Ringkasan Berita:
- Peningkatan jumlah wisatawan di berbagai tempat tujuan favorit diperkirakan akan terjadi seiring liburan panjang yang menyambut Tahun Baru Imlek.
- Tanpa persiapan yang baik, rencana liburan yang inginnya menyenangkan justru bisa berakhir dengan rasa stres.
- Pengunjung disarankan untuk merencanakan perjalanan jauh-jauh hari sebelumnya
NEWS.COM, JAKARTA – Liburan panjang Tahun Baru Imlek yang bertepatan dengan Hari Valentine tahun ini diperkirakan akan menyebabkan peningkatan jumlah wisatawan di berbagai tempat tujuan favorit.
Bagi banyak orang, ini merupakan momen yang tepat untuk pemulihan diri dan berkumpul dengan keluarga tercinta. Namun, tanpa persiapan yang baik, niat untuk bersantai justru dapat berakhir dengan stres akibat kemacetan dan penginapan yang penuh sesak.
Pak Gusde, pemilik Balinesia Itineraries, memberikan beberapa saran agar liburan panjang Anda tetap mengesankan tanpa harus repot.
1. Kirim Pesan Lebih Dini, Gunakan Agen yang Handal
Peningkatan jumlah wisatawan selama liburan panjang menyebabkan tiket transportasi dan kamar hotel cepat habis. Bli Gusde menyarankan untuk merencanakan perjalanan jauh-jauh hari melalui agen perjalanan yang memiliki reputasi baik.
“Pada liburan panjang, perencanaan menjadi kunci agar para wisatawan dapat menikmati perjalanan tanpa merasa kewalahan. Dengan bantuan dari agen, rencana perjalanan bisa dibuat lebih efisien sehingga tidak menyebabkan kelelahan,” ujar Bli Gusde.
2. Pilih Tujuan yang Sesuai dengan “Nuansa” Liburan
Setiap perjalanan memiliki harapan yang berbeda. Liburan keluarga membutuhkan ritme yang lebih tenang, sedangkan pasangan biasanya menginginkan suasana yang lebih pribadi dan romantis.
Ia menyarankan pemilihan lokasi tertentu, seperti perjalanan island hopping di Nusa Penida atau menonton matahari terbit di Bromo, tergantung pada pengalaman yang ingin dicapai.
3. Prioritaskan Keamanan dan Penelitian Mitra Lokal
Di tengah ramainya musim liburan, kepercayaan diri pemandu wisata dan transportasi sangat penting. Bli Gusde menekankan perlunya melakukan penelitian atau memanfaatkan jasa travel yang bekerja sama dengan mitra lokal yang kompeten.
Pastikan sopir dan pemandu wisata memahami secara mendalam kondisi medan agar memberikan rasa aman selama perjalanan, baik di Bali, Lombok, maupun Labuan Bajo.
4. Susun Jadwal Perjalanan yang Seimbang
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh para pengunjung saat berlibur panjang adalah memaksakan diri untuk mengunjungi banyak lokasi dalam jangka waktu singkat.
“Perjalanan yang terlalu padat justru mengurangi kenyamanan. Kami selalu merekomendasikan rencana perjalanan yang seimbang antara waktu untuk menjelajahi dan waktu untuk beristirahat agar setiap momen terasa lebih bermakna,” tambah Bli Gusde.
5. Hargai Kearifan Lokal
Liburan tidak hanya tentang pemandangan, tetapi juga mengenai budaya. Menghargai kebiasaan dan tradisi di tempat tujuan seperti Bali dan Lombok akan memperkaya perjalanan spiritual Anda.
Menggunakan pemandu wisata setempat disarankan agar para pengunjung tidak hanya sekadar mengunjungi, tetapi juga memahami makna mendalam yang terkandung dalam tempat tujuan tersebut.
6. Wisata yang Membawa Dampak Baik
Terakhir, liburan yang berkesan adalah liburan yang juga memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar. Bli Gusde berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan pelaku UMKM, mulai dari pengrajin souvenir hingga usaha kuliner lokal.
“Kami yakin bahwa pariwisata yang baik adalah pariwisata yang memberikan keuntungan langsung kepada perekonomian masyarakat setempat,” tutupnya.




