Ringkasan Berita:
- Salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan keyakinan selama bulan tertentu adalah mendengarkan ceramah dari pemateri.
- Contoh khutbah singkat untuk 3 Ramadhan 1447 H/2026
PRIANGAN.COM – Tidak terasa, saat ini kita sudah memasuki hari ketiga bulan Ramadan.
Bagaimana perkembangannya, apakah puasa yang kamu lakukan berjalan dengan baik?
Ya, selama sebulan penuh, umat Islam di seluruh dunia secara bersamaan menjalankan ibadah puasa dengan maksud mematuhi perintah Allah.
Di dalam agama Islam, selain dianggap sebagai bentuk ibadah dan bukti ketaatan seorang hamba kepada Tuhan, puasa memiliki berbagai keutamaan.
Selain berpuasa, umat Islam diwajibkan untuk senantiasa memperbarui imannya di bulan ini sebagai tambahan pahala.
Salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan iman pada bulan ini adalah mendengarkan ceramah dari dai.
Kultum merupakan singkatan dari kuliah selama tujuh menit yang berisi pesan atau nasihat positif untuk sesama umat Islam di hadapan umum.
Kultum umumnya disampaikan oleh dai, ustadz, tokoh masyarakat atau para ayah yang bertanggung jawab dalam mengisi acara tersebut.
Tentu, berikut beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Pada bulan Ramadan, kultum umumnya mudah ditemukan dan disampaikan sebelum waktu berbuka puasa, sebelum salat tarawih, atau setelah shalat subuh. 2. Di bulan Ramadan, kultum biasanya tersedia dan disampaikan sebelum berbuka puasa, sebelum salat tarawih, atau setelah subuh. 3. Kultum sering kali dijumpai selama bulan Ramadan, baik sebelum berbuka puasa, sebelum salat tarawih, maupun setelah shalat subuh. 4. Pada bulan Ramadan, kultum biasanya dapat ditemui dan disampaikan sebelum waktu buka puasa, sebelum salat tarawih, atau setelah subuh. 5. Di bulan Ramadan, penyampaian kultum umumnya dilakukan sebelum berbuka puasa, sebelum salat tarawih, atau setelah shalat subuh.
Maka, berikut ini contoh kultum untuk 3 Ramadan 1447 H/2026.
Judul: Makna dan Keuntungan Mengerjakan Ibadah Puasa
Ma’asyiral muslimîn rahimakumullah,
Sebagai seorang Muslim, kita perlu yakin bahwa segala sesuatu yang diwajibkan oleh Allah kepada manusia pasti mengandung hikmah dan kebaikan. Meskipun hikmah atau manfaat tersebut belum sepenuhnya dapat dipahami oleh akal manusia yang terbatas.
Salah satu ajaran yang wajib dilaksanakan oleh kita saat ini adalah menjalankan puasa pada bulan Ramadan. Dalam ibadah puasa ini, terdapat berbagai makna dan manfaat yang sangat banyak. Baik dari segi spiritual, kesehatan, maupun aspek sosial ekonomi.
Salah satu hikmah puasa dari segi spiritual adalah puasa sebagai salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan semesta alam. Dengan berpuasa, seseorang meninggalkan berbagai kesenangan dunia seperti makan, minum, dan bersama pasangan. Dengan kata lain, ia lebih mengutamakan keinginan Tuannya daripada kepuasan pribadinya sendiri. Puncaknya adalah mencapai tingkat ketakwaan.
Seperti yang dijelaskan oleh Allah, “Hai orang-orang yang beriman, kalian diwajibkan berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi bertakwa.” (al-Baqarah: 183). Jika seseorang mampu mencapai tingkat ketakwaan, maka ia akan dengan mudah menjalankan perintah Allah dan menghindari segala larangan-Nya. Oleh karena itu, pada awal ayat tentang perintah puasa ini dimulai dengan kalimat “Hai orang-orang yang beriman,” yang menunjukkan bahwa hanya orang yang memiliki iman yang benar yang mampu menjalankan perintah puasa Ramadhan secara benar dan penuh ketakwaan.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Dari segi kesehatan, seperti yang telah dijelaskan oleh para ahli, puasa membawa banyak manfaat bagi tubuh, ketenangan jiwa, dan kecantikan. Selama berpuasa, organ-organ tubuh dapat beristirahat, sementara miliaran sel dalam tubuh bisa berkumpul untuk bertahan hidup. Puasa berperan sebagai proses detoksifikasi yang mengeluarkan kotoran, racun, atau toksin dari dalam tubuh, meregenerasi sel-sel tubuh, serta mengganti sel-sel yang rusak dengan yang baru. Selain itu, puasa juga membantu memperbaiki fungsi hormon, menjaga kesehatan kulit, dan meningkatkan daya tahan tubuh karena manusia memiliki kemampuan penyembuhan alami.
Selain itu, berpuasa membuat tubuh lebih bertenaga. Karena saat berpuasa, sistem pencernaan beristirahat. Akibatnya, energi disimpan untuk proses pemulihan dan perbaikan sel-sel tubuh.
Energi akan digunakan untuk membersihkan dan mengeluarkan racun dari usus, darah, serta memperbaiki sel-sel tubuh yang terkena berbagai penyakit. Puasa meningkatkan daya tahan tubuh, memperkuat kesehatan fisik dan mental, serta membuat tubuh menjadi lebih segar dan muda.
Para hadirin dan hadirat yang dihormati Tuhan,
Berikut adalah beberapa hikmah atau manfaat puasa dari segi sosial dan ekonomi, yang sangat beragam. Salah satunya ialah puasa mampu memotivasi seseorang untuk saling membantu sesama. Ketika seseorang menjalankan puasa, ia akan merasakan bagaimana perasaan lapar orang-orang yang tidak mampu memperoleh makanan dengan layak. Hal ini kemudian mendorongnya untuk berbagi kepada sesama.
Seperti yang telah ditunjukkan oleh Nabi Muhammad selama bulan Ramadhan. Dalam sebuah hadis shahih yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, ia mengatakan, “Nabi Muhammad adalah orang yang paling dermawan. Beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan ketika beliau bertemu dengan Jibril. Jibril datang kepadanya setiap malam untuk mengajarkan Al-Qur’an. Dan kedermawanan Nabi Muhammad melebihi angin yang berhembus.” (HR. Bukhari).
Dari sisi ekonomi, manfaat berpuasa sangat terlihat. Ketika tiba bulan puasa, peredaran uang dan peningkatan aktivitas perdagangan meningkat pesat. Terlebih lagi menjelang hari raya.
Namun sayangnya, manfaat puasa dari segi ekonomi ini belum dapat dimanfaatkan secara penuh oleh umat Islam. Karena kebanyakan perdagangan masih dikuasai oleh non-Muslim. Sementara kita hanya sebatas penonton atau pendukung. Semoga Allah membantu kita semua.
Berikut beberapa makna dan manfaat berpuasa yang dapat kami sampaikan, semoga bisa memperkuat iman dan kesungguhan hati kita dalam menjalankan kewajiban puasa Ramadan. (*)
Lihat berita terbaru Priangan.com lainnya di: Google News




