Kementerian Luar Negeri mengkritik kegiatanIsraeldi Lebanon Selatan. Kementerian Luar Negeri mengatakan serangan militer Israel di wilayah perbatasan dengan negara Zionis tersebut telah mengganggu pelaksanaan tugas pasukan perdamaian PBB atau United Nations Interim Forces in Lebanon (UNIFIL).
Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, menyatakan bahwa Indonesia selalu mengecam serangan-serangan yang dilakukan Israel di wilayah Selatan Lebanon. “Serangan ini memperparah kondisi keamanan, mengancam”peacekeepersPBB, serta mengganggu pelaksanaan tugas UNIFIL,” ujar Yvonne melalui pesan singkat, Kamis, 2 April 2026.
Menurut Yvonne, Indonesia juga mengecam dengan sangat keras serangan yang terjadi yang menimpaPeacekeepersAnggota Indonesia yang bertugas di UNIFIL. Serangan pada 29 dan 30 Maret tersebut menyebabkan tiga anggota Tentara Nasional Indonesia tewas dan lima lainnya luka-luka.
Yvonne mengatakan serangan itu menimbulkan kesedihan yang mendalam bagi Indonesia. “Kementerian Luar Negeri kembali menyampaikan belasungkawa yang mendalam dan memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan, serta mendoakan pemulihan yang cepat bagi para personel yang terluka,” katanya.
Saat ini, Indonesia mengajukan permintaan kepada PBB untuk melakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut karena identitas pelakunya masih belum jelas. Indonesia tidak secara langsung menyebutkan Israel sebagai pihak yang melakukan serangan tersebut.
Yvonne menjelaskan alasan pemerintah Indonesia belum secara jelas menyebutkan pelaku. “Ini karena proses penyelidikan oleh UNIFIL masih berlangsung,” katanya.
Yvonne menyampaikan, sangat penting bahwa pernyataan Indonesia terhadap pihak yang bersangkutan didasarkan pada fakta dan hasil penyelidikan yang lengkap. “Agar akuntabilitas dapat dijalankan secara meyakinkan,” ujar Yvonne.
Saat ini, menurutnya, serangan tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh UNIFIL. Penyelidikan ini dilakukan untuk memperoleh informasi lengkap mengenai pelaku serangan serta alasan di balik serangan yang menewaskan tiga anggota TNI.
Yvonne menyatakan, Indonesia telah secara jelas meminta dilakukannya penyelidikan yang cepat, menyeluruh, dan terbuka untuk mengungkap fakta-fakta, termasuk urutan kejadian serta pihak yang bertanggung jawab. “Menegaskan bahwa pertanggungjawaban penuh harus diwujudkan, proses ini akan terus diawasi dan dipantau oleh Indonesia,” katanya.




