Ketahanan Pangan Majalengka: Kisah Lanud Sugiri Sukani Mengolah Lahan Kosong

Laporan jurnalis Cirebon.com, Adim Mubaroq

MEDIAPRESISI.COM, MAJALENGKA– Pagi hari, di Lanud Sugiri Sukani Majalengka, udara segar mengelilingi kolam ikan yang teratur. Air mengalir perlahan, menantikan tangan prajurit yang akan memanen hasil kerja keras mereka selama empat bulan terakhir.

Benih ikan Nila Bangkok yang sebelumnya hanya berenang di keramba kini sudah cukup besar untuk dipanen.

Panen pertama dilakukan oleh Satker Dinas Logistik Lanud SKI, dari dua keramba dengan ukuran 6×4 meter dan kedalaman masing-masing 1,5 meter, yang sebelumnya diberi 4.000 benih ikan Nila Bangkok.

Proses pemanenan dilakukan secara terpilih, di mana ikan yang berukuran besar dipilih untuk dikonsumsi, sedangkan ikan yang masih kecil dilepaskan kembali ke keramba untuk perawatan lebih lanjut. Hasil panen pertama mencapai 150 kilogram ikan Nila Bangkok.

Baja Juga  Selamat! Pemenang Undian Hepi Agustus 2025 Telkomsel, Nomor HP Anda Menang Beat Genio Samsung

Kepala Lanud Sugiri Sukani, Letkol Pnb Yudisthira menekankan bahwa penggunaan lahan kosong dan budidaya ikan merupakan bentuk nyata komitmen Lanud SKI dalam menjaga ketersediaan pangan mandiri serta mendukung ketahanan pangan nasional.

“Lanud Sugiri Sukani berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam membentuk Indonesia yang kuat di sektor pertanian,” kata Yudisthira kepada , Sabtu (13/9/2025).

Berdasarkan pendapat Yudisthira, mulai dari penangkapan ikan hingga lahan kacang hijau, setiap aktivitas di Lanud Sugiri Sukani Majalengka menunjukkan peran penting militer dalam mendukung kesejahteraan warga, sekaligus membuktikan bahwa ketahanan pangan bukan hanya sekadar pembicaraan, tetapi hasil kerja nyata yang bisa dirasakan manfaatnya.

Kasitahwildirga Lanud SKI, Kapten Sus Turi Noor Kuswati menyampaikan, budidaya ikan ini diharapkan memberikan manfaat yang berkelanjutan, baik untuk satuan maupun masyarakat sekitar. “Semua ini merupakan bentuk kontribusi Lanud Sugiri Sukani dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan,” katanya.

Baja Juga  Alasan Guru Harmini Hendak Cekik Siswa Saat Upacara, DPRD Minta Pemeriksaan Kesehatan Jiwa

Sementara itu, lahan seluas 1.000 meter persegi mulai ditanami benih kacang hijau unggulan VIMA I. Lahan tersebut sebelumnya telah diolah dengan bantuan traktor dari Kementerian Pertanian, kemudian diberi pupuk HCL, SP26, dan pupuk kandang. Pemupukan dilakukan oleh tiga Perwira PSDP lulusan pertanian, agar bibit dapat tumbuh secara optimal.

Letda Adm Dwiki, Perwira PSDP yang khusus menangani bidang pertanian menjelaskan, benih VIMA I dipilih karena mampu bertahan terhadap kondisi iklim, perawatannya sederhana, dan masa panen hanya memakan waktu 60-70 hari.

“Wilayah ini akan dikembangkan lebih luas dan diperkenalkan kepada masyarakat sekitar guna mendukung kemandirian pangan,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *