Permintaan Khusus Musisi Saat ‘Panen Job’ Ramadan: Handuk, Oksigen, Air Putih, dan Kurma

Ringkasan Berita:

  • Kepadatan jadwal syuting dan tampil di bulan Ramadan menyebabkan para artis harus lebih ekstra dalam menjaga kondisi tubuh dan kesehatannya.
  • Beberapa musisi mengatur jadwal mereka, menjaga kebiasaan makan, serta memanfaatkan air mineral, kurma, dan suplemen.
  • Rider Ramadan terlihat sederhana, mulai dari handuk hingga oksigen yang digunakan untuk pemulihan setelah tampil.

 

NEWS.COM, JAKARTA – Kepadatan jadwal kerja yang terus-menerus datang selama bulan Ramadan memaksa para artis tanah air untuk memiliki strategi khusus dalam menjaga kondisi tubuh dan kesehatan.

Kegiatan syuting acara sahur yang dimulai dari pagi hari, dilanjutkan dengan acara menjelang berbuka puasa, hingga tampil di luar studio pada malam hari menjadi kebiasaan yang sering dilakukan oleh para seniman selama bulan suci.

Dalam menghadapi tekanan pekerjaan yang semakin meningkat sambil tetap menjalankan ibadah puasa, para selebritas diharuskan memperhatikan pola makan, mengatur jadwal istirahat, serta menerapkan kebiasaan hidup sehat agar tetap dalam kondisi optimal sepanjang bulan Ramadhan.

Peningkatan aktivitas kerja selama Ramadan memang telah menjadi kebiasaan tahunan di dunia hiburan. Acara televisi dengan nuansa agama, acara dakwah yang menyenangkan, serta konser khusus Ramadan meningkatkan permintaan terhadap para artis secara signifikan. Namun di tengah tingginya intensitas pekerjaan, para artis menyadari betapa pentingnya menjaga kondisi tubuh agar tetap bisa tampil optimal sekaligus menjalankan ibadah dengan baik.

Untuk menjaga kondisi tubuh dan kualitas suara, musisi religi senior, Haddad Alwi secara sadar membatasi jadwal kerjanya. “Jika diberi tawaran bisa sebulan penuh, tapi itu tidak mungkin. Maksimal kita batasi 20 kali,” katanya saat diwawancarai, di Kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, Jumat (6/2/2026).

“Tidak mungkin lebih, lelah kita kan,” lanjutnya.

Batasan ini, menurutnya, sangat penting dilakukan. Selain untuk menjaga suara dalam acara lain, kelelahan akibat perjalanan jauh juga menjadi alasan utama.

Baja Juga  6 Pulau Populer yang Wajib Dikunjungi Tahun 2026

“Suara ini juga perlu dijaga. Karena perjalanan sering dilakukan di luar pulau, terkadang harus naik pesawat beberapa kali,” katanya.

Saat ditanya mengenai rahasia menjaga energi meskipun memiliki jadwal yang sibuk sambil berpuasa, Haddad Alwi menyatakan bahwa puasa itu sendiri merupakan kuncinya, asalkan dilakukan dengan benar. “Sebenarnya puasa itu sendiri dapat menjaga stamina. Dengan syarat, jangan terus-menerus ‘membalas dendam’ saat berbuka puasa,” katanya.

Ia juga memberikan saran dengan mengikuti petunjuk Nabi Muhammad SAW, yaitu berbuka dengan kurma dan air, serta tidak makan dan minum berlebihan saat berbuka maupun sahur. “Pertama, sehat. Tubuh terasa lebih nyaman, bukan? Yang ingin menurunkan berat badan juga (dapat) dilakukan di bulan Ramadan,” tutupnya.

Di sisi lain, Musisi Mohammad Istiqamah Djamad, yang lebih dikenal dengan nama panggung Is Pusakata memiliki perspektif berbeda mengenai bulan suci Ramadan.

Jika banyak musisi mengurangi jumlah tampilannya, mantan vokalis Payung Teduh justru mengatakan bahwa ia lebih efisien dalam mencipta karya, bahkan secara sengaja memilih bulan puasa sebagai waktu untuk melakukan proses rekaman musik.

Menurutnya, kondisi lapar saat berpuasa justru bisa meningkatkan kreativitasnya dalam menulis lirik. “Posisi lapar dan menahan lapar itu seperti memaksimalkan, tidak tahu mengapa, tapi liriknya terasa lebih baik saat berpuasa,” ujar Is.

Kebiasaan ini ternyata telah ia lakukan sejak lama, bahkan sejak masih bersama band yang membuat namanya terkenal. “Serius, jadi suka merekam lagu saat bulan Ramadan. Dari masa awal Payung Teduh kita sudah merekam lagu-lagunya saat Ramadan,” tambahnya. Ia merasakan adanya fokus dan suasana yang berbeda selama Ramadan, yang menurutnya sangat mendukung proses kreatif. Baginya, bulan ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan refleksi diri atau muhasabah.

Baja Juga  Seni Melepaskan: 8 Hal yang Terlalu Dijaga Menurut Psikologi

“Saya merasa fokusnya berbeda, suasana hatinya juga berbeda. Ramadan adalah waktu untuk memikirkan betapa tidak sempurnanya diri kita sebenarnya. Banyak-banyaklah melakukan evaluasi diri,” katanya.

Meski mengakui panggung musik pada bulan puasa cenderung lebih sepi, hal tersebut tidak mengurangi semangatnya. Tahun ini, Is Pusakata justru mengadakan tur khusus. “Saya bersyukur, tahun ini bersama manajer saya, kita justru membuat tur,” katanya.

Tur ini akan mengunjungi tujuh kota yang telah dikonfirmasi di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Konsepnya menarik, yaitu dengan mendatangi langsung titik-titik komunitas secara aktif.

“Kita bekerja sama dengan beberapa titik komunitas, ya. Kalau tur seperti ini. Tur, bukan konser, tur. Kita yang mengambil inisiatif,” jelasnya.

Salah satu selebriti yang mendapatkan tawaran pekerjaan selama bulan Ramadan adalah Arbani Yasiz. Pemeran dalam serial religius berjudul ‘Keluarga yang Tak Dirindukan’ ini mengungkapkan bahwa untuk menjaga stamina di tengah jadwal syuting yang padat, ia lebih memilih banyak mengonsumsi air putih serta menjaga pola tidur. “Yang lebih sulit itu menjaga stamina, karena saya harus minum air putih lebih banyak saat sahur dan berbuka puasa. Belum lagi mengatur ritme tidur, itu yang agak susah menurut saya. Karena saya sudah terbiasa insomnia, ditambah dengan waktu sahur, jadi setelah subuh baru bisa tidur tapi tetap harus bekerja. Jadi pengaturan waktunya itu yang agak-agak perlu diperhatikan,” katanya.

Arbani juga mengakui bahwa ia biasanya mengonsumsi vitamin. “Lebih ke biasanya minum vitamin sudah pasti, air mineralnya aku lebih banyak, ditambah yang manis-manis ini saja. Berbukanya dengan yang manis biasanya,” katanya.

Saat ditanya tentang makanan favorit saat berbuka puasa dan sahur, Arbani menyebut mi dan nasi serta kurma dan buah-buahan sebagai yang paling utama. “Untuk sahur, pasti nasi. Jika tidak ada nasi, maka mi. Jadi saya selalu memperbanyak karbohidrat untuk mendapatkan energi. Saat berbuka puasa, saya selalu memulai dengan kurma, tiga hingga tujuh butir, lalu baru mengonsumsi makanan manis seperti buah. Makan nasi biasanya tidak dilakukan saat berbuka, tetapi setelah shalat tarawih, sekitar jam 9 malam,” katanya.

Baja Juga  Harga Bawang Merah dan Cabai Naik di Pasar Induk Kramat Jati saat Awal Ramadhan 2026

Pria yang mulai dikenal karena perannya dalam serial Roman Picisan the Series ini juga mengakui bahwa menghindari makanan gorengan adalah salah satu hal paling sulit yang harus dihadapinya selama bulan Ramadan. “Kayaknya sekarang harus gue hindari, tapi susah banget untuk tidak mengonsumsi gorengan. Menurut gue, gorengan pada bulan puasa justru lebih enak saat berbuka, itu seperti primadona Ramadan,” ujarnya.

Untuk menjaga stamina, Cakra Khan tidak memiliki resep khusus. Ia lebih memilih metode paling efektif dengan cukup beristirahat serta mengonsumsi makanan yang tepat saat sahur dan berbuka. “Tidur, tidur, dan makan dengan benar saja. Berpuasa juga membutuhkan kondisi tubuh yang sehat, semoga selalu diberi kesehatan,” katanya.

Hal lain yang juga menarik perhatian adalah mengenai para rider yang tampil selama Ramadan. Jauh dari kesan rumit atau permintaan tidak wajar, Cakra justru mengakui hampir tidak memiliki permintaan khusus.

“Tidak ada yang aneh-aneh, yang penting biasanya hanya handuk,” katanya dengan santai.

Bahkan ketika ditanyakan mengenai permintaan khusus Ramadan, Cakra langsung menolak. Ia hanya menyebutkan satu hal penting selain handuk, yaitu oksigen. “Saya lebih suka oksigen saja,” katanya sambil tertawa.

Menurut Cakra, oksigen tidak disebabkan oleh kondisi kesehatan tertentu, tetapi untuk membantu menjaga keseimbangan tubuh setelah lelah tampil di panggung. “Terkadang lebih nyaman saja setelah lelah, untuk menstabilkan,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *