MediaPresisi.com,MALANG — Rakyat Indonesia tidak akan menjadi kuat hanya melalui infrastruktur atau teknologi canggih, tetapi memerlukan akhlak yang baik dari seluruh lapisan masyarakat.
Berikut adalah beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Inilah salah satu poin penekanan yang disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. 2. Salah satu pernyataan tegas dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. 3. Demikian salah satu penekanan yang diungkapkan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. 4. Berikut ini merupakan salah satu pernyataan jelas dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. 5. Salah satu hal yang ditegaskan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. 6. Ini adalah salah satu poin penting yang disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. 7. Berikut salah satu penekanan yang dilakukan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. 8. Demikian salah satu pernyataan tegas dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof.Haedar Nashir, saat penutupan Program Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru (Pesmaba)Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (12/9/2025).
Ilmu tanpa keyakinan dapat menghasilkan keangkuhan, sedangkan iman dan akhlak membuat kehidupan menjadi bermakna. Manusia yang terbaik adalah yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Haedar Nashir.
Haedar Nashir juga memberi peringatan kepada mahasiswa baru untuk mengubah perspektif mereka terhadap pendidikan tinggi.
Menurutnya, kuliah di UMM merupakan bagian dari rantai perjuangan Muhammadiyah yang diakui secara internasional, bukan hanya pilihan yang bersifat pragmatis.
“Jangan pernah merasa bahwa pendidikan di tempat lain lebih unggul. Kampus ini telah menghasilkan tokoh-tokoh nasional yang dipilih negara berdasarkan ilmu dan kejujurannya,” ujar Haedar.
Di sisi lain, Wakil Rektor II UMM, Ahmad Juanda, menekankan bahwa tantangan yang dihadapi mahasiswa saat ini tidak hanya berasal dari dalam kelas, tetapi juga dari laju digitalisasi dan lingkungan pergaulan yang semakin bebas.
Menurutnya, banyak mahasiswa di Indonesia terjebak dalam pola hidup yang berlebihan dalam berbelanja, kurangnya kemampuan membaca, serta sikap tidak peduli terhadap isu-isu negara.
“Jika Anda hanya terjebak dalam kesenangan sementara, Anda akan menjadi generasi yang kehilangan tujuan. Mahasiswa perlu memiliki kemampuan kritis dan daya saing, tetapi tetap berpegang pada nilai agama dan etika. Jangan biarkan lingkungan digital atau pergaulan yang tidak sehat mengambil masa depan Anda,” katanya.
Avdila Ayurahmadani, mahasiswa Ilmu Keperawatan dari Blitar, mengungkapkan mendapatkan pengalaman berharga selama masa Pesmaba.
Sangat menarik, karena Pesmaba UMM ini berbeda dari yang lain. UMM juga kreatif dalam menyajikan acara, terlebih selalu menghadirkan tamu istimewa di akhir sehingga penutupan terasa lebih meriah. Harapannya, aku bisasurvive di sini, ada teman yang memahami, lalu belajar berkembangsoft skill maupun hard skill, dan nyaman tinggal di Malang tanpa homesick,” ujarnya.
Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof. Nazaruddin Malik juga menekankan betapa pentingnya rasa percaya diri dalam menempuh pendidikan di UMM.
“Selamat datang di Kampus Putih. Jadilah generasi unggul yang tidak hanya berusaha meraih prestasi akademik, tetapi juga menghargai nilai kemanusiaan dan keislaman. Keberhasilan Anda akan ditentukan oleh cara Anda bersaing,” ujar Nazaruddin Malik.




