Pasukan Angkatan Bersenjata Nasional (TNI) sedang mempersiapkan diri untuk mengirimkanpasukan perdamaianke wilayah sengketa di Gaza, Palestina. Pasukan yang akan diberangkatkan ke Gaza berasal dari satuan yang pernah bertugas di daerah konflik.
Dinyatakan oleh Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita. “Kami telah memiliki pengalaman, ada United Nations Interim Force in Lebanon yang pernah berada di sana,” ujarnya setelah menghadiri rapat bersama Komisi I DPR, di kompleks DPR, Jakarta, pada Selasa, 10 Februari 2026.
Selanjutnya, United Nations Interim Force in Lebanon atau Unifil adalah pasukan perdamaian dari Tanah Air yang diberangkatkan ke Lebanon guna menjalankan tugas kemanusiaan. “Mereka inilah yang akan kami kirim ke sana. Jadi bukan satuan-satuan yang belum pernah bertugas ke wilayah konflik,” katanya.
Jenderal bintang empat ini menyampaikan bahwa pasukan yang pernah bertugas di daerah konflik lebih siap dibandingkan yang belum. Menurutnya, pasukan yang tergabung dalam Unifil memiliki pengalaman. “Dari segi pemahaman terhadap medan dan cara berkomunikasi dengan masyarakat setempat,” ujar Tandyo.
Pengiriman pasukan perdamaian ini dilakukan bersamaan dengan keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Salah satu komponen yang mulai mempersiapkan diri adalah TNI Angkatan Darat.
Dalam pernyataan terpisah, Kepala Staf TNI AD Jenderal Maruli Simanjuntak memprediksi sekitar 8.000 personel militer akan dikerahkan oleh Indonesia untuk membantu menjaga perdamaian. “Bisa satu brigade, 5.000 hingga 8.000 mungkin. Namun masih dalam pembicaraan, belum pasti. Jadi belum ada kepastian jumlah sampai saat ini,” ujar Maruli setelah rapat pimpinan TNI dan Polri di Istana Presiden, Jakarta, pada Senin, 9 Februari 2026.
Saat ini, menurut Maruli, koordinasi penugasan pasukan perdamaian ke daerah konflik masih berlangsung. Maruli mengatakan, pihak yang bertanggung jawab atas misi perdamaian tersebut nantinya akan memberikan petunjuk terkait kebutuhan prajurit kepada Markas Besar TNI. Selanjutnya, petunjuk tersebut akan disampaikan ke Markas Besar TNI Angkatan Darat.
“Kami menunggu hasil koordinasi dari pihak yang mengkoordinasi di Gaza, kemudian ke Mabes TNI, Mabes TNI akan melanjutkan ke Mabes AD, membutuhkan personel dengan karakter seperti apa. Nanti kami siapkan,” ujar Maruli.
Maruli mengatakan bahwa internal TNI AD mulai melakukan persiapan awal berupa pelatihan, meskipun penugasan pasukan perdamaian belum dapat dipastikan. Pelatihan bagi para prajurit tersebut ditujukan pada penguatan karakter hingga persiapan kesehatan.
Ervana Trikarinaputrimembantu dalam penyusunan artikel ini




