Kulit yang berwarna merah, sangat gatal, dan mengeluarkan cairan sering membuat Ibu kewalahan. Kondisi ini sering disebut dengan eksim basah, tetapi masih banyak orang yang belum memahami apa yang sebenarnya terjadi pada kulit.
Kondisi ini dapat terjadi baik pada anak-anak maupun orang dewasa, dan sering kali tampak lebih menakutkan dibandingkan eksim biasa. Lalu, apa sebenarnya penyebab munculnya eksim basah dan bagaimana cara mengenali gejalanya sejak dini?
Berikut ini Bengkalispos.comakan membahas penjelasan lengkap mengenai eksim basah yang perlu Ibu ketahui.
Apa Itu Eksim Basah?
Melansir dari Akademi Dermatologi Amerika (AAD)eksim basah adalah kondisi di mana ruam eksim pada kulit mengeluarkan cairan. Cairan tersebut umumnya muncul dari titik-titik atau bercak eksim yang mengalami peradangan yang cukup berat.
Dokter kulit yang telah bersertifikasi, John Browning, MD, FAAD, FAAP, menjelaskan bahwa eksim basah terjadi ketika kulit mengalami iritasi berat hingga akhirnya mengeluarkan cairan. Keadaan ini kemudian dikenal sebagai “weeping eczema” atau eksim basah.
Meskipun tampak berbeda, eksim basah tetap menunjukkan gejala umum yang sama dengan jenis eksim lainnya. Ibu atau anak masih dapat mengalami gatal, pembengkakan, serta peradangan di area kulit yang terkena, disertai dengan ruam yang terlihat basah atau berair.
Gejala Eksim Basah
Menurut HealthCentral, salah satu penyebab utama eksim basah (weeping eczema) adalah infeksi kulit sekunder. Kondisi ini bisa muncul ketika kulit yang sudah meradang akibat eksim mengalami luka atau kerusakan, seperti akibat sering digaruk atau lepuhan eksim yang pecah.
HealthCentraljuga menjelaskan bahwa bakteri Staphylococcus aureus adalah penyebab paling umum dari infeksi pada eksim basah, yang bisa memperburuk peradangan hingga kulit mengeluarkan cairan bening, kekuningan, atau nanah.
Selain bakteri, eksim basah juga bisa disebabkan oleh infeksi jamur atau virus. Jamur Candida dan virus herpes simplex dapat memperburuk kondisi eksim, bahkan menyebabkan situasi yang lebih parah seperti eczema herpeticum yang membuat kulit semakin lembap dan meradang.
Bagaimana Penampilan Eksim Basah?
Eksim basah memiliki penampilan yang khas dan mudah dikenali. Berikut adalah gejala yang paling umum:
Kulit melepuh
Pengurasan cairan bening
Sensasi terbakar baru
Gatal parah
Pus mengandung warna putih atau kuning
Jika Ibu atau si Kecil mengalami satu atau beberapa gejala di atas, sebaiknya kondisi kulit tidak dibiarkan begitu saja.
Apakah Eksim Berair Menular?
Banyak ibu mempertanyakan apakah eksim basah bisa menular, khususnya ketika muncul pada anak. Perlu diketahui bahwa eksim secara umum tidak menular dan tidak bisa menyebar dari satu orang ke orang lain melalui sentuhan.
Menurut National Eczema Association, jenis eksim yang paling umum, yaitu dermatitis atopik, terjadi akibat respons sistem imun yang berlebihan. Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor keturunan dan lingkungan, bukan karena infeksi yang bisa menular.
Maksudnya, Ibu tidak perlu khawatir tertular eksim dari orang lain. Eksim adalah kondisi peradangan pada kulit, sehingga tidak bisa “disebarkan” melalui kontak langsung.
Meskipun demikian, infeksi sekunder yang terjadi bersama eksim basah dapat menyebar. Bakteri atau virus mungkin tumbuh pada kulit yang terluka dan lembap, sehingga penting untuk menjaga kebersihan kulit, menghindari menggaruk, serta segera memperoleh pengobatan medis jika muncul tanda-tanda infeksi.
Mengobati Eksim Berair
Mengutip dari laman Health Central, Dr. Mikkilineni menyampaikan bahwa perawatan eksim basah dimulai dengan membersihkan daerah kulit yang terkena secara lembut menggunakan sabun ringan dan air hangat. Tahapan ini penting untuk menjaga kebersihan kulit tanpa memperburuk iritasi.
Ia juga menekankan pentingnya penderita eksim basah untuk menghindari kebiasaan menggaruk. Kulit yang terkelupas dan meradang memerlukan waktu untuk pulih, sehingga menggaruk justru dapat memperlambat proses penyembuhan dan meningkatkan potensi infeksi.
Selain itu, penggunaan obat oles yang umum digunakan, baik obat bebas maupun yang dianjurkan dokter, tetap bisa dilanjutkan. Diskusikan juga dengan dokter mengenai penggunaan obat oles antibiotik resep seperti mupirocin untuk membantu mencegah terjadinya infeksi.
Berikut adalah penjelasan menyeluruh mengenai eksim basah yang perlu Mama ketahui.
Bayi yang telah mengenal anjing sejak lahir mungkin dapat menurunkan risiko terkena eksim. Apakah Eksim Dapat Sembuh? Ini Fakta Kesehatan yang Harus Kamu Ketahui 6 Ciri-ciri Penyakit Eksim pada Kulit Kepala, Apa Sumbernya?








