MediaPresisi.comKlub yang dimiliki oleh seorang konglomerat Indonesia, Como 1907, akan memulai musim baru Liga Italia dengan menghadapi tim tangguh Lazio.
Pertandingan antara dua tim yang berada di peringkat 10 besar klasemen Serie A musim lalu akan diselenggarakan di Stadion Giuseppe Sinigaglia, hari Minggu (24/8/2025) pukul 23.30 WIB.
Pelatih tim tuan rumah, Como, akan mengalami momen istimewa dalam pertandingan melawan Lazio.
Cesc Fabregas siap kembali berkolaborasi dengan pelatihnya saat di Chelsea, yang kini kembali memimpin I Biancoceleste, Maurizio Sarri.
Dengan bimbingan Sarri, mantan pemain tengah hebat Spanyol berkontribusi dalam meraih gelar Liga Europa bagi The Blues.
Meskipun hanya 16 partai yang bermain di bawah asuhannya, Fabregas sudah cukup mempelajari ilmu dari pelatih ternama Italia.
Ia memberikan rasa hormat yang besar kepada Sarri. Fabregas tidak ingin mengecewakan sang guru.
Ia merasa Como tidak layak dibandingkan dengan Tim Elang Ibu Kota dalam hal kualitas.
Meskipun posisi mereka di klasemen musim lalu hanya berbeda tiga poin, Fabregas merasa I Lariani bukan lawan langsung bagi Lazio dalam memperebutkan tujuan yang sama.
Apalagi pertandingan tersebut dihelat pada minggu pertama. Terlalu cepat menilai pertandingan ini sebagai pertarungan untuk memperebutkan posisi.
“Saya tidak yakin kita bisa membicarakan pertarungan langsung dalam pertandingan pertama,” ujar Fabregas, dilaporkan oleh MediaPresisi.com dari Sportmediaset.

Kami masih dalam tahap pembangunan, sedangkan mereka sudah selesai.
Ia (Sarri) adalah orang yang hebat, saya sangat menghargainya, ia membantu saya berkembang dan belajar.
Saya memperkirakan tim Lazio yang sudah sangat saling mengenal, dengan banyak pengalaman.
“Mereka akan memiliki pemahaman yang sangat jelas, ini akan menjadi pertandingan yang menarik,” ujar lulusan akademi Barcelona itu.
Fabregas menggabungkan Como sebagai salah satu tim yang menarik di Liga Italia.
Setelah menunjukkan performa yang mengagumkan setelah promosi, klub milik Djarum Group menjalani rangkaian pertandingan uji coba dengan hasil yang mengesankan.
Meski sempat meraih empat kemenangan beruntun melawan tim-tim tangguh.
Lille (3-2), Al Ahli (3-1), Ajax (3-0), dan Real Betis (3-2) menjadi sasaran mereka sebelum menutup pramusim dengan kalah telak dari Barcelona (0-5).
Cesc Fabregas menyadari munculnya anggapan bahwa Como berkeinginan untuk memenuhi syarat tampil di kompetisi antarklub Eropa musim depan.
Hal ini didukung oleh tindakan berani mereka untuk memperkuat tim dalam bursa transfer.
Namun, Cesc secara terbuka mengakui belum membicarakan target apa yang akan dituju oleh timnya pada minggu pertama.
“Tidak ada dari kami, baik di tim maupun di klub, yang membicarakan mengenai target untuk melaju ke Eropa,” tambah pria berusia 38 tahun itu.
Tekanan muncul ketika direktur menyatakan bahwa sesuatu perlu diambil tindakan.
Tujuan untuk masa depan adalah meraih kompetisi Eropa, itu jelas. (Namun) Saat ini bukan saatnya untuk pergi ke Eropa.
“Kita perlu bergerak langkah demi langkah, dan hari itu akan tiba, tetapi kita tidak boleh memaksakan hari ini,” katanya kembali.




