani menyampaikan pendapat, tetapi juga mampu mendengarkan dengan baik.</p>
<p style="text-align: justify">Oleh karena itu, pembentukan para imam, religius, maupun umat yang terlibat sangat penting: keterampilan berkomunikasi, kepekaan pastoral, serta pemahaman dasar mengenai eklesiologi sinodal perlu diberikan agar Muspas benar-benar menjadi wadah yang konstruktif, bukan hanya tempat debat atau curhat.</p>
<p style="text-align: justify">Di seluruh perjalanan Muspas, Uskup hadir sebagai pemimpin utama. Tugasnya tidak hanya sebagai ketua rapat, tetapi juga sebagai simbol persatuan Gereja.</p>
<p style="text-align: justify">Muspas bukanlah &#8220;parlemen Gereja&#8221; di mana keputusan ditentukan oleh suara terbanyak, melainkan perjalanan bersama di mana Uskup mendengarkan, menimbang, kemudian mengintegrasikan hasil Muspas ke dalam rencana pastoral keuskupan.</p>
<p style="text-align: justify">Dengan metode ini, Muspas menjadi tempat di mana gembala dan kawanan berjalan bersama dengan semangat persaudaraan Injili.</p>
<p style="text-align: justify">Tentu saja, Muspas memberikan berkah sekaligus tantangan. Ia memperkuat rasa kepemilikan umat terhadap arah pastoral keuskupan, menumbuhkan semangat spiritual sinodal, serta memperkuat komitmen bersama.</p>
<p style="text-align: justify">Namun, terdapat juga risiko bahwa Muspas hanya menjadi kegiatan formal tanpa tindakan lanjut yang jelas.</p>
<p style="text-align: justify">Oleh karena itu, penting agar hasil Muspas benar-benar dievaluasi, dipublikasikan, dan diintegrasikan oleh Uskup ke dalam rencana pastoral yang nyata, sebagaimana disampaikan dalam kan. 514.</p>
<p style="text-align: justify">Akhirnya, Pertemuan Pastoral di Indonesia menunjukkan bagaimana teks kanonik dapat hidup dan menghasilkan dampak dalam situasi nyata.</p>
<p style="text-align: justify">Ia bukan sekadar forum konsultasi administratif, tetapi tanda sinodalitas yang nyata—sebuah Gereja yang berjalan bersama, mendengarkan Roh Kudus, saling berhubungan dalam persaudaraan, dan bersama-sama menentukan arah misi.</p>
<p style="text-align: justify">Melalui Muspas, wajah Gereja Indonesia semakin terlihat jelas: Gereja yang berakar pada budaya bangsa, tanggap terhadap kebutuhan zaman, dan setia menyampaikan Kerajaan Allah di tengah dunia. (*)</p>
<p style="text-align: justify">Ikuti terus berita MediaPresisi.com di Google News</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com/politik/pandangan-musyawarah-pastoral-dari-perspektif-kanonik-3/">Pandangan: Musyawarah Pastoral dari Perspektif Kanonik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com">Media Presisi</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediapresisi.com/politik/pandangan-musyawarah-pastoral-dari-perspektif-kanonik-3/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ngidam Tipu Daya Setan, Kartika Putri Jelaskan Maksud Ucapan Suami Viral</title>
		<link>https://mediapresisi.com/nasional/ngidam-tipu-daya-setan-kartika-putri-jelaskan-maksud-ucapan-suami-viral/</link>
					<comments>https://mediapresisi.com/nasional/ngidam-tipu-daya-setan-kartika-putri-jelaskan-maksud-ucapan-suami-viral/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Oct 2025 03:27:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gosip selebriti]]></category>
		<category><![CDATA[kontroversi]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[skandal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://81</guid>

					<description><![CDATA[<p>STYLE.COM &#8211; Kartika Putri akhirnya memberikan pernyataan setelah menjadi sorotan terkait pernyataan suaminya, Habib Usman bin Yahya. Habib Usman pernah menyebut keinginan sebagai &#8220;tipu daya iblis&#8221;. Artis tersebut mengungkapkan maksud sebenarnya. Ibu yang sedang hamil dikasihani, sementara suami justru diserang? Itu adalah pengalaman yang dirasakan Kartika Putri ketika publik memahami secara keliru pernyataan Habib Usman...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com/nasional/ngidam-tipu-daya-setan-kartika-putri-jelaskan-maksud-ucapan-suami-viral/">Ngidam Tipu Daya Setan, Kartika Putri Jelaskan Maksud Ucapan Suami Viral</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com">Media Presisi</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">STYLE.COM &#8211; </strong>Kartika Putri akhirnya memberikan pernyataan setelah menjadi sorotan terkait pernyataan suaminya, Habib Usman bin Yahya.</p>
<p style="text-align: justify">Habib Usman pernah menyebut keinginan sebagai &#8220;tipu daya iblis&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify">Artis tersebut mengungkapkan maksud sebenarnya.</p>
<p style="text-align: justify">Ibu yang sedang hamil dikasihani, sementara suami justru diserang?</p>
<p style="text-align: justify">Itu adalah pengalaman yang dirasakan Kartika Putri ketika publik memahami secara keliru pernyataan Habib Usman mengenai fenomena ngidam pada ibu hamil.</p>
<p style="text-align: justify">Kehamilan ketiga Kartika Putri berlangsung dengan baik.</p>
<p style="text-align: justify">Namun, pernyataan Habib Usman saat diwawancarai justru menimbulkan reaksi keras dari netizen dan memicu perdebatan.</p>
<p style="text-align: justify">&#8220;Ngidam adalah tipu muslihat setan,&#8221; kata Habib Usman dengan percaya diri.</p>
<p style="text-align: justify">Pernyataan ini memicu berbagai tanggapan, bahkan menjadi topik hangat yang dibicarakan oleh netizen +62.</p>
<p style="text-align: justify">Tidak ingin terjebak dalam kesalahpahaman yang berlarut, Kartika Putri akhirnya angkat bicara melalui Instagram Story.</p>
<p style="text-align: justify">Ia merasa perlu menjelaskan kembali konteks perkataan suaminya.</p>
<p style="text-align: justify">Menurut Kartika, tidak semua keinginan selalu dilarang.</p>
<p style="text-align: justify">Yang dimaksud oleh suami hanyalah rasa ingin yang berlebihan atau merepotkan orang lain, khususnya sang suami sendiri.</p>
<p style="text-align: justify">&#8220;Padahal yang dimaksud ngidam beliau adalah: ingin rambutan tetangga (mencuri), di tengah malam meminta makanan yang sulit dibeli saat sedang tidur (membuang-buang),&#8221; jelas Kartika Putri.</p>
<p> <img decoding="async" data-document-id="cms/api/amp/image/AA1NDhRW" data-reference="image" src="https://img-s-msn-com.akamaized.net/tenant/amp/entityid/AA1NDhRW.jpg" style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto"/> </p>
<p style="text-align: justify">Kartika mengatakan bahwa hal-hal semacam itu dianggap sia-sia dan tidak perlu dipaksakan.</p>
<p style="text-align: justify">&#8220;Meminta sesuatu yang di luar kemampuan suami, meminta hal yang menyulitkan diri sendiri atau orang lain,&#8221; lanjutnya dengan menekankan bahwa semuanya harus seimbang.</p>
<p style="text-align: justify">Warga internet awalnya mengira Habib Usman melarang istrinya mengonsumsi makanan yang diinginkannya.</p>
<p style="text-align: justify">Namun, kenyataannya pasangan ini memiliki komunikasi yang baik terkait batasan dan kebutuhan selama masa kehamilan.</p>
<p style="text-align: justify">Kartika justru mengaku dimanjakan. </p>
<p style="text-align: justify">Ia pernah ingin menceritakan hal-hal indah yang dilakukan Habib Usman saat ia sedang hamil.</p>
<p style="text-align: justify">&#8220;Jika bisa berbagi semua hal yang dilakukan suamiku selama istri hamil, pasti netizen akan terharu,&#8221; tulisnya sambil memasukkan emoji tertawa.</p>
<p style="text-align: justify">Namun, Kartika memutuskan untuk menahan diri.</p>
<p style="text-align: justify">Ia merasa tidak semua hal perlu diketahui oleh umum, terlebih di tengah situasi netizen yang mudah tersulut emosinya.</p>
<p style="text-align: justify">Komentar negatif terhadap Habib Usman ternyata membuat Kartika berpikir lebih dalam.</p>
<p style="text-align: justify">Ia semakin percaya diri dengan keputusannya untuk mengurangi kegiatannya di media sosial.</p>
<p style="text-align: justify">&#8220;Salah satu alasan jarang bermain media sosial,&#8221; tulisnya dalam unggahan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify">Ia merasa banyak orang sekarang lebih cenderung menghakimi daripada berusaha memahami situasi.</p>
<p style="text-align: justify">Meski demikian, Kartika tetap tampil tenang.</p>
<p style="text-align: justify">Ia tidak merespons dengan serangan, tetapi memilih untuk menjelaskan dengan tenang tanpa ada dramatisasi.</p>
<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">(Style.com/Putri Asti)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com/nasional/ngidam-tipu-daya-setan-kartika-putri-jelaskan-maksud-ucapan-suami-viral/">Ngidam Tipu Daya Setan, Kartika Putri Jelaskan Maksud Ucapan Suami Viral</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com">Media Presisi</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediapresisi.com/nasional/ngidam-tipu-daya-setan-kartika-putri-jelaskan-maksud-ucapan-suami-viral/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>10 Frasa Ajaib Orang Ber-EQ Tinggi untuk Mengatasi Ketegangan Argumen</title>
		<link>https://mediapresisi.com/nasional/10-frasa-ajaib-orang-ber-eq-tinggi-untuk-mengatasi-ketegangan-argumen/</link>
					<comments>https://mediapresisi.com/nasional/10-frasa-ajaib-orang-ber-eq-tinggi-untuk-mengatasi-ketegangan-argumen/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Oct 2025 00:30:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[argumen dan argumentasi]]></category>
		<category><![CDATA[kontroversi]]></category>
		<category><![CDATA[masalah sosial]]></category>
		<category><![CDATA[perdebatan]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://37</guid>

					<description><![CDATA[<p>MediaPresisi.comDi setiap interaksi, kemungkinan terjadinya perselisihan atau perdebatan sangat besar dan hampir tak bisa dihindari. Namun, individu dengan tingkat kecerdasan emosional yang tinggi mampu mengubah suasana kaku menjadi percakapan yang efektif. Pemilihan kata-kata yang teliti oleh mereka dapat menenangkan amarah dan membuka jalan menuju pemahaman bersama. Mengutip dari Geediting.com, Rabu (1/10), terdapat sepuluh frasa kunci...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com/nasional/10-frasa-ajaib-orang-ber-eq-tinggi-untuk-mengatasi-ketegangan-argumen/">10 Frasa Ajaib Orang Ber-EQ Tinggi untuk Mengatasi Ketegangan Argumen</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com">Media Presisi</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">MediaPresisi.com</strong>Di setiap interaksi, kemungkinan terjadinya perselisihan atau perdebatan sangat besar dan hampir tak bisa dihindari. Namun, individu dengan tingkat kecerdasan emosional yang tinggi mampu mengubah suasana kaku menjadi percakapan yang efektif. Pemilihan kata-kata yang teliti oleh mereka dapat menenangkan amarah dan membuka jalan menuju pemahaman bersama.</p>
<p style="text-align: justify">Mengutip dari Geediting.com, Rabu (1/10), terdapat sepuluh frasa kunci yang efektif mereka gunakan untuk menenangkan perdebatan apa pun. Frasa-frasa ini menunjukkan sikap terbuka untuk mendengarkan, menghargai, dan mencari solusi bersama. Mari kita pelajari bagaimana kekuatan kata dapat mengatasi situasi yang sulit.</p>
<p style="text-align: justify">1. &#8220;Bantu saya mengerti perspektifmu&#8221;</p>
<p style="text-align: justify">Ungkapan ini menunjukkan bahwa Anda benar-benar ingin memahami, bukan hanya sekadar menang dalam perdebatan. Ini merupakan metode efektif untuk mengalihkan perhatian dari menyerang menjadi mendengarkan secara tulus. Kalimat ini membuat lawan bicara Anda merasa dianggap dan didengar sepenuhnya.</p>
<p style="text-align: justify">2. &#8220;Kamu tepat dalam bagian tersebut&#8221;</p>
<p style="text-align: justify">Mengakui kebenaran dalam suatu topik tertentu bisa sangat efektif dalam mengurangi ketegangan. Hal ini menunjukkan bahwa Anda lebih memprioritaskan kebenaran atau hubungan daripada ego. Kalimat seperti ini sering memotivasi pihak lain untuk juga bersikap terbuka.</p>
<p style="text-align: justify">3. &#8220;Saya memahami alasan kamu merasa demikian&#8221;</p>
<p style="text-align: justify">Kalimat ini mengakui perasaan seseorang tanpa perlu menyetujui pendapatnya. Hal ini menunjukkan bahwa emosinya logis mengingat pengalamannya. Mengakui perasaan adalah perbedaan antara &#8220;kamu benar&#8221; dan &#8220;kamu manusia&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify">4. &#8220;Apa hasil yang kamu inginkan?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify">Argumen sering berlanjut karena kedua belah pihak memiliki keinginan yang berbeda, meskipun tidak menyadari hal tersebut. Pertanyaan ini secara langsung mengalihkan perhatian dari masalah yang telah terjadi menuju penyelesaian di masa depan. Hal ini memudahkan fokus pada tujuan bersama yang ingin dicapai.</p>
<p class="class-paragraph" style="text-align: justify">5. &#8220;Aku perlu sedikit waktu untuk merenungkan apa yang kamu sampaikan&#8221;</p>
<p style="text-align: justify">Mengambil jeda merupakan alat yang sering kali tidak diperhatikan, namun memiliki peran penting dalam menyelesaikan perselisihan. Jeda ini menunjukkan bahwa Anda menghargai perkataan mereka, tanpa langsung merespons secara spontan. Tindakan ini juga secara tiba-tiba mengurangi peningkatan ketegangan.</p>
<p style="text-align: justify">6. &#8220;Saya mengalami kesulitan dalam menyampaikan hal ini&#8221;</p>
<p style="text-align: justify">Kerentanan bisa menjadi benteng melawan serangan dari lawan bicara Anda. Ketika Anda mengakui kesulitan, hal ini membuat Anda terlihat lebih manusiawi di mata mereka. Ini menunjukkan bahwa Anda tidak bersikap defensif, tetapi sedang berupaya untuk berkomunikasi secara baik.</p>
<p style="text-align: justify">7. &#8220;Apa yang saya dengar adalah&#8230; apakah itu benar?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify">Teknik mendengarkan aktif ini mengubah pidato emosional menjadi percakapan yang lebih terarah. Bagian &#8220;apakah itu benar?&#8221; memberikan kekuasaan kepada lawan bicara dalam mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Hal ini mengubah perselisihan menjadi diskusi yang produktif.</p>
<p style="text-align: justify">8. &#8220;Kita berdua sedang berupaya untuk mencapai [tujuan yang sama]&#8221;</p>
<p style="text-align: justify">Frasa ini mengingatkan bahwa kedua belah pihak berada dalam tim yang sama meskipun sedang mengalami perselisihan. Tujuannya mungkin adalah menjadi orang tua yang baik atau mencapai proyek yang berhasil, meskipun menggunakan pendekatan yang berbeda. Hal ini mengalihkan fokus dari &#8220;saya melawan kamu&#8221; menjadi &#8220;kita melawan masalah&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify">9. &#8220;Saya keliru mengenai hal tersebut&#8221;</p>
<p style="text-align: justify">Ini adalah empat kata yang paling kuat dan paling sulit diucapkan dalam setiap perdebatan. Mengakui kesalahan menunjukkan bahwa Anda lebih mengutamakan kebenaran daripada rasa percaya diri yang berlebihan. Frasa tertentu ini menjaga kredibilitas Anda, sekaligus menunjukkan kemampuan untuk beradaptasi.</p>
<p style="text-align: justify">10. &#8220;Bagaimana kita mampu menyelesaikan ini secara bersamaan?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify">Penggunaan kata &#8220;bersama&#8221; ini memberikan perubahan besar dalam sebuah percakapan yang memanas. Hal ini mengalihkan fokus pembicaraan dari menentukan siapa yang bersalah menjadi mencari solusi yang bersama-sama. Kalimat ini mengasumsikan bahwa penyelesaian mungkin tercapai dan kedua belah pihak berkontribusi.</p>
<p style="text-align: justify">Orang dengan EQ tinggi menyadari bahwa memenangkan perdebatan dengan merusak hubungan justru merupakan kekalahan yang sejati. Kalimat-kalimat ini tidak berarti menghindari perselisihan, tetapi justru terlibat dalam konflik dengan cara yang bermanfaat. Ini memerlukan keberanian dan kebijaksanaan untuk memilih hubungan daripada kepuasan atas rasa benar.</p>
<p style="text-align: justify">Menggunakan bahasa yang tepat memiliki kekuatan besar dalam mengubah perselisihan menjadi pemahaman dan penyelesaian. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat sesuatu yang jauh lebih penting daripada perdebatan itu sendiri, yaitu hubungan antar sesama manusia.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com/nasional/10-frasa-ajaib-orang-ber-eq-tinggi-untuk-mengatasi-ketegangan-argumen/">10 Frasa Ajaib Orang Ber-EQ Tinggi untuk Mengatasi Ketegangan Argumen</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com">Media Presisi</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediapresisi.com/nasional/10-frasa-ajaib-orang-ber-eq-tinggi-untuk-mengatasi-ketegangan-argumen/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pandangan: Musyawarah Pastoral dari Perspektif Kanonik</title>
		<link>https://mediapresisi.com/politik/pandangan-musyawarah-pastoral-dari-perspektif-kanonik-2/</link>
					<comments>https://mediapresisi.com/politik/pandangan-musyawarah-pastoral-dari-perspektif-kanonik-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2025 18:59:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[kontroversi]]></category>
		<category><![CDATA[Politik dan Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[politik dan pemerintahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://87</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Doddy Sasi, CMF Ketua Keuskupan Agung Kupang dan Dosen Hukum Gereja di Stipas Kupang MediaPresisi.comKonsili Vatikan II menekankan peran penting seluruh umat Tuhan dalam kehidupan dan misi Gereja. Semangat tersebut selanjutnya diwujudkan dalam Kitab Hukum Kanonik 1983 melalui ketentuan mengenai Consilium Pastorale (kan. 511–514), yaitu sebuah dewan pastoral yang bersifat sebagai konsultatif dan membantu...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com/politik/pandangan-musyawarah-pastoral-dari-perspektif-kanonik-2/">Pandangan: Musyawarah Pastoral dari Perspektif Kanonik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com">Media Presisi</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">Oleh: Doddy Sasi, CMF</strong></p>
<p style="text-align: justify"><em style="text-align: justify">Ketua Keuskupan Agung Kupang dan Dosen Hukum Gereja di Stipas Kupang</em></p>
<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">MediaPresisi.com</strong>Konsili Vatikan II menekankan peran penting seluruh umat Tuhan dalam kehidupan dan misi Gereja.</p>
<p style="text-align: justify">Semangat tersebut selanjutnya diwujudkan dalam Kitab Hukum Kanonik 1983 melalui ketentuan mengenai Consilium Pastorale (kan. 511–514), yaitu sebuah dewan pastoral yang bersifat sebagai konsultatif dan membantu Uskup dalam pekerjaan pastoral keuskupan.</p>
<p style="text-align: justify">Harus dicatat bahwa dalam Kitab Hukum Kanonik tidak terdapat istilah Musyawarah Pastoral (Muspas); yang ada hanyalah consilium pastorale.</p>
<p style="text-align: justify">Namun, di Indonesia semangat tersebut tetap terjaga dan diwujudkan melalui Muspas, sebuah wadah khusus Gereja setempat yang berperan sebagai sarana dialog dan pengambilan keputusan bersama, sekaligus mengintegrasikan nilai budaya musyawarah dalam kehidupan gereja.</p>
<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">Consilium Pastorale</strong></p>
<p style="text-align: justify">Di dalam kehidupan Gereja, Uskup merupakan pemimpin utama yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan memimpin umat Tuhan di wilayah keuskupannya.</p>
<p style="text-align: justify">Namun, Gereja yang muncul setelah Konsili Vatikan II menyatakan bahwa seluruh umat beriman, termasuk para imam, anggota religious, dan umumnya umat awam, dipanggil untuk bersama-sama menjalankan tanggung jawab dalam misi Gereja.</p>
<p style="text-align: justify">Berawal dari semangat ini muncul lembaga yang dikenal sebagai Consilium Pastorale atau dewan pastoral keuskupan, sebagaimana diatur dalam Kanon 511–514 Kitab Hukum Kanonik.</p>
<p style="text-align: justify">Kanon 511 menyatakan bahwa di setiap keuskupan, bila kondisi pastoral mengharuskan, dapat dibentuk sebuah dewan pastoral.</p>
<p style="text-align: justify">Tugas utamanya adalah membantu Uskup dalam melakukan pengkajian terhadap kondisi pastoral, mengevaluasi secara bijaksana kebutuhan dan tantangan yang ada, serta menyusun rekomendasi yang dapat diterapkan.</p>
<p style="text-align: justify">Dari sini terlihat dua hal yang penting: dewan pastoral bukanlah lembaga yang harus ada di setiap keuskupan, tetapi disarankan sesuai dengan kebutuhan; serta tugasnya tidak membuat keputusan yang mengikat, melainkan memberikan kontribusi konsultatif yang berkualitas untuk pertimbangan pastoral.</p>
<p style="text-align: justify">Tugas komite ini ditetapkan dengan tiga istilah kunci: investigare (menggali dan mengenali kenyataan kehidupan umat), perpendere (merenungkan dan menimbang dalam cahaya iman), serta proponere (mengajukan usulan yang nyata).</p>
<p style="text-align: justify">Oleh karena itu, Consilium Pastorale bukan sekadar wadah administratif, melainkan tempat di mana Gereja belajar berjalan bersama, mendengarkan Roh Kudus, dan mengambil tindakan yang sesuai dengan kebutuhan nyata umat.</p>
<p style="text-align: justify">Mengenai komposisi anggotanya, Kanon 512 menekankan pentingnya perwakilan. Dewan ini harus mencerminkan seluruh Umat Allah: imam, religius, dan umat awam dari berbagai wilayah serta latar belakang.</p>
<p style="text-align: justify">Bahkan, umat biasa diajak untuk ikut berpartisipasi melalui proses pemilihan sesuai ketentuan gerejawi.</p>
<p style="text-align: justify">Namun, partisipasi ini bukan hanya sekadar prosedur; mereka yang terpilih seharusnya dikenal karena keyakinan yang kuat, perilaku yang baik, serta kebijaksanaan yang dapat dipercaya.</p>
<p style="text-align: justify">Oleh karena itu, dewan benar-benar menjadi cermin dari persekutuan Gereja, bukan hanya sebagai wakil sosial.</p>
<p style="text-align: justify">Mengenai masa jabatan, Pasal 513 Kanon menyatakan bahwa anggota ditunjuk untuk jangka waktu tertentu sesuai aturan hukum khusus.</p>
<p style="text-align: justify">Pemangkasan dewan ini secara otomatis berakhir ketika keuskupan mengalami kekosongan kursi, memberikan kebebasan kepada Uskup baru untuk membentuk atau menetapkan kembali dewan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify">Selanjutnya, Kanon 514 menyatakan bahwa Uskup tetap menjadi subjek utama: orang yang mengundang, memimpin, menentukan agenda, serta satu-satunya yang berhak meninjau dan mengumumkan hasil rapat.</p>
<p style="text-align: justify">Di sini jelas bahwa Dewan Pastoral bersifat murni sebagai pertimbangan, bukan pengambil keputusan.</p>
<p style="text-align: justify">Namun demikian, makna pastoral dari dewan ini sangat penting. Dengan bantuan Consilium Pastorale, Uskup tidak bekerja sendirian.</p>
<p style="text-align: justify">Ia memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh tentang kenyataan umat, memperkuat hubungan persaudaraan dengan para imam, religius, dan awam, serta memastikan arah pelayanan benar-benar muncul dari proses mendengarkan bersama.</p>
<p style="text-align: justify">Tentu saja terdapat batasan: keputusan akhir tetap berada di tangan Uskup. Namun, semangat sinodalitas mendorong agar setiap usulan dari dewan tidak dianggap sebagai formalitas belaka, melainkan benar-benar dihargai sebagai suara umat Allah.</p>
<p style="text-align: justify">Oleh karena itu, Kanon 511–514 menggambarkan Consilium Pastorale sebagai lembaga perwakilan, konsultatif, dan sinodal yang sangat berharga.</p>
<p style="text-align: justify">Ia bukan sekadar aturan hukum, tetapi wujud dari teologi persekutuan yang ditegakkan oleh Konsili Vatikan II.</p>
<p style="text-align: justify">Keberhasilannya tergantung pada kemauan Uskup dan umat untuk berjalan bersama secara tulus, saling mendengarkan, serta bersama-sama menjalankan tanggung jawab misi Gereja dengan cahaya Injil.</p>
<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">Musyawarah Pastoral</strong></p>
<p style="text-align: justify">Rapat Pastoral yang sering disebut dengan Muspas adalah salah satu bentuk nyata dari Gereja yang bergerak bersama.</p>
<p style="text-align: justify">Dalam Kitab Hukum Kanonik, hal ini dikenal dengan istilah consilium pastorale—dewan pastoral di tingkat keuskupan yang bersifat nasihat, yaitu membantu Uskup dalam meneliti, mempertimbangkan, dan menyusun usulan-usulan yang nyata untuk pekerjaan pastoral (lihat kan. 511).</p>
<p style="text-align: justify">Namun, di Indonesia, bentuk ini mengalami penyesuaian dan pengakulturasian: ia muncul dalam bentuk pertemuan besar yang mengumpulkan Uskup, para imam, para religius, serta umat awam untuk duduk bersama, berdiskusi, dan menentukan arah pastoral keuskupan.</p>
<p style="text-align: justify">Oleh karena itu, Muspas dapat dimengerti sebagai wajah lokal dari konsil pastorale yang menyatu dengan budaya bangsa kita, yang sejak lama memiliki tradisi musyawarah dan mufakat.</p>
<p style="text-align: justify">Yang membedakan Muspas dari sekadar forum administratif adalah semangat yang meliputinya. Dalamnya, seluruh umat Allah terlibat, bukan hanya para pemimpin Gereja.</p>
<p style="text-align: justify">Pemimpin agama, biarawati, bruder, dan jemaat umum semua memiliki kesempatan untuk berbicara, menyampaikan pengalaman mereka, serta membaca tanda-tanda zaman dari sudut pandang masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify">Di satu sisi, hal ini tetap sesuai dengan aturan kanonik—karena bersifat nasihat dan keputusan tetap berada di tangan Uskup—namun di sisi lain, Muspas memiliki ciri khas Indonesia: suasana yang penuh kekeluargaan, dialog yang terbuka, serta upaya mencapai kesepakatan yang menekankan persatuan.</p>
<p style="text-align: justify">Ciri khas Muspas mulai terlihat saat proses dimulai dari tingkat bawah. Banyak keuskupan menyelenggarakan Muspas dengan mendengarkan suara umat di lingkungan paroki atau stasi.</p>
<p style="text-align: justify">Oleh karena itu, apa yang dibahas dalam Muspas bukanlah wacana yang bersifat abstrak, tetapi benar-benar berakar pada pengalaman sehari-hari umat.</p>
<p style="text-align: justify">Topik-topik yang dibicarakan sangat relevan dengan konteks: mulai dari ekologi, pendidikan, kemiskinan, perdamaian antar agama, hingga pelayanan keluarga.</p>
<p style="text-align: justify">Semua hal tersebut menunjukkan bagaimana Muspas berperan sebagai alat Gereja untuk benar-benar hadir, relevan, dan bersikap solid dengan dunia sekitarnya.</p>
<p style="text-align: justify">Namun, Muspas bukan sekadar pertemuan yang bersifat praktis, tetapi juga pengalaman spiritual.</p>
<p style="text-align: justify">Ia merupakan tempat pengenalan di mana seluruh umat Tuhan bersama-sama mendengarkan Roh Kudus. Oleh karena itu, Muspas senantiasa didukung melalui doa, liturgi, dan pemahaman Kitab Suci.</p>
<p style="text-align: justify">Dengan pendekatan ini, setiap gagasan dan keputusan tidak hanya muncul dari strategi manusiawi, tetapi benar-benar hasil dari penguatan iman. Dalam pelaksanaannya, Muspas memerlukan metode yang melibatkan partisipasi aktif.</p>
<p style="text-align: justify">Secara umum, pendekatan SAND: Sinodality, Appreciative, Narrative, dan Discerment) atau metode see–judge–act serta dialog dalam Roh dapat menjadi panduan dalam memahami realitas, mengevaluasi dengan cahaya Injil, dan merancang tindakan nyata.</p>
<p style="text-align: justify">Proses ini memerlukan kesiapan peserta yang tidak hanya berani menyampaikan pendapat, tetapi juga mampu mendengarkan dengan baik.</p>
<p style="text-align: justify">Oleh karena itu, pembentukan para imam, religius, maupun umat yang terlibat sangat penting: keterampilan berkomunikasi, kepekaan pastoral, serta pemahaman dasar mengenai eklesiologi sinodal perlu diberikan agar Muspas benar-benar menjadi wadah yang konstruktif, bukan hanya tempat debat atau curhat.</p>
<p style="text-align: justify">Di seluruh perjalanan Muspas, Uskup hadir sebagai pemimpin utama. Tugasnya tidak hanya sebagai ketua rapat, tetapi juga sebagai simbol persatuan Gereja.</p>
<p style="text-align: justify">Muspas bukanlah &#8220;parlemen Gereja&#8221; di mana keputusan ditentukan oleh suara terbanyak, melainkan perjalanan bersama di mana Uskup mendengarkan, menimbang, kemudian mengintegrasikan hasil Muspas ke dalam rencana pastoral keuskupan.</p>
<p style="text-align: justify">Dengan metode ini, Muspas menjadi tempat di mana gembala dan kawanan berjalan bersama dengan semangat persaudaraan Injili.</p>
<p style="text-align: justify">Tentu saja, Muspas memberikan berkah sekaligus tantangan. Ia memperkuat rasa kepemilikan umat terhadap arah pastoral keuskupan, menumbuhkan semangat spiritual sinodal, serta memperkuat komitmen bersama.</p>
<p style="text-align: justify">Namun, terdapat juga risiko bahwa Muspas hanya menjadi kegiatan formal tanpa tindakan lanjut yang jelas.</p>
<p style="text-align: justify">Oleh karena itu, penting agar hasil Muspas benar-benar dievaluasi, dipublikasikan, dan diintegrasikan oleh Uskup ke dalam rencana pastoral yang nyata, sebagaimana disampaikan dalam kan. 514.</p>
<p style="text-align: justify">Akhirnya, Pertemuan Pastoral di Indonesia menunjukkan bagaimana teks kanonik dapat hidup dan menghasilkan dampak dalam situasi nyata.</p>
<p style="text-align: justify">Ia bukan sekadar forum konsultasi administratif, tetapi tanda sinodalitas yang nyata—sebuah Gereja yang berjalan bersama, mendengarkan Roh Kudus, saling berhubungan dalam persaudaraan, dan bersama-sama menentukan arah misi.</p>
<p style="text-align: justify">Melalui Muspas, wajah Gereja Indonesia semakin terlihat jelas: Gereja yang berakar pada budaya bangsa, tanggap terhadap kebutuhan zaman, dan setia menyampaikan Kerajaan Allah di tengah dunia. (*)</p>
<p style="text-align: justify">Ikuti terus berita MediaPresisi.com di Google News</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com/politik/pandangan-musyawarah-pastoral-dari-perspektif-kanonik-2/">Pandangan: Musyawarah Pastoral dari Perspektif Kanonik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com">Media Presisi</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediapresisi.com/politik/pandangan-musyawarah-pastoral-dari-perspektif-kanonik-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>8 Tanda Orang Tidak Bisa Terima Kritik, Ini Cara Menghadapinya</title>
		<link>https://mediapresisi.com/nasional/8-tanda-orang-tidak-bisa-terima-kritik-ini-cara-menghadapinya-3/</link>
					<comments>https://mediapresisi.com/nasional/8-tanda-orang-tidak-bisa-terima-kritik-ini-cara-menghadapinya-3/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2025 08:59:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[kontroversi]]></category>
		<category><![CDATA[masalah sosial]]></category>
		<category><![CDATA[tantangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://45</guid>

					<description><![CDATA[<p>MediaPresisi.comTanda seseorang kesulitan menerima kritik tajam dapat terlihat dari sikap defensif yang berlebihan. Tidak semua individu mampu menerima kritik dengan sikap terbuka, terlebih jika disampaikan secara keras. Sejumlah orang justru menunjukkan berbagai respons yang mengindikasikan penolakan. Ini sering kali berasal dari rasa tidak aman atau pengalaman masa lalu di mana kritik digunakan sebagai alat serangan,...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com/nasional/8-tanda-orang-tidak-bisa-terima-kritik-ini-cara-menghadapinya-3/">8 Tanda Orang Tidak Bisa Terima Kritik, Ini Cara Menghadapinya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com">Media Presisi</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">MediaPresisi.com</strong>Tanda seseorang kesulitan menerima kritik tajam dapat terlihat dari sikap defensif yang berlebihan.</p>
<p style="text-align: justify">Tidak semua individu mampu menerima kritik dengan sikap terbuka, terlebih jika disampaikan secara keras. Sejumlah orang justru menunjukkan berbagai respons yang mengindikasikan penolakan.</p>
<p style="text-align: justify">Ini sering kali berasal dari rasa tidak aman atau pengalaman masa lalu di mana kritik digunakan sebagai alat serangan, bukan untuk perbaikan.</p>
<p style="text-align: justify">Berikut beberapa tanda umum yang menunjukkan seseorang tidak ingin mendapatkan kritik, serta cara menghadapinya dengan lebih cerdas, seperti yang dikumpulkan dari<em style="text-align: justify">The Expert Editor</em> dan<em style="text-align: justify"> Global English Editing.</em></p>
<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">1. Langsung Menyangkal</strong></p>
<p style="text-align: justify">Ciri-ciri seseorang yang sulit menerima kritik yang pertama adalah langsung membantah. Ketika menerima masukan, mereka segera mengatakan, “Itu tidak benar!” tanpa memikirkan isi dari masukan tersebut. Respons spontan ini berfungsi sebagai perlindungan emosional agar tidak merasa bersalah.</p>
<p style="text-align: justify">Cara menghadapinya adalah dengan menggunakan pernyataan &#8220;Saya&#8221;. Contohnya, alih-alih mengatakan &#8220;Kamu selalu telat&#8221;, lebih baik ucapkan &#8220;Saya merasa deadline agak sulit dipenuhi belakangan ini. Bisa kita cari solusinya bersama?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">2. Menghadapi dengan Membalas Serangan</strong></p>
<p style="text-align: justify">Tanda berikutnya dari seseorang yang sulit menerima kritik tajam adalah melakukan serangan balik. Alih-alih menerima saran, mereka mengalihkan pembicaraan. Tujuannya adalah untuk menghindari tanggung jawab.</p>
<p style="text-align: justify">Solusinya, kembalikan perhatian pada inti masalah. Ucapkan, &#8220;Ini memang penting, tapi mari kita selesaikan dulu masalah ini.&#8221; Dengan demikian, percakapan tetap fokus.</p>
<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">3. Berperan Sebagai Korban</strong></p>
<p style="text-align: justify">Seseorang yang tidak suka menerima kritik sering kali menjadi korban. Kritik dianggap sebagai serangan pribadi, sehingga mereka merasa tidak adil diperlakukan.</p>
<p class="class-paragraph" style="text-align: justify">Untuk menghadapi situasi ini, pertama-tama validasi emosi mereka tanpa merestui sikap defensifnya.</p>
<p style="text-align: justify">Misalnya, &#8220;Aku mengerti umpan balik ini membuatmu merasa tidak nyaman, tetapi maksudku adalah untuk memperbaiki kerja sama kita.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">4. Terlalu Banyak Beralasan</strong></p>
<p style="text-align: justify">Tanda lainnya adalah memberikan terlalu banyak alasan. Mereka menjelaskan secara panjang mengapa sesuatu tidak dapat dilakukan, seolah-olah setiap kritik harus dijawab dengan logika. Padahal, alasan tersebut sering kali hanya sebagai benteng pertahanan.</p>
<p style="text-align: justify">Cara mengatasinya adalah dengan mengakui alasan yang logis, lalu beralih menuju penyelesaian. Ucapkan, &#8220;Aku memahami situasinya sulit, tapi mari kita pertimbangkan langkah berikutnya.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">5. Menggali Bantuan dari Orang Lain</strong></p>
<p style="text-align: justify">Seseorang yang sulit menerima kritik cenderung segera mencari dukungan dari orang lain. Contohnya dengan bertanya kepada rekan kerja di sekitarnya, &#8220;Menurutmu, aku benar atau tidak, ya?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify">Solusinya adalah memilih waktu yang pribadi untuk menyampaikan kritik. Dengan demikian, mereka tidak merasa perlu mencari pembelaan dan dapat lebih fokus pada inti permasalahan.</p>
<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">6. Menunjukkan Sikap Pasif-Agresif</strong></p>
<p style="text-align: justify">Ciri-ciri seseorang yang sulit menerima kritik adalah bersikap pasif-agresif, misalnya dengan mendengus, menatap tajam, atau mengucapkan komentar yang penuh sindiran.</p>
<p style="text-align: justify">Perilaku ini muncul karena mereka tidak mampu menyampaikan ketidaksukaan secara langsung.</p>
<p style="text-align: justify">Cara menghadapinya adalah tetap tenang dan lakukan komunikasi terbuka. Misalnya, &#8220;Aku perhatikan komentarmu tadi terdengar marah. Apakah kamu ingin membicarakan lebih jelas?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">7. Menolak Perubahan</strong></p>
<p style="text-align: justify">Tanda terakhir yang menunjukkan ketidakmauan untuk menerima kritik adalah sikap keras kepala yang menolak perubahan. Bagi mereka, menerima kritik berarti mengakui kegagalan.</p>
<p class="class-paragraph" style="text-align: justify">Oleh karena itu, mereka lebih memilih tetap menggunakan metode lama meskipun telah terbukti tidak efisien.</p>
<p style="text-align: justify">Pendekatan yang dapat dilakukan adalah menyajikan kritik sebagai kesempatan untuk berkembang. Ucapkan, &#8220;Coba metode baru ini, mungkin justru akan memperlihatkan kemampuanmu lebih baik.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">8. Mencari Kambing Hitam</strong></p>
<p style="text-align: justify">Perilaku defensif ini biasanya terlihat pada seseorang yang kesulitan menerima kritik, dengan cenderung menyalahkan orang lain atau situasi tertentu daripada mengakui kesalahan sendiri.</p>
<p style="text-align: justify">Misalnya, menyalahkan rekan kerja atau kemacetan lalu lintas. Kebiasaan ini menghambat perkembangan diri dan merusak hubungan antar individu.</p>
<p style="text-align: justify">Jangan biarkan emosi menguasai Anda ketika mereka mencoba menyalahkan orang lain. Tetap tenang dan berpegang pada fakta. Selanjutnya, arahkan percakapan menuju penyelesaian masalah, bukan mencari siapa yang bersalah.</p>
<p style="text-align: justify">Banyak hal yang menyebabkan seseorang bersikap defensif terhadap kritik, mulai dari pengalaman masa kecil, kurangnya rasa percaya diri, hingga lingkungan kerja yang tidak baik.</p>
<p style="text-align: justify">Mengenali tanda-tanda seseorang yang sulit menerima kritik keras sangat penting agar kita dapat berkomunikasi secara lebih efisien.</p>
<p style="text-align: justify">Baik dalam lingkungan kerja maupun hubungan pribadi, mengenali tanda-tanda seseorang yang sulit menerima kritik dapat membantu kita memilih ucapan yang sesuai.</p>
<p style="text-align: justify">Ingatlah, memberikan kritik tidak berarti menyerang, tetapi justru memberi kesempatan untuk berkembang.</p>
<p style="text-align: justify">Dengan mengenali tanda-tanda yang menunjukkan ketidakmauan untuk menerima kritik, kita mampu menciptakan lingkungan komunikasi yang lebih baik, terbuka, serta penuh dengan rasa saling menghormati. (*)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com/nasional/8-tanda-orang-tidak-bisa-terima-kritik-ini-cara-menghadapinya-3/">8 Tanda Orang Tidak Bisa Terima Kritik, Ini Cara Menghadapinya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com">Media Presisi</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediapresisi.com/nasional/8-tanda-orang-tidak-bisa-terima-kritik-ini-cara-menghadapinya-3/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kritik Ahli Gizi terhadap Pernyataan Prabowo Soal Keracunan MBG</title>
		<link>https://mediapresisi.com/politik/kritik-ahli-gizi-terhadap-pernyataan-prabowo-soal-keracunan-mbg/</link>
					<comments>https://mediapresisi.com/politik/kritik-ahli-gizi-terhadap-pernyataan-prabowo-soal-keracunan-mbg/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2025 22:29:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kejahatan]]></category>
		<category><![CDATA[kontroversi]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://91</guid>

					<description><![CDATA[<p>KALTIM.CO &#8211; Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai kasus keracunan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dianggap hanya sebesar 0,0017 persen dari jumlah penerima manfaat mendapat kritik dari para ahli gizi dan aktivis kesehatan masyarakat. Kritik tersebut diungkapkan dalam acara Sapa Indonesia Malam di Kompas TV, Senin (29/9/2025), setelah pidato Prabowo dalam Munas VI...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com/politik/kritik-ahli-gizi-terhadap-pernyataan-prabowo-soal-keracunan-mbg/">Kritik Ahli Gizi terhadap Pernyataan Prabowo Soal Keracunan MBG</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com">Media Presisi</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">KALTIM.CO &#8211; </strong>Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai kasus keracunan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dianggap hanya sebesar 0,0017 persen dari jumlah penerima manfaat mendapat kritik dari para ahli gizi dan aktivis kesehatan masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify">Kritik tersebut diungkapkan dalam acara Sapa Indonesia Malam di Kompas TV, Senin (29/9/2025), setelah pidato Prabowo dalam Munas VI PKS yang berlangsung di Jakarta.</p>
<p style="text-align: justify">Dalam pidatinya, Prabowo menyebutkan bahwa dari 30 juta penerima manfaat MBG, jumlah kasus keracunan makanan hanya mencapai 0,0017 persen.</p>
<p style="text-align: justify">Ia menekankan bahwa angka tersebut bukanlah indikasi kegagalan program, melainkan bagian dari tantangan teknis yang sedang diperbaiki.</p>
<p style="text-align: justify">&#8220;30 juta anak dan ibu hamil setiap hari menerima makanan. Memang ada kekurangan, juga ada keracunan makanan. Kami menghitung dari seluruh makanan yang dikeluarkan, penyimpangan atau kesalahan itu sebesar 0,0017 persen,&#8221; kata Prabowo.</p>
<p style="text-align: justify">Ia juga membandingkan pencapaian MBG dengan program serupa di Brasil, yang menurutnya memerlukan waktu 11 tahun untuk mencapai 47 juta penerima manfaat, sedangkan Indonesia telah mampu mencapai 30 juta dalam 11 bulan.</p>
<p style="text-align: justify">Program Makanan Bergizi Gratis merupakan inisiatif pemerintah Indonesia yang bertujuan memberikan makanan sehat dan bernutrisi secara gratis kepada kelompok yang membutuhkan, khususnya anak-anak sekolah serta ibu hamil.</p>
<p style="text-align: justify">Program ini diperkenalkan sebagai bagian dari strategi nasional dalam mengatasi masalah stunting, meningkatkan kualitas gizi, serta mendukung perkembangan generasi muda Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">Dr. Tan Shot Yen: Kehidupan Manusia Bukan Hanya Angka</strong></p>
<p style="text-align: justify">Ahli gizi dr. Tan Shot Yen mengkritik tajam pendekatan statistik yang digunakan Prabowo dalam merespons kasus keracunan MBG. Menurutnya, nyawa manusia tidak bisa disederhanakan hanya menjadi angka.</p>
<p style="text-align: justify">&#8220;Kita perlu membedakan antara kasus keracunan yang mengancam nyawa manusia dengan kesalahan dalam pengendalian kualitas di pabrik sepatu. Di pabrik sepatu, persentase kesalahan sudah dianggap wajar. Tapi ini berbicara tentang nyawa manusia,&#8221; tegas Tan.</p>
<p style="text-align: justify">Ia menekankan betapa pentingnya rasa empati dan tanggung jawab dalam mengevaluasi dampak program publik, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan anak-anak.</p>
<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">Diah Saminarsih: Satu Kasus Keracunan Sudah Terlalu Banyak</strong></p>
<p style="text-align: justify">Sejalan dengan dr. Tan, pendiri dan CEO Center for Indonesia&#8217;s Strategic Development Initiatives (CISDI), Diah Saminarsih, juga menyampaikan kekhawatirannya. Ia mengungkapkan bahwa hingga kini, jumlah kasus keracunan MBG telah mencapai 7.368 kasus, jauh lebih besar dibandingkan angka yang disebutkan Prabowo.</p>
<p style="text-align: justify">&#8220;Satu per satu dari 7.368 tersebut adalah nyawa. Rasanya tidak mungkin disederhanakan menjadi angka yang menggambarkan statistik. Dalam bidang kesehatan masyarakat dan kedokteran, satu nyawa yang hilang atau terancam sudah dianggap terlalu banyak,&#8221; kata Diah.</p>
<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">Pemerintah Mengambil Tindakan Pencegahan Keracunan MBG</strong></p>
<p style="text-align: justify">Merespons kejadian keracunan, Prabowo mengatakan pemerintah akan memperketat standar kebersihan dapur MBG.</p>
<p style="text-align: justify">Ia mengatakan bahwa seluruh Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan dilengkapi dengan perangkat sterilisasi ultraviolet, filter air, dan alat uji untuk memastikan keamanan makanan sebelum disampaikan kepada penerima manfaat.</p>
<p style="text-align: justify">Penyaring air harus tersedia,<em style="text-align: justify">test kit</em>Sebelum makanan dikirim, harus tersedia. Ini segera kita perbaiki. Seluruh dapur harus memiliki koki yang terlatih,&#8221; tegas Prabowo.</p>
<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">Prioritaskan Keselamatan Rakyat</strong></p>
<p style="text-align: justify">Keracunan yang disebabkan oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi perhatian dan mendapat kritikan dari masyarakat. Salah satu kritik datang dari Kris Tjantra, Ketua Umum relawan Ganjarist.</p>
<p style="text-align: justify">Kris menyampaikan rasa prihatin yang sangat terhadap kejadian keracunan massal yang menimpa masyarakat akibat produk MBG.</p>
<p style="text-align: justify">Sementara itu, berdasarkan data dari Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) pada hari Jumat (26/9/2025) pukul 21.00 WIB, jumlah korban keracunan MBG telah mencapai 7.368 orang.</p>
<p style="text-align: justify">&#8220;Ini merupakan bencana kemanusiaan. Banyak anak-anak kita menjadi korban keracunan karena kelalaian dan kurangnya pengawasan. Pemerintah tidak boleh diam, harus segera mengambil tindakan yang cepat, jujur, dan tegas terhadap pihak-pihak yang bersalah,&#8221; tegas Kris kepada wartawan, Senin (29/9/2025).</p>
<p style="text-align: justify">Kris menganggap bahwa perkara ini menunjukkan kelemahan sistem perlindungan konsumen serta standar keamanan produk di Nusantara.</p>
<p style="text-align: justify">Oleh karena itu, Kris meminta pemerintah untuk melakukan penyelidikan menyeluruh mengenai penyebab keracunan dan pihak yang terlibat.</p>
<p style="text-align: justify">&#8220;Penegakan hukum yang tegas terhadap perusahaan maupun individu yang tidak menjalankan kewajibannya. Pemulihan hak para korban, termasuk layanan medis gratis dan ganti rugi yang pantas,&#8221; ujar Kris.</p>
<p style="text-align: justify">Tidak kalah penting, ia menegaskan bahwa diperlukan penguatan sistem pengawasan terhadap makanan dan obat-obatan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.</p>
<p style="text-align: justify">&#8220;Keselamatan masyarakat adalah hukum paling utama. Pemerintah perlu hadir secara penuh dalam melindungi penduduknya, bukan hanya setelah terjadi korban, tetapi sejak awal dengan pengawasan yang ketat,&#8221; tambahnya.</p>
<p style="text-align: justify">Kris menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan kasus ini hingga selesai.<strong style="text-align: justify">(*)</strong></p>
<p style="text-align: justify"><em style="text-align: justify">Artikel ini telah tayang di news.com dengan judul &#8220;Mengenai Keracunan Program MBG, Pemerintah Diminta Menempatkan Keselamatan Rakyat sebagai Prioritas dan Prabowo Mengatakan Kasus Keracunan MBG Hanya 0,0017 Persen, Dokter Tan: Jiwa Manusia Jangan Dilihat sebagai Angka&#8221;</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com/politik/kritik-ahli-gizi-terhadap-pernyataan-prabowo-soal-keracunan-mbg/">Kritik Ahli Gizi terhadap Pernyataan Prabowo Soal Keracunan MBG</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com">Media Presisi</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediapresisi.com/politik/kritik-ahli-gizi-terhadap-pernyataan-prabowo-soal-keracunan-mbg/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>8 Tanda Orang Tidak Bisa Terima Kritik, Ini Cara Menghadapinya</title>
		<link>https://mediapresisi.com/nasional/8-tanda-orang-tidak-bisa-terima-kritik-ini-cara-menghadapinya-2/</link>
					<comments>https://mediapresisi.com/nasional/8-tanda-orang-tidak-bisa-terima-kritik-ini-cara-menghadapinya-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2025 21:59:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[kontroversi]]></category>
		<category><![CDATA[masalah sosial]]></category>
		<category><![CDATA[tantangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://45</guid>

					<description><![CDATA[<p>MediaPresisi.comTanda seseorang kesulitan menerima kritik tajam dapat terlihat dari sikap defensif yang berlebihan. Tidak semua individu mampu menerima kritik dengan sikap terbuka, terlebih jika disampaikan secara keras. Sejumlah orang justru menunjukkan berbagai respons yang mengindikasikan penolakan. Ini sering kali berasal dari rasa tidak aman atau pengalaman masa lalu di mana kritik digunakan sebagai alat serangan,...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com/nasional/8-tanda-orang-tidak-bisa-terima-kritik-ini-cara-menghadapinya-2/">8 Tanda Orang Tidak Bisa Terima Kritik, Ini Cara Menghadapinya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com">Media Presisi</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">MediaPresisi.com</strong>Tanda seseorang kesulitan menerima kritik tajam dapat terlihat dari sikap defensif yang berlebihan.</p>
<p style="text-align: justify">Tidak semua individu mampu menerima kritik dengan sikap terbuka, terlebih jika disampaikan secara keras. Sejumlah orang justru menunjukkan berbagai respons yang mengindikasikan penolakan.</p>
<p style="text-align: justify">Ini sering kali berasal dari rasa tidak aman atau pengalaman masa lalu di mana kritik digunakan sebagai alat serangan, bukan untuk perbaikan.</p>
<p style="text-align: justify">Berikut beberapa tanda umum yang menunjukkan seseorang tidak ingin mendapatkan kritik, serta cara menghadapinya dengan lebih cerdas, seperti yang dikumpulkan dari<em style="text-align: justify">The Expert Editor</em> dan<em style="text-align: justify"> Global English Editing.</em></p>
<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">1. Langsung Menyangkal</strong></p>
<p style="text-align: justify">Ciri-ciri seseorang yang sulit menerima kritik yang pertama adalah langsung membantah. Ketika menerima masukan, mereka segera mengatakan, “Itu tidak benar!” tanpa memikirkan isi dari masukan tersebut. Respons spontan ini berfungsi sebagai perlindungan emosional agar tidak merasa bersalah.</p>
<p style="text-align: justify">Cara menghadapinya adalah dengan menggunakan pernyataan &#8220;Saya&#8221;. Contohnya, alih-alih mengatakan &#8220;Kamu selalu telat&#8221;, lebih baik ucapkan &#8220;Saya merasa deadline agak sulit dipenuhi belakangan ini. Bisa kita cari solusinya bersama?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">2. Menghadapi dengan Membalas Serangan</strong></p>
<p style="text-align: justify">Tanda berikutnya dari seseorang yang sulit menerima kritik tajam adalah melakukan serangan balik. Alih-alih menerima saran, mereka mengalihkan pembicaraan. Tujuannya adalah untuk menghindari tanggung jawab.</p>
<p style="text-align: justify">Solusinya, kembalikan perhatian pada inti masalah. Ucapkan, &#8220;Ini memang penting, tapi mari kita selesaikan dulu masalah ini.&#8221; Dengan demikian, percakapan tetap fokus.</p>
<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">3. Berperan Sebagai Korban</strong></p>
<p style="text-align: justify">Seseorang yang tidak suka menerima kritik sering kali menjadi korban. Kritik dianggap sebagai serangan pribadi, sehingga mereka merasa tidak adil diperlakukan.</p>
<p class="class-paragraph" style="text-align: justify">Untuk menghadapi situasi ini, pertama-tama validasi emosi mereka tanpa merestui sikap defensifnya.</p>
<p style="text-align: justify">Misalnya, &#8220;Aku mengerti umpan balik ini membuatmu merasa tidak nyaman, tetapi maksudku adalah untuk memperbaiki kerja sama kita.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">4. Terlalu Banyak Beralasan</strong></p>
<p style="text-align: justify">Tanda lainnya adalah memberikan terlalu banyak alasan. Mereka menjelaskan secara panjang mengapa sesuatu tidak dapat dilakukan, seolah-olah setiap kritik harus dijawab dengan logika. Padahal, alasan tersebut sering kali hanya sebagai benteng pertahanan.</p>
<p style="text-align: justify">Cara mengatasinya adalah dengan mengakui alasan yang logis, lalu beralih menuju penyelesaian. Ucapkan, &#8220;Aku memahami situasinya sulit, tapi mari kita pertimbangkan langkah berikutnya.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">5. Menggali Bantuan dari Orang Lain</strong></p>
<p style="text-align: justify">Seseorang yang sulit menerima kritik cenderung segera mencari dukungan dari orang lain. Contohnya dengan bertanya kepada rekan kerja di sekitarnya, &#8220;Menurutmu, aku benar atau tidak, ya?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify">Solusinya adalah memilih waktu yang pribadi untuk menyampaikan kritik. Dengan demikian, mereka tidak merasa perlu mencari pembelaan dan dapat lebih fokus pada inti permasalahan.</p>
<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">6. Menunjukkan Sikap Pasif-Agresif</strong></p>
<p style="text-align: justify">Ciri-ciri seseorang yang sulit menerima kritik adalah bersikap pasif-agresif, misalnya dengan mendengus, menatap tajam, atau mengucapkan komentar yang penuh sindiran.</p>
<p style="text-align: justify">Perilaku ini muncul karena mereka tidak mampu menyampaikan ketidaksukaan secara langsung.</p>
<p style="text-align: justify">Cara menghadapinya adalah tetap tenang dan lakukan komunikasi terbuka. Misalnya, &#8220;Aku perhatikan komentarmu tadi terdengar marah. Apakah kamu ingin membicarakan lebih jelas?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">7. Menolak Perubahan</strong></p>
<p style="text-align: justify">Tanda terakhir yang menunjukkan ketidakmauan untuk menerima kritik adalah sikap keras kepala yang menolak perubahan. Bagi mereka, menerima kritik berarti mengakui kegagalan.</p>
<p class="class-paragraph" style="text-align: justify">Oleh karena itu, mereka lebih memilih tetap menggunakan metode lama meskipun telah terbukti tidak efisien.</p>
<p style="text-align: justify">Pendekatan yang dapat dilakukan adalah menyajikan kritik sebagai kesempatan untuk berkembang. Ucapkan, &#8220;Coba metode baru ini, mungkin justru akan memperlihatkan kemampuanmu lebih baik.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">8. Mencari Kambing Hitam</strong></p>
<p style="text-align: justify">Perilaku defensif ini biasanya terlihat pada seseorang yang kesulitan menerima kritik, dengan cenderung menyalahkan orang lain atau situasi tertentu daripada mengakui kesalahan sendiri.</p>
<p style="text-align: justify">Misalnya, menyalahkan rekan kerja atau kemacetan lalu lintas. Kebiasaan ini menghambat perkembangan diri dan merusak hubungan antar individu.</p>
<p style="text-align: justify">Jangan biarkan emosi menguasai Anda ketika mereka mencoba menyalahkan orang lain. Tetap tenang dan berpegang pada fakta. Selanjutnya, arahkan percakapan menuju penyelesaian masalah, bukan mencari siapa yang bersalah.</p>
<p style="text-align: justify">Banyak hal yang menyebabkan seseorang bersikap defensif terhadap kritik, mulai dari pengalaman masa kecil, kurangnya rasa percaya diri, hingga lingkungan kerja yang tidak baik.</p>
<p style="text-align: justify">Mengenali tanda-tanda seseorang yang sulit menerima kritik keras sangat penting agar kita dapat berkomunikasi secara lebih efisien.</p>
<p style="text-align: justify">Baik dalam lingkungan kerja maupun hubungan pribadi, mengenali tanda-tanda seseorang yang sulit menerima kritik dapat membantu kita memilih ucapan yang sesuai.</p>
<p style="text-align: justify">Ingatlah, memberikan kritik tidak berarti menyerang, tetapi justru memberi kesempatan untuk berkembang.</p>
<p style="text-align: justify">Dengan mengenali tanda-tanda yang menunjukkan ketidakmauan untuk menerima kritik, kita mampu menciptakan lingkungan komunikasi yang lebih baik, terbuka, serta penuh dengan rasa saling menghormati. (*)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com/nasional/8-tanda-orang-tidak-bisa-terima-kritik-ini-cara-menghadapinya-2/">8 Tanda Orang Tidak Bisa Terima Kritik, Ini Cara Menghadapinya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com">Media Presisi</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediapresisi.com/nasional/8-tanda-orang-tidak-bisa-terima-kritik-ini-cara-menghadapinya-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>8 Tanda Orang Tidak Bisa Terima Kritik, Ini Cara Menghadapinya</title>
		<link>https://mediapresisi.com/nasional/8-tanda-orang-tidak-bisa-terima-kritik-ini-cara-menghadapinya/</link>
					<comments>https://mediapresisi.com/nasional/8-tanda-orang-tidak-bisa-terima-kritik-ini-cara-menghadapinya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2025 10:58:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[kontroversi]]></category>
		<category><![CDATA[masalah sosial]]></category>
		<category><![CDATA[tantangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://45</guid>

					<description><![CDATA[<p>MediaPresisi.comTanda seseorang kesulitan menerima kritik tajam dapat terlihat dari sikap defensif yang berlebihan. Tidak semua individu mampu menerima kritik dengan sikap terbuka, terlebih jika disampaikan secara keras. Sejumlah orang justru menunjukkan berbagai respons yang mengindikasikan penolakan. Ini sering kali berasal dari rasa tidak aman atau pengalaman masa lalu di mana kritik digunakan sebagai alat serangan,...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com/nasional/8-tanda-orang-tidak-bisa-terima-kritik-ini-cara-menghadapinya/">8 Tanda Orang Tidak Bisa Terima Kritik, Ini Cara Menghadapinya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com">Media Presisi</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">MediaPresisi.com</strong>Tanda seseorang kesulitan menerima kritik tajam dapat terlihat dari sikap defensif yang berlebihan.</p>
<p style="text-align: justify">Tidak semua individu mampu menerima kritik dengan sikap terbuka, terlebih jika disampaikan secara keras. Sejumlah orang justru menunjukkan berbagai respons yang mengindikasikan penolakan.</p>
<p style="text-align: justify">Ini sering kali berasal dari rasa tidak aman atau pengalaman masa lalu di mana kritik digunakan sebagai alat serangan, bukan untuk perbaikan.</p>
<p style="text-align: justify">Berikut beberapa tanda umum yang menunjukkan seseorang tidak ingin mendapatkan kritik, serta cara menghadapinya dengan lebih cerdas, seperti yang dikumpulkan dari<em style="text-align: justify">The Expert Editor</em> dan<em style="text-align: justify"> Global English Editing.</em></p>
<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">1. Langsung Menyangkal</strong></p>
<p style="text-align: justify">Ciri-ciri seseorang yang sulit menerima kritik yang pertama adalah langsung membantah. Ketika menerima masukan, mereka segera mengatakan, “Itu tidak benar!” tanpa memikirkan isi dari masukan tersebut. Respons spontan ini berfungsi sebagai perlindungan emosional agar tidak merasa bersalah.</p>
<p style="text-align: justify">Cara menghadapinya adalah dengan menggunakan pernyataan &#8220;Saya&#8221;. Contohnya, alih-alih mengatakan &#8220;Kamu selalu telat&#8221;, lebih baik ucapkan &#8220;Saya merasa deadline agak sulit dipenuhi belakangan ini. Bisa kita cari solusinya bersama?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">2. Menghadapi dengan Membalas Serangan</strong></p>
<p style="text-align: justify">Tanda berikutnya dari seseorang yang sulit menerima kritik tajam adalah melakukan serangan balik. Alih-alih menerima saran, mereka mengalihkan pembicaraan. Tujuannya adalah untuk menghindari tanggung jawab.</p>
<p style="text-align: justify">Solusinya, kembalikan perhatian pada inti masalah. Ucapkan, &#8220;Ini memang penting, tapi mari kita selesaikan dulu masalah ini.&#8221; Dengan demikian, percakapan tetap fokus.</p>
<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">3. Berperan Sebagai Korban</strong></p>
<p style="text-align: justify">Seseorang yang tidak suka menerima kritik sering kali menjadi korban. Kritik dianggap sebagai serangan pribadi, sehingga mereka merasa tidak adil diperlakukan.</p>
<p class="class-paragraph" style="text-align: justify">Untuk menghadapi situasi ini, pertama-tama validasi emosi mereka tanpa merestui sikap defensifnya.</p>
<p style="text-align: justify">Misalnya, &#8220;Aku mengerti umpan balik ini membuatmu merasa tidak nyaman, tetapi maksudku adalah untuk memperbaiki kerja sama kita.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">4. Terlalu Banyak Beralasan</strong></p>
<p style="text-align: justify">Tanda lainnya adalah memberikan terlalu banyak alasan. Mereka menjelaskan secara panjang mengapa sesuatu tidak dapat dilakukan, seolah-olah setiap kritik harus dijawab dengan logika. Padahal, alasan tersebut sering kali hanya sebagai benteng pertahanan.</p>
<p style="text-align: justify">Cara mengatasinya adalah dengan mengakui alasan yang logis, lalu beralih menuju penyelesaian. Ucapkan, &#8220;Aku memahami situasinya sulit, tapi mari kita pertimbangkan langkah berikutnya.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">5. Menggali Bantuan dari Orang Lain</strong></p>
<p style="text-align: justify">Seseorang yang sulit menerima kritik cenderung segera mencari dukungan dari orang lain. Contohnya dengan bertanya kepada rekan kerja di sekitarnya, &#8220;Menurutmu, aku benar atau tidak, ya?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify">Solusinya adalah memilih waktu yang pribadi untuk menyampaikan kritik. Dengan demikian, mereka tidak merasa perlu mencari pembelaan dan dapat lebih fokus pada inti permasalahan.</p>
<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">6. Menunjukkan Sikap Pasif-Agresif</strong></p>
<p style="text-align: justify">Ciri-ciri seseorang yang sulit menerima kritik adalah bersikap pasif-agresif, misalnya dengan mendengus, menatap tajam, atau mengucapkan komentar yang penuh sindiran.</p>
<p style="text-align: justify">Perilaku ini muncul karena mereka tidak mampu menyampaikan ketidaksukaan secara langsung.</p>
<p style="text-align: justify">Cara menghadapinya adalah tetap tenang dan lakukan komunikasi terbuka. Misalnya, &#8220;Aku perhatikan komentarmu tadi terdengar marah. Apakah kamu ingin membicarakan lebih jelas?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">7. Menolak Perubahan</strong></p>
<p style="text-align: justify">Tanda terakhir yang menunjukkan ketidakmauan untuk menerima kritik adalah sikap keras kepala yang menolak perubahan. Bagi mereka, menerima kritik berarti mengakui kegagalan.</p>
<p class="class-paragraph" style="text-align: justify">Oleh karena itu, mereka lebih memilih tetap menggunakan metode lama meskipun telah terbukti tidak efisien.</p>
<p style="text-align: justify">Pendekatan yang dapat dilakukan adalah menyajikan kritik sebagai kesempatan untuk berkembang. Ucapkan, &#8220;Coba metode baru ini, mungkin justru akan memperlihatkan kemampuanmu lebih baik.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">8. Mencari Kambing Hitam</strong></p>
<p style="text-align: justify">Perilaku defensif ini biasanya terlihat pada seseorang yang kesulitan menerima kritik, dengan cenderung menyalahkan orang lain atau situasi tertentu daripada mengakui kesalahan sendiri.</p>
<p style="text-align: justify">Misalnya, menyalahkan rekan kerja atau kemacetan lalu lintas. Kebiasaan ini menghambat perkembangan diri dan merusak hubungan antar individu.</p>
<p style="text-align: justify">Jangan biarkan emosi menguasai Anda ketika mereka mencoba menyalahkan orang lain. Tetap tenang dan berpegang pada fakta. Selanjutnya, arahkan percakapan menuju penyelesaian masalah, bukan mencari siapa yang bersalah.</p>
<p style="text-align: justify">Banyak hal yang menyebabkan seseorang bersikap defensif terhadap kritik, mulai dari pengalaman masa kecil, kurangnya rasa percaya diri, hingga lingkungan kerja yang tidak baik.</p>
<p style="text-align: justify">Mengenali tanda-tanda seseorang yang sulit menerima kritik keras sangat penting agar kita dapat berkomunikasi secara lebih efisien.</p>
<p style="text-align: justify">Baik dalam lingkungan kerja maupun hubungan pribadi, mengenali tanda-tanda seseorang yang sulit menerima kritik dapat membantu kita memilih ucapan yang sesuai.</p>
<p style="text-align: justify">Ingatlah, memberikan kritik tidak berarti menyerang, tetapi justru memberi kesempatan untuk berkembang.</p>
<p style="text-align: justify">Dengan mengenali tanda-tanda yang menunjukkan ketidakmauan untuk menerima kritik, kita mampu menciptakan lingkungan komunikasi yang lebih baik, terbuka, serta penuh dengan rasa saling menghormati. (*)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com/nasional/8-tanda-orang-tidak-bisa-terima-kritik-ini-cara-menghadapinya/">8 Tanda Orang Tidak Bisa Terima Kritik, Ini Cara Menghadapinya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com">Media Presisi</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediapresisi.com/nasional/8-tanda-orang-tidak-bisa-terima-kritik-ini-cara-menghadapinya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Protes Jalan Rusak di Brebes Selatan yang Tak Kunjung Diperbaiki</title>
		<link>https://mediapresisi.com/nasional/protes-jalan-rusak-di-brebes-selatan-yang-tak-kunjung-diperbaiki/</link>
					<comments>https://mediapresisi.com/nasional/protes-jalan-rusak-di-brebes-selatan-yang-tak-kunjung-diperbaiki/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2025 05:59:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita lokal]]></category>
		<category><![CDATA[infrastruktur]]></category>
		<category><![CDATA[kontroversi]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://13</guid>

					<description><![CDATA[<p>BREBES, MediaPresisi.com&#8211; Demonstrasi menentang jalan rusak di daerah pedesaan dataran tinggi bagian selatan yang belum diperbaiki oleh pemerintah semakin meluas di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Demonstrasi warga yang melakukan perbaikan sendiri di Desa Tembongraja, Kecamatan Salem pada hari Minggu (21/9/2025) ternyata menyebar ke wilayah sekitarnya untuk melakukan hal yang sama. Seperti yang dilakukan masyarakat Dukuh...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com/nasional/protes-jalan-rusak-di-brebes-selatan-yang-tak-kunjung-diperbaiki/">Protes Jalan Rusak di Brebes Selatan yang Tak Kunjung Diperbaiki</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com">Media Presisi</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">BREBES, MediaPresisi.com</strong>&#8211; Demonstrasi menentang jalan rusak di daerah pedesaan dataran tinggi bagian selatan yang belum diperbaiki oleh pemerintah semakin meluas di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.</p>
<p style="text-align: justify">Demonstrasi warga yang melakukan perbaikan sendiri di Desa Tembongraja, Kecamatan Salem pada hari Minggu (21/9/2025) ternyata menyebar ke wilayah sekitarnya untuk melakukan hal yang sama.</p>
<p style="text-align: justify">Seperti yang dilakukan masyarakat Dukuh Karang Sengon, Desa Cinanas, Kecamatan Bantarkawung, yang memutuskan mengumpulkan dana dan tenaga sendiri untuk memperbaiki jalan utama desa yang rusak parah pada Jumat (26/9/2025).</p>
<p style="text-align: justify">Sementara itu, pada hari Sabtu (27/9/2025), warga Desa Pengarasan, Kecamatan Bantarkawung juga melakukan aksi protes serta kegiatan gotong-royong.</p>
<p style="text-align: justify">Sama seperti itu, di Desa Tembongraja, warga merasa tidak puas karena jalan yang rusak sudah belasan hingga puluhan tahun belum diperbaiki oleh pemerintah meskipun mereka setia membayar pajak.</p>
<p style="text-align: justify">Selain tiga desa yang melakukan protes hingga perbaikan mandiri, masyarakat Dukuh Kalikidang, Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan memilih cara protes dengan menanam pohon pisang pada Jumat (26/9/2025).</p>
<p style="text-align: justify">Warga Dukuh Karang Sengon, Desa Cinanas, Kecamatan Bantarkawung, Suritno menyampaikan, puluhan tahun menanti perbaikan jalan yang belum juga terealisasi meskipun warga taat dalam membayar pajak kepada pemerintah.</p>
<p style="text-align: justify">Pajak tetap harus dibayarkan, namun jalan dibiarkan rusak. Akhirnya masyarakat mengumpulkan dana sendiri,<em style="text-align: justify">Alhamdulillah</em>ada bantuan pribadi dari kepala desa,&#8221; ujar Suritno.</p>
<p style="text-align: justify">Ia menyebutkan kondisi jalan yang rusak dan licin pada musim hujan selama ini menjadi ancaman besar bagi masyarakat, mulai dari petani, pedagang, hingga para pelajar.</p>
<p style="text-align: justify">Meskipun keluhan telah lama disampaikan, bantuan perbaikan dari pemerintah daerah belum juga tiba.</p>
<p style="text-align: justify">Tokoh masyarakat, Dasno menegaskan bahwa warga tidak boleh terus-menerus menunggu janji perbaikan dari pihak pemerintah.</p>
<p style="text-align: justify">Kepala Desa Cinanas, Hensika Cindy Setiawan mengatakan pemerintah desa sebenarnya telah mengajukan perbaikan jalan melalui program bantuan provinsi dan kabupaten, namun hingga kini belum ada tindak lanjut.</p>
<p style="text-align: justify">&#8220;Sudah lama dan sering diajukan sebagai permohonan perbaikan, tetapi hingga kini belum ada tindak lanjutnya,&#8221; ujar Hensika.</p>
<p style="text-align: justify">Sekarang, masyarakat Cinanas berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan untuk membantu, sehingga perbaikan jalan tidak hanya terbatas pada inisiatif swadaya.</p>
<p style="text-align: justify">Di sisi lain, warga Desa Pengarasan, Kecamatan Bantarkawung, Ayo Sukaryo mengatakan, warga akhirnya mengambil inisiatif untuk memperbaiki jalan yang rusak yang sudah lama tidak mendapat perhatian dari pemerintah.</p>
<p style="text-align: justify">Jalan kabupaten yang menghubungkan Cikamuning–Kebandungan mengalami kerusakan berat sejak sekitar 15 tahun terakhir.</p>
<p style="text-align: justify">Celah-celah besar dan permukaan jalan yang tidak rata menyebabkan pengendara sering terjatuh, khususnya pada musim hujan.</p>
<p style="text-align: justify">Karena tidak segera diperbaiki, warga beramai-ramai mengisi lubang dengan pasir.</p>
<p style="text-align: justify">Inisiatif ini dilakukan sepenuhnya melalui sumbangan masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify">&#8220;Telah lebih dari belasan tahun jalan ini rusak. Kami taat membayar pajak, namun jalan utama kami tidak pernah diperbaiki,&#8221; ujar Ayo.</p>
<p style="text-align: justify">Ia menekankan bahwa jalan tersebut sangat penting karena menjadi jalur utama bagi warga Cikamuning dan Kebandungan untuk menuju pusat pemerintahan kecamatan.</p>
<p style="text-align: justify">&#8220;Jika dibiarkan, ini berisiko bagi pengemudi. Musim hujan akan semakin memburuk,&#8221; ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify">Kepala Desa Pengarasan, Ahmad Nirom menyampaikan, pihak desa telah beberapa kali mengajukan permohonan perbaikan jalan kepada Pemkab Brebes, namun hingga saat ini belum ada tindakan lanjut.</p>
<p style="text-align: justify">&#8220;Usulan telah sering kami ajukan, tetapi belum juga terwujud. Padahal jalan ini sangat penting bagi mobilitas dan perekonomian masyarakat,&#8221; ujar Ahmad.</p>
<h2 style="text-align: justify">Anggaran terbatas</h2>
<p style="text-align: justify">Kepala Daerah Brebes, Paramitha Widya Kusuma mengakui terjadinya gelombang protes dari masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify">Namun, keterbatasan anggaran serta upaya efisiensi tidak mampu memperbaiki seluruh jalan rusak dalam tahun ini.</p>
<p style="text-align: justify">Paramitha bahkan sempat mengunjungi langsung perbaikan jalan Salem–Tembongraja, Kecamatan Salem, yang sebelumnya dikerjakan oleh warga secara swadaya pada Jumat (26/9/2025).</p>
<p style="text-align: justify">Pada saat itu, Paramitha menyatakan bahwa ruas Salem–Tembongraja sebenarnya sudah termasuk dalam program pemerintah.</p>
<p style="text-align: justify">&#8220;Jalan ini telah dialokasikan sejak Maret 2025 dengan anggaran sebesar Rp 700 juta. Kontrak dengan pihak penyedia ditandatangani pada 28 Agustus, target penyelesaian di awal Oktober,&#8221; ujar Paramitha.</p>
<p style="text-align: justify">Inisiatif masyarakat, menurutnya, mencerminkan perhatian warga sekaligus menjadi pengingat bagi pemerintah untuk bertindak lebih cepat.</p>
<p style="text-align: justify">Ia juga mengajak DPRD untuk berperan dalam mendorong melalui gagasan-gagasan pokok.</p>
<p style="text-align: justify">Sebelumnya dilaporkan, ratusan penduduk Desa Tembongraja, Kecamatan Salem, Brebes, Jawa Tengah, melakukan kegiatan gotong royong guna memperbaiki jalan yang rusak dan sudah selama 18 tahun tidak diperhatikan oleh Pemkab pada hari Minggu (21/9/2025).</p>
<p style="text-align: justify">Pantauan <em style="text-align: justify">MediaPresisi.com</em>di tempat kejadian, warga dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk para pria dewasa, wanita, dan pemuda, tampak antusias mengangkat bahan yang baru saja tiba dari truk.</p>
<p style="text-align: justify">Mereka juga mengadakan penggalangan dana di sekitar jalan yang menghubungkan enam desa, dan hasilnya langsung digunakan untuk membeli bahan-bahan agar dapat memperbaiki jalan Salem-Tembongraja sejauh sekitar 6 kilometer.</p>
<p style="text-align: justify">Pada aksi tersebut, masyarakat saling membagi tanggung jawab.</p>
<p style="text-align: justify">Beberapa di antaranya membersihkan rumput, menurunkan, serta mengatur batu pecah dan batu split, sedangkan yang lain menyediakan makanan dan minuman.</p>
<p style="text-align: justify">Meskipun panas matahari menggigit, semangat penduduk tetap tinggi guna meraih jalan yang layak.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com/nasional/protes-jalan-rusak-di-brebes-selatan-yang-tak-kunjung-diperbaiki/">Protes Jalan Rusak di Brebes Selatan yang Tak Kunjung Diperbaiki</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com">Media Presisi</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediapresisi.com/nasional/protes-jalan-rusak-di-brebes-selatan-yang-tak-kunjung-diperbaiki/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Isu Rekaman CCTV dalam Kasus KH Masturo Rohili: Fakta atau Hoaks?</title>
		<link>https://mediapresisi.com/nasional/isu-rekaman-cctv-dalam-kasus-kh-masturo-rohili-fakta-atau-hoaks/</link>
					<comments>https://mediapresisi.com/nasional/isu-rekaman-cctv-dalam-kasus-kh-masturo-rohili-fakta-atau-hoaks/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2025 03:45:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kejahatan]]></category>
		<category><![CDATA[kontroversi]]></category>
		<category><![CDATA[media berita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://83</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pedoman Tangerang— Di tengah perhatian masyarakat terhadap dugaan tindakan pelecehan seksual yang melibatkan nama seorang tokoh agama dari Bekasi, KH Masturo Rohili, kini muncul isu terbaru yang memperburuk ketegangan situasi. Isu mengenai rekaman CCTV yang disebut sebagai bukti tindakan kriminal yang dilakukan sang kiai terhadap anak angkatnya, Zulfa, mulai menjadi topik perbincangan hangat di media...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com/nasional/isu-rekaman-cctv-dalam-kasus-kh-masturo-rohili-fakta-atau-hoaks/">Isu Rekaman CCTV dalam Kasus KH Masturo Rohili: Fakta atau Hoaks?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com">Media Presisi</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><strong style="text-align: justify">Pedoman Tangerang</strong>— Di tengah perhatian masyarakat terhadap dugaan tindakan pelecehan seksual yang melibatkan nama seorang tokoh agama dari Bekasi, KH Masturo Rohili, kini muncul isu terbaru yang memperburuk ketegangan situasi.</p>
<p style="text-align: justify">Isu mengenai rekaman CCTV yang disebut sebagai bukti tindakan kriminal yang dilakukan sang kiai terhadap anak angkatnya, Zulfa, mulai menjadi topik perbincangan hangat di media sosial.</p>
<h3 style="text-align: justify">Viral di Media Sosial, Masyarakat Terkejut dengan Isu Kamera Pengawas</h3>
<p style="text-align: justify">Isu ini muncul setelah beberapa akun TikTok dan X (dulunya Twitter) membagikan klaim mengejutkan mengenai adanya rekaman CCTV yang menunjukkan tindakan tidak senonoh KH Masturo terhadap Zulfa.</p>
<p style="text-align: justify">Salah satu unggahan berisi, &#8220;Sumpah tidak tega melihat rekaman CCTV saat Kiai Masturo melakukan aksinya,&#8221; yang langsung memicu rasa penasaran sekaligus kemarahan masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify">Postingan tersebut segera menyebar luas dan memicu gelombang respons dari netizen yang mengikuti perkembangan kasus ini.</p>
<h3 style="text-align: justify">Fakta: Tidak Ada Bukti dari Kamera Pengawasan</h3>
<p style="text-align: justify">Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, hingga saat ini belum ditemukan bukti yang dapat dipercaya atau pengakuan resmi terkait keberadaan rekaman kamera pengawasan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify">Polisi belum mengeluarkan pernyataan apa pun yang memperkuat klaim tersebut, demikian pula pihak korban.</p>
<p style="text-align: justify">Hanya ada dokumen wawancara atau podcast yang merekam pengakuan Zulfa secara langsung, bukan rekaman visual dari tindakan pelecehan sebagaimana yang disebutkan dalam unggahan viral.</p>
<h3 style="text-align: justify">Dugaan Pemalsuan: Upaya Menghasut Masyarakat</h3>
<p style="text-align: justify">Isu mengenai CCTV ini diduga kuat merupakan penyebaran informasi palsu yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.</p>
<p style="text-align: justify">Tujuan yang diperkirakan adalah untuk menarik perhatian masyarakat, mengalihkan fokus utama dari kasus tersebut, hingga memecah persatuan pendapat publik.</p>
<p style="text-align: justify">Ahli komunikasi digital menyarankan agar masyarakat tidak terburu-buru mempercayai informasi yang belum diverifikasi, terutama dalam situasi yang bersifat sensitif.</p>
<h3 style="text-align: justify">Ringkasan Perkara KH Masturo Rohili</h3>
<p style="text-align: justify">Isu dugaan pelecehan ini pertama kali muncul ke permukaan setelah dua perempuan, yaitu Zulfa (anak angkat) dan Salwa (keponakan), berani menyampaikan pengakuannya. Keduanya mengungkapkan bahwa mereka menjadi korban pelecehan seksual oleh KH Masturo sejak masih berusia belasan tahun.</p>
<p style="text-align: justify">Cerita mereka kemudian diungkapkan oleh dr. Richard Lee, seorang tokoh influencer sekaligus tenaga medis yang kini juga ikut memberikan bantuan hukum kepada para korban.</p>
<p style="text-align: justify">Laporan sah mengenai KH Masturo telah disampaikan ke Polres Metro Bekasi pada 7 Juli 2025. Saat ini, penyelidikan sedang berlangsung dan pihak kepolisian sedang mengumpulkan bukti-bukti serta keterangan dari saksi-saksi.</p>
<h3 style="text-align: justify">Waspadai Berita Palsu Selama Proses Hukum</h3>
<p style="text-align: justify">Masyarakat diharapkan tidak menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya secara asal-asalan.</p>
<p style="text-align: justify">Berita palsu seperti isu kamera pengawas tidak hanya mampu merusak pandangan masyarakat, tetapi juga berisiko mengganggu proses hukum serta memperparah keadaan psikologis para korban.</p>
<p style="text-align: justify">Sangat penting untuk bersikap waspada dalam memverifikasi informasi, khususnya yang berasal dari media sosial. Percayakan proses hukum kepada pihak yang berwewenang, serta hargai privasi dan martabat para korban.***</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com/nasional/isu-rekaman-cctv-dalam-kasus-kh-masturo-rohili-fakta-atau-hoaks/">Isu Rekaman CCTV dalam Kasus KH Masturo Rohili: Fakta atau Hoaks?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://mediapresisi.com">Media Presisi</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediapresisi.com/nasional/isu-rekaman-cctv-dalam-kasus-kh-masturo-rohili-fakta-atau-hoaks/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 31/113 objects using Disk
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Minified using Disk
Database Caching 1/27 queries in 0.228 seconds using Disk

Served from: mediapresisi.com @ 2026-10-06 14:40:41 by W3 Total Cache
-->