JAMBI.COM, JAMBI –Beberapa pedagang di Pasar Angso Duo Jambi menyampaikan keluh kesah mengenai situasi pasar.
Sejumlah pedagang ikan menyampaikan keluh kesah terkait menurunnya tingkat keamanan, kebersihan, dan kualitas pelayanan.
Situasi ini memengaruhi penurunan penghasilan para pedagang.
Mansur (43), seorang pedagang ikan di Pasar Angsi Duo mengungkapkan bahwa ia sering mengalami kehilangan barang dagangannya, seperti ikan dan peralatan kerjanya.
“Barang saya hilang, ikan, alat kerja, bahkan kantong plastik,” kata Mansur saat diwawancarai jambi.com pada Jumat (22/8/2025).
Masalah lain yang disampaikan oleh Mansur adalah biaya air PDAM yang dianggap terlalu tinggi.
“Air PDAM mahal, seharga Rp12 ribu per kubik,” katanya.
Selain itu, keadaan pasar yang sepi juga menjadi penyebab turunnya pendapatan para pedagang.
Dulunya, Mansyur mengatakan mampu menjual 200-300 kilogram ikan, tetapi sekarang hanya sekitar 130 kilogram yang terjual habis.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Bakri (52), pedagang ikan lainnya yang ikut merasakan pengaruh dari kondisi pasar yang tidak menguntungkan.
“Barang saya juga sering hilang, ikan menghilang,” kata Bakri.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya kebersihan di pasar, meskipun para pedagang telah membayar biaya kebersihan.
“Kondisi kebersihan seperti ini, tidak bersih meskipun biaya kebersihan telah dibayarkan,” katanya.
Pantauan Jambi.com di lapangan menunjukkan bahwa memang terlihat tikus yang berkeliaran di area Pasar Angso Duo Jambi. (jambi.com/Khusnul Khotimah)
Lihat berita terkini dari jambi.com diGoogle News
Lihat informasi tambahan di media sosialFacebook, Instagram, Thread dan X Jambi




