Bengkalispos.com– Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan bahwa dirinya turut serta dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan 16 organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam, di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (3/2).
Pada pertemuan tersebut, Prabowo dikatakan memberikan penjelasan lengkap mengenai keputusannya untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BOP) yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
“Saya hadir dan mendampingi Presiden @prabowo saat beliau menjelaskan secara rinci keputusan untuk bergabung dengan BOP bersama tujuh negara Islam lainnya,” ujar Dahnil dalam cuitannya di akun media sosial X, Rabu (4/2).
Dahnil menegaskan, keputusan tersebut bukanlah tindakan yang bersifat simbolis, melainkan bagian dari diplomasi aktif Indonesia di skala internasional. Menurutnya, langkah Presiden Prabowo untuk bergabung dalam BOP bersama beberapa negara Muslim merupakan upaya nyata yang dilakukan Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan dan perdamaian Palestina.
“Ini adalah langkah strategis
Indonesia untuk mewujudkan Palestina
kemerdekaan dan perdamaian, jalan menuju
peradaban yang lebih baik bagi rakyat
Palestina,” ucapnya.
Dahnil mengatakan, para pemimpin dan perwakilan organisasi Islam yang hadir dalam dialog tersebut mampu memahami tindakan Presiden Prabowo. Mereka bahkan memberikan apresiasi terhadap komitmen pemerintah dalam masalah Palestina.
“Dan seluruh organisasi Islam yang hadir memahami tindakan Presiden tersebut, bahkan mengapresiasi komitmen Presiden,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa dialog antara Presiden dengan tokoh-tokoh Islam berlangsung secara terbuka dan konstruktif. Dalam suasana tersebut, muncul berbagai masukan yang mencerminkan rasa peduli yang mendalam terhadap masa depan perjuangan Palestina.
“Dialog berlangsung konstruktif, bahkan
tokoh-tokoh Islam menyampaikan agar
Kepala negara tetap waspada dan tetap bersikap skeptis
terhadap semua perjanjian, agar jika
tidak cocok untuk segera meninggalkan,” tambahnya. (*)




