BADAN Pangan Nasional berencana tetap menyediakan makanan bergizi secara gratis atauMBG selama Ramadan 2026Bulan yang menjadi masa umat Islam menjalankan ibadah puasa akan berlangsung pada pertengahan bulan Februari hingga bulan Maret mendatang.
Kepala BGNDadan Hindayana menyatakan bahwa lembaganya telah menyiapkan empat model pendistribusian MBG selama bulan Ramadan. Model ini dapat diterapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sesuai dengan ciri-ciri penerima manfaat di daerah mereka.
Skema pertama, menurut Dadan, adalah SPPG tetap mengirimkan menu MBG ke sekolah-sekolah yang sebagian besar siswanya beragama Islam. Namun, SPPG akan menyediakan makanan yang tahan lama agar siswa yang berpuasa bisa membawa pulang makanan tersebut untuk disantap saat berbuka. “Bisa dibawa ke rumah untuk dikonsumsi saat buka,” ujar Dadan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu, 7 Februari 2026.
Skema kedua, yang diungkapkan oleh Dadan, berlaku untuk sekolah-sekolah di mana sebagian besar siswanya tidak berpuasa. Di daerah-daerah tersebut, menurutnya, MBG akan berjalan seperti biasa sehingga siswa tetap dapat mengonsumsi makanan gratis di sekolah.
Skema ketiga berlaku bagi perempuan yang sedang hamil, menyusui, dan anak kecil. Dalam ajaran Islam, ketiga kelompok ini dianggap memiliki kewenangan untuk tidak berpuasa. Dadan menyatakan bahwa pemberian MBG terhadap mereka akan berlangsung seperti biasa.
Sementara skema keempat berlaku bagi penerima manfaat yang berada di lingkungan pesantren atau sekolah asrama. Dalam skema ini, SPPG yang berada di pesantren tetap akan memberikan MBG. Namun, makanan akan disajikan pada siang hari sehingga bisa dikonsumsi oleh siswa saat berbuka puasa.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan sebelumnya menegaskan bahwa program MBG akan terus berjalan selama Ramadan dengan penyesuaian menu camilan. “Bagi umat Muslim yang berpuasa, diberikan makanan kering. Sekolah-sekolah yang tidak berpuasa, tetap seperti biasa,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.
Ia menyatakan penyaluran MBG selama Ramadan akan disesuaikan sesuai jenis penerima manfaat. Penyaluran MBG untuk sekolah umum yang memiliki siswa muslim akan dilakukan pada siang hari dengan makanan kering. Sementara untuk sekolah yang tidak menjalankan puasa, menu makanan dan penyaluran MBG akan berjalan seperti biasanya, demikian pula untuk ibu hamil dan balita.
Sedangkan pendistribusian MBG kepada pesantren dilakukan pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa. “Hanya perubahan waktu, hanya siswa SMA umum yang beragama Islam yang mengganti makanan kering. Yang lain tetap,” ujar politikus Partai Amanat Nasional tersebut.
BGN menyampaikan bahwa makanan kering yang terdapat dalam menu MBG selama bulan puasa bisa berupa kurma, olahan telur seperti telur rebus, telur asin, atau telur pindang, buah-buahan, susu, serta abon. Kepala BGN Dadan Hindayana menyebutkan bahwa sistem pendistribusian MBG pada Ramadan tahun ini mirip dengan pelaksanaannya saat bulan puasa tahun lalu.
Alfitria Nefi Pratiwi dan Hendrik Yaputramembantu dalam penyusunan artikel ini




