LOMBOK.COM, MATARAM– Tahun pertama kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Iqbal–Dinda, menjadi masa krusial dalam memperkuat koneksi antar wilayah. Dengan bantuan Dinas Perhubungan Provinsi NTB, pemerintah daerah mempercepat pengembangan akses transportasi udara, laut, dan darat sebagai dasar perkembangan ekonomi, pariwisata, serta pelayanan masyarakat.
Hasilnya mulai terlihat nyata sepanjang tahun 2025. Pergerakan masyarakat meningkat, jalur-jalur penting kembali beraktifitas, dan NTB semakin tersambung dengan pusat-pusat pertumbuhan nasional maupun internasional.
Sektor penerbangan menjadi salah satu indikator yang paling jelas menunjukkan peningkatan koneksi di NTB. Selama tahun 2025, Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) melayani sebanyak 2.497.163 penumpang, naik sekitar 5 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 2.377.410 penumpang. Rata-rata, bandara yang menjadi kebanggaan masyarakat NTB ini melayani lebih dari 208 ribu penumpang setiap bulan atau hampir 7 ribu orang per hari.
Tidak hanya jumlah penumpang, pergerakan pesawat juga meningkat sebesar 5,9 persen, dari 24.879 penerbangan pada tahun 2024 menjadi 26.337 penerbangan di tahun 2025. Angka ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan maskapai serta antusiasme masyarakat dan para wisatawan dalam melakukan perjalanan ke NTB.
Tren ini diperkuat dengan dibukanya tujuh rute penerbangan baru sepanjang tahun 2025, yaitu Banjarmasin, Palangkaraya, Labuan Bajo, Malang, Banyuwangi, Waingapu, dan Tambolaka. Angka ini melebihi pencapaian tahun 2024 yang hanya membuka empat rute baru. Kehadiran maskapai TransNusa dengan rute Lombok–Denpasar–Lombok turut memperluas opsi perjalanan, khususnya bagi pelaku pariwisata dan bisnis.
Untuk pemerintahan Iqbal–Dinda, peningkatan koneksi udara bukan hanya tentang angka statistik. Ini merupakan pintu masuk bagi investasi, pariwisata, serta perkembangan UMKM lokal yang sangat bergantung pada kelancaran pergerakan manusia dan barang.
Laut Bangkit, Wisata Bergerak
Dari langit, perhatian pemerintah juga ditujukan ke laut sebagai jalur transportasi antar pulau di NTB.
Berita baik datang dari Pelabuhan Lembar. Selama tahun 2025, jumlah penumpang asing meningkat sebesar 28 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan mulai pulihnya alur kunjungan wisatawan mancanegara melalui jalur laut, sekaligus memperkuat posisi NTB sebagai pintu masuk maritim wilayah timur Indonesia.
Di sisi lain, rute strategis Sape–Labuan Bajo menunjukkan peningkatan yang mencolok. Jumlah penumpang selama tahun 2025 mencapai 32.633 orang, meningkat sebesar 22,4 persen dibandingkan dengan tahun 2024 yang hanya mencatat 26.676 penumpang. Jalur ini menjadi pusat penting dalam mengintegrasikan pariwisata antara Pulau Sumbawa dan destinasi prioritas utama Labuan Bajo.
Peningkatan ini tidak hanya memengaruhi sektor pariwisata, tetapi juga menciptakan kesempatan ekonomi baru bagi masyarakat pesisir, pengusaha transportasi lokal, serta UMKM di sekitar pelabuhan.
Jalan yang Terang, Akses Semakin Aman

Di darat, Pemerintah Provinsi NTB meningkatkan aspek keamanan dan kenyamanan pengguna jalan dengan memasang 447 unit Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) pada jalur jalan provinsi yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Program ini memenuhi kebutuhan masyarakat akan jalan yang lebih aman, khususnya di malam hari, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di daerah-daerah penting. Bagi wilayah yang sebelumnya kurang mendapat penerangan, hadirnya PJU menjadi tanda nyata kehadiran negara dalam pelayanan publik.
Transportasi dengan Sentuhan Kemanusiaan

Tidak hanya mengembangkan infrastruktur, tahun pertama Iqbal–Dinda juga ditandai dengan inovasi layanan yang berbasis empati sosial. Salah satunya adalah Program Pengangkutan Ambulans Gratis di jalur Kayangan–Pototano.
Pada bulan Desember 2025, program ini mengoperasikan 63 unit ambulans, dan jumlahnya bertambah menjadi 96 unit pada Januari 2026. Angka tersebut menunjukkan kebutuhan nyata masyarakat di berbagai pulau terhadap akses layanan kesehatan yang cepat dan murah.
Bagi pasien rujukan serta anggota keluarga mereka, program ini bukan hanya sarana transportasi, tetapi juga harapan hidup yang semakin cepat terwujud berkat kebijakan publik yang mendukung.
Dasar Menuju NTB yang Terhubung

Berbagai pencapaian dalam sektor perhubungan sepanjang tahun 2025 menunjukkan arah kebijakan Iqbal–Dinda: membangun NTB melalui keterhubungan. Mulai dari udara, laut, hingga darat, pemerintah daerah berupaya memastikan setiap wilayah terhubung, setiap potensi terbuka, dan setiap warga mendapatkan akses yang lebih adil.
Pengangkutan kini tidak lagi dianggap sebagai sektor teknis saja, tetapi sebagai penggerak utama pembangunan wilayah. Bila bandara ramai, pelabuhan berkembang, dan jalan lancar, maka perekonomian berkembang, pariwisata berkembang, serta kualitas hidup masyarakat juga meningkat.
Satu tahun memang merupakan periode yang singkat. Namun, langkah-langkah awal ini telah membentuk dasar yang penting bagi NTB yang lebih terhubung, lebih inklusif, dan lebih kompetitif di tingkat nasional maupun regional.
Dengan kepemimpinan Iqbal–Dinda, hubungan bukan sekadar tentang perpindahan lokasi—namun berkaitan dengan membuka peluang masa depan.




