Mediapresisi.comRencana perjalanan dari Jakarta ke Bandung atau sebaliknya kini lebih mudah dan terjangkau berkat berbagai pilihan kendaraan transportasi, mulai dari bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi), Kereta Whoosh, hingga layanan shuttle melalui travel yang semakin banyak bermunculan.
Untuk layanan antar jemput, saat ini setidaknya terdapat sekitar 32 travel yang melayani rute Jakarta-Bandung pulang pergi setiap hari. Dalam persaingan yang ketat tersebut, PT Maya Gapura Intan (PO MGI) turut memperkuat jalur padat travel Bandung-Jakarta dengan menyediakan layanan antar jemput melalui unit bisnisnya TRAVL.
“Persaingan antara rute Jakarta-Bandung memang sangat sengit. Kami sengaja memilih segmen premium karena kami melihat pasar tersebut masih cukup luas,” kata Filipus Christian W, Business Development Manager TRAVL mengenai pemilihan segmen pasar dalam pengembangan TRAVL.
TRAVL menargetkan kalangan profesional muda, mahasiswa, hingga karyawan yang membutuhkan ketenangan selama perjalanan di tengah persaingan ketat layanan transportasi pada rute padat Jakarta – Bandung.
“Kita tidak hanya melihat perjalanan sebagai perpindahan antar kota, tetapi lebih pada bagaimana penumpang dapat merasa lebih nyaman dan tenang sepanjang perjalanan,” kata Filipus.
Desain layanan TRAVL untuk rute Jakarta-Bandung PP bisa dikatakan mewah dan sesuai dengan target pasar premium. Berbeda dengan layanan lain yang biasanya fokus pada kapasitas penumpang, shuttle dengan armada Toyota Hiace Premio ini hanya menyediakan delapan kursi, sehingga memberikan ruang kaki yang lebih lega.
Untuk meningkatkan produktivitas dan kenyamanan penumpang, setiap kursi dilengkapi dengan port USB Type-C yang mampu melakukan pengisian cepat (fast charging), sebagai respons terhadap keluhan mengenai kesulitan menjaga daya perangkat elektronik tetap optimal selama perjalanan dua hingga tiga jam.
Dari segi keamanan, TRAVL memanfaatkan alat yang terhubung dengan internet guna memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang. Alat ini mampu mengawasi posisi serta kecepatan kendaraan secara langsung. “Peringatan akan masuk ke ruang kemudi dari pusat data jika kecepatan kendaraan melebihi 100 kilometer per jam,” tambah Filipus.
TRAVL mengatur titik awal layanan mereka di lokasi penting yang terhubung dengan transportasi kota, yaitu di Blora-Dukuh Atas, Fatmawati, dan Bintaro. Sedangkan untuk kawasan Bandung, layanan berada di wilayah Pasteur (D’Botanica), demi memudahkan akses.




