Tetap Bersemangat: Bukti Energi Tak Pernah Habis Bryan Adams di Jakarta

Cahaya lampu di Stadion Internasional Beach City (BCIS), Ancol, Jakarta Utara, belum sepenuhnya redup ketika sebuah kejutan terjadi di tengah kerumunan penonton Kategori 1, pada Selasa (3/2).

Tanpa perlindungan yang berlebihan, musisi legendaris Kanada, Bryan Adams, tampil di panggung kecil di tengah area penonton, hanya membawa sebuah gitar akustik.

“Hai, Jakarta!” ujar Adams singkat, yang langsung mendapat respons luar biasa.

Di atas panggung kecil, ia menyajikan lagu Can’t Stop This Thing We Started dan Straight From the Heart dalam versi akustik yang hangat dan pribadi.

Pembukaan ini menjadi kontras yang sempurna sebelum ia berjalan menuju panggung utama, menandai dimulainya parade rock and roll yang intens dengan tema tur Roll With The Punches.

Segera setelah naik ke panggung utama, musisi berusia 66 tahun itu langsung memperlihatkan aksi yang menggebrak dengan lagu Kick Ass.

Baja Juga  Tunggu Apa Lagi? Ini Prediksi Kapan iPhone 17 Hadir di Indonesia

Lagu ini mengajak pendengar kembali ke masa kejayaan musik rock. Suasana semakin membara ketika lagu Run to You dan Somebody diputar.

Kehadiran balon besar yang berputar cepat sesuai dengan irama lagu Roll With the Punches memberikan dimensi visual yang dinamis. Adams menunjukkan, dalam album ke-17 ini, ia masih memiliki rasa humor dan kreativitas yang segar.

Saat bermain lagu, Adams sempat merenung tentang rindunya pada Jakarta.

“Sudah sangat lama sejak kami tampil di sini terakhir kali. Dan kami sangat senang akhirnya bisa kembali,” kata Adams.

Dengan daftar lagu yang sangat beragam, Adams mengakui bahwa sulit untuk menyajikannya semua dalam satu malam.

Baja Juga  Prakiraan Cuaca Kepri Hari Ini: BMKG Hang Nadim Batam 19 Februari

“Kami memiliki banyak sekali lagu malam ini. Saya tidak yakin kita bisa membawakan semuanya dalam satu malam. Karena album Roll With the Punches adalah yang ke-17. Kami belum tahu, tapi yang ini berjudul 18 Till I Die,” ujar Adams diiringi sorak sorai penonton.

Peristiwa emosional mencapai puncaknya ketika lagu Please Forgive Me dinyanyikan. Ribuan cahaya dari ponsel penonton menyala, membentuk lautan kunang-kunang elektrik di dalam stadion.

Adams sangat memahami alur pertunjukan, tahu kapan harus menggoyang dan kapan harus membiarkan penonton larut dalam kenangan.

Bahkan lagu Heaven mendapatkan penyusunan yang agakupbeatagar energi yang telah terbentuk dari lagu-lagu sebelumnya tidak menurun.

Kualitas suara Adams yang khas tetap terjaga sepanjang malam. Berdasarkan ulasan dari Rolling Stone mengenai tur dunianya, Adams dikenal sebagai sosok yang sangat memperhatikan detail dan menjaga kebugarannya dengan gaya hidup vegan serta disiplin yang tinggi.

Baja Juga  Jadwal Cuti Bersama ASN 2026: 8 Hari Libur Tambahan Diumumkan Presiden Prabowo

Susunan lagu konser Adams terasa seperti album pilihan terbaik yang hidup. Mulai dari Summer of ’69 yang ikonik hingga (Everything I Do) I Do It for You. Setiap lagu dinyanyikan bersama oleh penonton dengan lantang.

Adams memberi kesempatan kepada setiap alat musik untuk tampil, menghasilkan keseimbangan yang alami antara band dan penonton.

Pentas diakhiri secara megah dengan lagu All for Love. Di BCIS, Bryan Adams menunjukkan bahwa ia bukan hanya seorang musisi masa lalu yang menjual kenangan.

Melalui tur Roll With The Punches, musik rock and roll menggambarkan ketangguhan, kebahagiaan, serta ikatan emosional yang tidak pernah pudar seiring berjalannya waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *