mediapresisi.com– Rencana pengiriman pasukan militer dan polisi ke Gaza, Palestina, juga dibahas dalam rapat pertama Board of Peace (BoP) di Washington DC, Amerika Serikat (AS), pada Kamis (19/2) waktu setempat. Menurut laporan Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) Mayor Jenderal Jasper Jeffers, seorang jenderal dari Indonesia akan menjadi wakil komandan ISF.
ISF adalah pasukan stabilisasi internasional yang dibentuk untuk melaksanakan tugas di wilayah Gaza. Tujuan pembentukan ISF adalah untuk menciptakan perdamaian. Selain Indonesia, beberapa negara lain juga telah menyatakan kesiapan untuk bergabung dalam ISF. Negara-negara tersebut yaitu Maroko, Albania, Kosovo, Kazakhstan, Mesir, dan Yordania.
“Saya ingin mengumumkan bahwa saya telah menawarkan, dan Indonesia telah menerima, jabatan Wakil Komandan untuk ISF. Dengan langkah awal ini, kita akan berkontribusi dalam menyediakan keamanan yang diperlukan Gaza demi kemakmuran masa depan dan perdamaian yang berkelanjutan,” kata Jasper.
Menurut Jasper, ISF nantinya akan berfokus pada upaya menstabilkan situasi di Gaza. Tujuannya adalah untuk memfasilitasi pelaksanaan tugas oleh pemerintahan sipil. ISF diberikan wewenang untuk mengawasi gencatan senjata dan menjaga stabilitas keamanan, bukan untuk melakukan konfrontasi. Di sisi lain, Indonesia menyatakan kesiapan untuk mengirim hingga delapan ribu pasukan TNI ke Gaza.
Pasukan TNI yang terlibat dalam ISF akan diberi tugas di bidang non-perang, bantuan kemanusiaan, medis, serta pemulihan infrastruktur. Pada rapat pertama BoP, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung tercapainya perdamaian global, khususnya di wilayah Gaza. Hal ini sesuai dengan mandat yang diberikan negara kepada dirinya.
“Capaian gencatan senjata ini nyata. Kami siap mengirim pasukan tersebut untuk berpartisipasi aktif dalam Pasukan Stabilisasi Internasional agar perdamaian ini dapat tercapai,” ujar Prabowo dengan tegas.
Prabowo juga menyatakan, tujuan utama Indonesia mengikuti BoP adalah untuk menjaga perdamaian di Gaza. Hal ini menjadi komitmen awal Indonesia yang terus disampaikan kepada negara-negara lain di dunia. Oleh karena itu, Indonesia mendukung BoP dan memastikan komitmennya penuh untuk berpartisipasi dalam upaya perdamaian di Gaza.
“Indonesia sepenuhnya setuju dan memiliki komitmen penuh terhadap rencana ini. Oleh karena itu, kami bergabung dengan Board of Peace. Kami berkomitmen untuk mencapai keberhasilannya. Kami menyadari akan ada banyak tantangan dan kesulitan, tetapi kami sangat percaya diri,” katanya.




