Tingkatkan Transaksi Non Tunai, Gubernur Jakarta Gelar Lomba Pasar Tradisional

MediaPresisi.com-Menciptakan kota global yang kompetitif, Pemerintah Provinsi DKI mendorong peningkatan transaksi tanpa uang tunai di pasar tradisional. Salah satunya, dengan menyelenggarakan lomba digitalisasi pasar yang berlangsung mulai tanggal 22 Juli hingga 17 Agustus 2025, yang melibatkan 20 dari 153 pasar tradisional di Jakarta.

Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan, pendekatan melalui lomba tersebut berdampak pada penggunaan transaksi dengan QRIS hingga 47 persen di 20 pasar yang diikutsertakan. Selain itu, perbankan juga bersaing turun langsung ke para pedagang untuk meningkatkan transaksi non tunai tersebut.

“Jujur, saya salah satu pendiri awal lomba ini. Saya berpikir sederhana, digitalisasi tidak bisa dihindari. Namun jika proses literasinya tidak dipertandingkan, perbankan tidak diuji, pasar tidak diamati, pasti tidak akan terjadi lonjakan. Saya juga tidak membayangkan kenaikannya hampir di atas 40 persen,” ujar Pramono Anung.

Baja Juga  Beasiswa untuk Masa Depan: Kerja Sama Sarolangun dan IPB

Selain QRIS, lomba tersebut juga menunjukkan peningkatan NPWP, dari 1.720 pedagang menjadi 2.129 pedagang, serta transaksie-commercepeningkatan melebihi 40 persen. Dampak yang besar ini membuat Pram berencana untuk memperluasnya, tidak hanya dengan melibatkan 20 pasar, tetapi juga 133 pasar tambahan.

Untuk kompetisi tersebut, Pram juga mengajukan aspek pasar dan perbankan dengan melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bank Indonesia (BI). Kategori lomba yang tersedia antara lain Literasi Terbaik dan Teraktif, Digitalisasi Keuangan Terbaik, serta Akses Keuangan Termudah.

Bank Jakarta, salah satu lembaga perbankan yang meraih tiga penghargaan dalam lomba tersebut. Yaitu, sebagai Mitra Perbankan Terbaik Kategori Pasar Tipe B (Pasar Koja), dan Pasar Tipe A (Pasar Mayestik), serta sebagai Mitra Bank Literasi Keuangan Terbaik Kedua.

Baja Juga  Kisah Duka: Pasutri dan Anak 7 Tahun Tewas Kecelakaan Bus di Bromo, Pesan Terakhir yang Menyentuh Hati

Kepala Eksekutif Bank Jakarta Agus H. Widodo menyampaikan bahwa Lomba Digitalisasi Pasar merupakan kesempatan untuk meningkatkan pemahaman dan akses keuangan.

“Kami melihat digitalisasi pasar tradisional sebagai bagian dari perubahan ekosistem keuangan Jakarta. Inisiatif ini tidak hanya memberikan kemudahan dalam transaksi melalui QRIS dan EDC, tetapi juga memperluas akses bagi pelaku UMKM untuk bergabung dalam sistem keuangan resmi,” ujar Agus H. Widodo.

Ia juga menyampaikan bahwa Bank Jakarta berkomitmen untuk menjadikan digitalisasi sebagai dasar pemberdayaan ekonomi rakyat yang berkelanjutan di Jakarta.

Untuk lomba tersebut, terdapat beberapa kriteria penilaian. Di antaranya yaitu ketersediaan pembayaran non-tunai seperti QRIS, mesin EDC, sistem pembayaran digital Content Management System atau CMS, serta pemanfaatan saluran digital lokapasar dalam mempromosikan produknya. Keberadaan pembayaran digital di area parkir dan kebersihan pasar juga menjadi pertimbangan dalam penilaian.

Baja Juga  Sukses Berkarya Sebelum 30: NEU MEN Menggubah Cerita Indonesia Bersama Shopee

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *