mediapresisi.com– Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengimbau para nelayan serta pengelola transportasi laut untuk lebih waspada karena kemungkinan cuaca maritim ekstrem di perairan Bali pada 7–10 Februari 2026.
Peringatan ini dikeluarkan bersamaan dengan prediksi kenaikan kecepatan angin yang berpotensi mencapai 35 knot dan dapat menyebabkan gelombang laut mencapai ketinggian 2,5 meter di beberapa wilayah perairan.
“Kondisi angin dan gelombang laut ini membahayakan keselamatan pelayaran,” ujar Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, di Denpasar, Jumat 6 Februari 2026.
BBMKG Denpasar melaporkan bahwa angin di perairan utara Bali diperkirakan bertiup dari arah barat hingga barat laut dengan kecepatan maksimum 35 knot atau sekitar 64 kilometer per jam. Di perairan selatan Bali, angin bergerak dari barat daya menuju barat laut dengan kecepatan mencapai 30 knot atau sekitar 55 kilometer per jam.
Akibat situasi tersebut, gelombang laut yang mencapai ketinggian hingga 2,5 meter berpotensi muncul di Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, perairan sebelah selatan dan utara Bali, serta Selat Lombok baik di wilayah utara maupun selatan.
BBMKG juga memberikan peringatan khusus kepada pelaku transportasi laut. Operator kapal feri diminta untuk waspada ketika kecepatan angin mencapai 21 knot dengan tinggi gelombang hingga 2,5 meter. Di sisi lain, operator kapal tongkang perlu berhati-hati saat angin mencapai 16 knot dan gelombang setinggi 1,5 meter.
“Pengemudi perahu nelayan diminta waspada terhadap kondisi angin yang melebihi 15 knot dan gelombang yang mencapai 1,25 meter,” kata Cahyo Nugroho sebagaimana dikutip dari Antara. ***




