bengkalispos.com– Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan komitmennya untuk menghapuskan tindakan pungutan liar (pungli) dalam bidang pendidikan, termasuk dalam proses penerimaan siswa baru.
“Saya tidak menginginkan adanya transaksi atau biaya dalam bentuk apa pun. Proses harus berlangsung adil dan terbuka,” ujarnya di Purwokerto, Jumat (3/4/2026).
Ia menyampaikan hal tersebut saat Sosialisasi Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), Tes Kemampuan Akademik (TKA), dan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) berlangsung di Gedung Gurinda Sarwa Mandala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Purwokerto, Jawa Tengah.
Sadewo juga mengingatkan seluruh unit pendidikan untuk mendukung program peningkatan keterampilan siswa dengan mempersiapkan peserta didik secara maksimal, baik dari segi akademis maupun psikologis.
Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan harus memperkuat koordinasi dan komitmen bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Banyumas.
Selain itu, Sadewo menegaskan bahwa tidak akan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pegawai pemerintah yang memiliki perjanjian kerja (PPPK).
Selain itu, tidak terdapat kebijakan jual beli jabatan, termasuk dalam proses perekrutan guru menjadi kepala sekolah.
“Ayo kita bekerja sama untuk memastikan generasi muda Banyumas mendapatkan pendidikan yang baik,” katanya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Amrin Ma’ruf mengingatkan agar tidak terjadi tindakan-tindakan yang merusak integritas dunia pendidikan, termasuk dalam pengelolaan jabatan dan kebijakan di tingkat sekolah.
“Kami berharap sistem pengelolaan pendidikan berjalan dengan baik dan tidak terjadi penyimpangan, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap sektor pendidikan tetap terjaga,” ujarnya yang juga menjabat sebagai Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Banyumas.
Amrin menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyumas berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan dan mutu sumber daya manusia di bidang pendidikan, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung pembangunan pendidikan.(ant/jpnn)




