Studi: Patung Singa Venesia Berasal dari Tiongkok

Penemuan Mencengangkan Mengenai Asal Usul Singa Santo Markus

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa patung ikonik yang dikenal sebagai Singa Santo Markus, atau Lion of Saint Mark, yang berada di Piazza San Marco, Venesia, Italia, mungkin berasal dari Cina. Patung ini berdiri di atas tiang granitoid ungu setinggi 12 meter dan menjadi simbol penting bagi kota Venesia.

Menurut arkeolog dari University of Padua, Massimo Vidale, dalam laporan yang dipublikasikan pada 4 September 2025, Venesia adalah kota penuh misteri, tetapi salah satu rahasia telah terpecahkan: Singa Santo Markus berasal dari Cina dan dibawa melalui Jalur Sutra. Penelitian ini menunjukkan bahwa patung perunggu tersebut memiliki fungsi awal sebagai penjaga makam lebih dari 1.000 tahun lalu, kemudian dibawa oleh ayah Marco Polo—Niccolo Polo—melalui Jalur Sutra pada abad ke-13.

Baja Juga  Jejak Hamka di Tawau Pada 1970-an

Patung singa tersebut menjadi simbol resmi Venesia pada awal 1260-an, meskipun asal-usulnya tidak jelas selama beberapa waktu. Hasil penelitian Massimo Vidale dan timnya dituangkan dalam artikel ilmiah berjudul The Chinese identity of St Mark’s bronze ‘Lion’ and its place in the history of medieval Venice, yang diterbitkan oleh Cambridge University pada 4 September 2025.

Dalam artikel tersebut, Vidale dan rekan-rekannya memeriksa sembilan sampel dari berbagai bagian patung dan menggunakan spektrometri massa untuk mengidentifikasi rasio isotop timbal dalam logam. Hasilnya menunjukkan bahwa paduan logam seperti perunggu merupakan campuran tembaga dan timah, dengan sedikit kandungan timbal. Rasio isotop timbal ini kemudian dibandingkan dengan basis data global yang ada saat ini.

Baja Juga  Ahli Energi UNUD Bali Soroti Proyek LNG 3,5 KM, Dorong Edukasi Masyarakat

Hasilnya menunjukkan bahwa asal-usul perunggu patung singa itu berasal dari Sungai Yangtze. Wilayah Cina bagian timur memiliki kandungan mineral penting seperti besi, tembaga, seng, dan emas. Selain itu, patung ini juga memiliki kesamaan dengan seni dari Dinasti Tang (618–807 Masehi), khususnya Zhenmushou atau penjaga makam.

Ciri-ciri yang mirip antara Singa Santo Markus dan seni Dinasti Tang termasuk moncong singa, telinga runcing, tanduk, serta sayap yang terangkat. Dalam penelitian, disebutkan bahwa Singa Venesia memiliki “bekas luka” logam di mana satu atau dua tanduk mungkin telah dihilangkan.

Tim peneliti tidak menemukan catatan tertulis mengenai asal-usul patung tersebut. Namun, mereka berspekulasi bahwa patung tersebut mungkin dibongkar dari Khanbaliq di Cina antara 1264–1268 oleh Niccolo Polo dan Maffeo Polo—paman Marco Polo. Menurut hasil studi, keduanya sedang dalam misi diplomatik ke Istana Kublai Khan di Cina.

Baja Juga  BRI Hadirkan Ratusan UMKM Kuliner di Kampoeng Tempo Doeloe 2025

Patung tersebut diduga dibawa dalam bentuk berbagai potongan yang diangkut secara bertahap ke Venesia. Banyak bukti menunjukkan adanya bekas-bekas penyatuan kembali patung dan kemungkinan dimodifikasi. Pemulihan patung singa dilakukan pada 1815 oleh Bartolomeo Ferrari setelah bagian-bagian yang rusak dikembalikan dari Prancis.

Penemuan ini menambah wawasan baru tentang sejarah Venesia dan hubungannya dengan dunia Timur. Ini juga menunjukkan betapa kompleksnya perjalanan budaya dan perdagangan di masa lalu. Dengan penelitian ini, kita bisa melihat bagaimana objek-objek yang tampaknya lokal dapat memiliki akar yang sangat jauh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *