Mediapresisi.com– Mohammad Boroujerdi, Duta Besar Iran di Indonesia, menyatakan bahwa negaranya tidak bermaksud terlibat dalam konflik dengan siapa pun, termasuk Amerika Serikat (AS). Namun, ia menegaskan bahwa Iran siap menghadapi segala situasi yang mungkin terjadi.
Hal tersebut disampaikan oleh Boroujerdi saat diwawancarai setelah menghadiri acara perayaan Hari Nasional Republik Islam Iran dan peringatan ke-47 Kemenangan Revolusi Islam Iran di Jakarta pada malam Selasa (10/2). Boroujerdi menyatakan bahwa Iran merupakan sebuah negara yang tangguh.
“Kami mampu bertahan, kami memiliki kekuatan. Namun, kami tidak memiliki niat untuk berselisih dengan siapa pun,” katanya.
Oleh karena itu, Iran tetap terbuka untuk berdialog dengan Amerika Serikat meskipun saat ini situasi sedang memanas. Boroujerdi mengatakan bahwa dalam pembicaraan tersebut, Iran siap bersiap agar pengalaman masa lalu tidak terulang kembali. Mengingat, dalam negosiasi sebelumnya terjadi serangan.
“Kali terakhir kami berunding dengan mereka (Amerika Serikat), di tengah negosiasi mereka menyerang Iran. Jadi, kali ini kami berunding tetapi kami siap menghadapi berbagai tindakan,” katanya.
Boroujerdi berharap, negosiasi yang sedang berlangsung saat ini dilakukan secara serius. Ia menekankan kembali bahwa Teheran tidak menginginkan terjadinya konflik senjata. Sebaliknya, mereka berkeinginan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di wilayah tersebut. Namun, sekali lagi ia menegaskan bahwa pihaknya juga siap melindungi diri.
“Kami berharap mereka serius dalam proses negosiasi. Jika mereka benar-benar serius, kami akan sangat gembira. Kami tidak menginginkan perang dalam bentuk apa pun. Kami menginginkan perdamaian dan stabilitas di kawasan, tetapi kami juga siap menghadapi segala jenis konflik,” tegasnya.
Mengenai demonstrasi yang terjadi di Iran beberapa waktu lalu, Duta Besar Boroujerdi menyatakan bahwa kejadian tersebut merupakan bagian dari proses demokrasi di Iran. Menurutnya, hal ini adalah bagian dari dinamika internal yang terjadi di berbagai negara. Pihak luar seharusnya tidak ikut campur. Terlebih lagi, Iran memberikan kebebasan bagi setiap orang untuk bersuara.




