Seskemenkop Soroti Pentingnya Hal Ini di Kopdes Merah Putih

OKE FLORES.COM– Sekretaris Kementerian Koperasi (Seskemenkop) Ahmad Zabadi menekankan bahwa pentingnya menciptakan sistem pendataan yang terpadu dan efisien dalam program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih, yang selaras dengan sistem Data Desa Presisi.

Ini juga menjadi salah satu cara untuk memastikan program-program yang kita jalankan di Kopdes Merah Putih berjalan dengan baik dan terkait dengan berbagai pihak terkait dalam pengembangan usaha Kopdes,” ujar SesKemenkop, saat mengunjungi Kopdes Merah Putih Bojong Mangu serta menyerap aspirasi anggota Kopdes Merah Putih Lambangsari, Kabupaten Bekasi, Sabtu (13/9).

Pada pertemuan ini juga dibahas mengenai peran data presisi dalam mempercepat perkembangan Kopdes Merah Putih di tingkat desa dan kelurahan agar dapat menjamin keadilan dalam pendistribusian manfaat ekonomi bagi anggota koperasi desa serta masyarakat.

Seskemenkop menyampaikan bahwa sistem data presisi ini sangat penting karena menjadi inovasi Kemenkop dalam memastikan seluruh kebijakan dan program yang diterapkan tepat sasaran. “Salah satu fungsi dari Kopdes Merah Putih sebagai salah satu alat distribusi hingga sampai kepada masyarakat secara tepat sasaran,” kata Seskemenkop.

Baja Juga  Pejabat AS: Serangan Militer ke Iran Paling Cepat Sabtu Depan

Selain itu, Seskemenkop juga berkeinginan agar data tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan bahwa seluruh kebijakan dan program yang diterapkan tepat sasaran.

Bahkan, pihaknya telah menyediakan buku panduan yang dapat menjadi contoh bisnis yang akan diterapkan oleh koperasi. “Minggu depan, kita akan bekerja sama dengan BUMN pangan dan logistik,” kata Seskemenkop.

Selain itu, Seskemenkop memastikan bahwa seluruh Koperasi Merah Putih akan mendapatkan program pendampingan, termasuk dalam perekrutan 8.000 tenaga pendamping. “Setiap pendamping akan menangani 10 koperasi,” ujar Seskemenkop.

Sekretariat Kemenkop juga menjelaskan, Kemenkop memiliki program Business Assistant dan pada awal Oktober mendatang akan segera memulai pelatihan bagi seluruh Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia.

Sementara itu, anggota Komisi VI DPR RI Rieke Dyah Pitaloka menyampaikan bahwa masih ada di antara mereka yang menjabat sebagai pengurus Kopdes Merah Putih belum sepenuhnya memahami secara utuh. “Beberapa dari mereka memiliki pengetahuan tentang koperasi yang terbatas, serta masih merasa bingung bagaimana sistem ini bekerja,” ujar Rieke.

Baja Juga  Teja Paku Alam Incar Kemenangan Lawan Ratchaburi, Siap Catat Clean Sheet Lagi!

Rieke juga bercerita, ketika dulu ia bersekolah ada mata pelajaran Ekonomi Koperasi yang membahas prinsip dasar koperasi. “Demokrasi ekonomi Pancasila benar-benar mampu memberdayakan rakyat melalui sistem ekonomi kerja sama dan kekeluargaan, tidak ada cara lain, yaitu koperasi,” ujar Rieke.

Rieke menyarankan bahwa di Kopdes Merah Putih terdapat layanan tambahan, yakni kredit usaha bagi anggota. “Kredit diberikan untuk usaha. Namun, usaha tersebut harus jelas dan pastikan orang tersebut menjadi anggota Kopdes Merah Putih,” ujar Rieke.

Oleh karena itu, Rieke mendorong tiga bidang usaha utama dari Kopdes Merah Putih, yaitu usaha produksi, distribusi, serta usaha yang telah mencapai skala industri. “Jadi, koperasi ini tidak sekadar membagi uang, karena tujuan koperasi adalah berbisnis. Di sana terdapat keuntungan yang dibagikan kepada anggota. Ada rasa kerja sama, hingga tercipta suasana kekeluargaan,” jelas Rieke.

Baja Juga  Sebelum Digugat Cerai, Azizah Salsha Terciduk Main Padel dengan Mantan

Rieke berharap kampung desa yang ada di kecamatan ini dapat menjadi contoh berbasis data desa presisi. Dengan demikian, tidak hanya sebagai penyalur barang subsidi, tetapi juga menggali potensi setiap desa tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bekasi, H Hasan Basri, percaya bahwa kehadiran Kodes Merah Putih di wilayahnya mampu memberikan semangat kepada masyarakat setempat untuk meningkatkan perekonomian mereka. “Dari 187 desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Bekasi, telah terbentuk 187 Kopdes Merah Putih, baik dalam hal pengurus maupun legalitasnya,” ujar Hasan.

Pada tahap kedua ini, Hasan menegaskan pentingnya penyelenggaraan pelatihan-pelatihan, baik yang diselenggarakan oleh Kemenkop maupun Pemprov Jabar. “Agar para pengurus lebih memahami dalam mengelola koperasi,” kata Hasan.

Karena, lanjut Hasan, akan terdapat beberapa tempat seperti tempat pemanasan tembakau, apotek dan klinik desa, gudang, penyimpanan dingin, serta tempat-tempat lainnya sesuai dengan potensi masing-masing desa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *