Demonstrasi Nelayan Menggugat Operasi Kapal Pakura di Morotai

Aksi Demonstrasi Nelayan dan Mahasiswa Pulau Morotai

Puluhan nelayan dan mahasiswa di Kabupaten Pulau Morotai kembali melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati setempat, Senin, 25 Agustus 2025. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap keberadaan kapal-kapal Pakura yang diduga milik PT. Nutrindo. Mereka menilai operasional kapal tersebut mengganggu aktivitas penangkapan ikan nelayan lokal.

Aksi dimulai sekitar pukul 11.31 WIT dengan menggunakan mobil truk berwarna putih dan dilengkapi sound sistem. Dalam orasinya, Cilfan Djaguna menyampaikan bahwa kehadiran kapal Pakura menjadi masalah serius yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah daerah. Ia juga menjelaskan bahwa aksi ini bukan yang pertama kalinya, melainkan sudah yang kedua kali dilakukan.

Baja Juga  SPayLater Super Festival Semakin Meriah dengan Lyodra, Aktivasi Lebih Mudah

Meski telah melakukan dua kali aksi, Cilfan menyatakan bahwa belum ada respons dari Pemerintah Daerah Pulau Morotai terhadap permasalahan ini. Menurutnya, kapal-kapal Pakura milik PT. Nutrindo tidak beroperasi sesuai jarak yang ditentukan, yaitu 60 mil dari pantai. Namun, nyatanya mereka beroperasi hanya dalam jarak 5-12 mil, yang bisa membahayakan nelayan lokal.

Cilfan juga menyebut bahwa PT. Nutrindo diduga melakukan penangkapan ikan secara ilegal. Sayangnya, pemerintah daerah dinilai tidak menangani masalah ini secara serius. Hal ini berdampak pada menurunnya populasi ikan tuna di perairan Morotai. Ia khawatir jika isu ini tidak segera ditangani, akan memicu konflik antara nelayan lokal dengan kapal-kapal Pakura.

Baja Juga  Dua Berita Terkini Padang: Kecelakaan Kerja Pekerja Lepas PT SUMA dan Jaselisa KSB

Tanggapan dari Pemerintah Daerah

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pulau Morotai, Jhon F Tiala, menjelaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk mengawasi pengoperasian kapal-kapal tersebut. Menurutnya, pengawasan berada di tangan provinsi. Namun, setelah aksi demo selesai, ia akan meminta izin kepada Bupati untuk mengajukan surat ke lembaga berwenang seperti Lanal Morotai dan Polairud.

Jhon berharap dengan adanya rapat koordinasi, masalah ini dapat segera ditangani meskipun kewenangan tidak sepenuhnya ada di tangan pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa langkah-langkah ini akan dilakukan untuk mencari solusi terbaik bagi nelayan setempat.

Tuntutan Nelayan dan Mahasiswa

Dalam aksi tersebut, para peserta demonstrasi menyampaikan beberapa tuntutan utama, antara lain:

  • Naikkan harga ikan
  • Tertibkan kapal berukuran besar Pakura yang melewati batas kesepakatan
  • Tolak PT. Nutrindo
  • Copot Kadis Perikanan dan Kelautan
  • Copot Kadis Perindagkop
  • Desak Polda Maluku Utara, tangkap mafia BBM
  • Hentikan praktek ilegal fishing
  • Hadirkan pabrik Es terhadap nelayan lokal
  • Desak Polda Maluku Utara dan Pemda, segera hentikan aktivitas kapal Pakura
Baja Juga  Jadwal Kapal PELNI KM Leuser September 2025: Rute Lengkap, Syarat, dan Harga Tiket

Tuntutan-tuntutan ini menunjukkan bahwa nelayan dan mahasiswa Pulau Morotai sangat prihatin terhadap kondisi laut dan kehidupan mereka. Mereka berharap pemerintah dapat segera merespons keluhan mereka agar kepentingan nelayan lokal tetap terjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *