5 cara efektif mengurangi asam lambung saat puasa Ramadhan

mediapresisi.com– Pada bulan suci Ramadhan, banyak orang mengalami gangguan asam lambung meningkat, khususnya saat siang hari ketika perut dalam keadaan kosong dalam jangka waktu yang lama.

Asam lambung berlebihan dapat memicu rasa sakit di area dada, mual, serta ketidaknyamanan pada perut saat menjalani puasa.

Bila lambung terus menghasilkan asam tanpa adanya makanan yang dicerna, keadaan ini bisa memicu refluks atau gastritis, yaitu kondisi di mana asam lambung naik ke kerongkongan yang dapat menyebabkan iritasi atau rasa pahit di mulut.

Menurunkan asam lambung selama bulan suci Ramadhan tidak hanya penting agar puasa tetap nyaman, tetapi juga untuk kesehatan pencernaan yang lebih baik dalam jangka panjang.

Lalu apa saja metode yang efektif untuk mengurangi asam lambung selama puasa Ramadhan?

Baja Juga  BAZNAS Tetapkan Zakat Fitrah 2026 Rp50.000 dan Fidyah Rp65.000 Per Orang

Dikutip dari situs Exphar, Ministry of Health, dan Gulf News, Rabu (18/2), berikut beberapa metode yang efektif dapat dilakukan untuk mengurangi asam lambung selama puasa Ramadhan:

  1. Jangan lewatkan sahur

Makan sahur dapat membantu menjaga perut tetap penuh, sehingga produksi asam lambung tidak terus-menerus terjadi ketika perut kosong yang bisa memperburuk gejala naiknya asam lambung.

Sarapan sebaiknya terdiri dari kombinasi karbohidrat kompleks dan protein seperti bubur oat, telur, atau yogurt yang dicerna secara perlahan agar dapat membantu mengurangi rasa lapar serta produksi asam lambung pada siang hari.

  1. Pilihlah makanan yang baik untuk perut

Tips kedua untuk mengurangi asam lambung saat berpuasa adalah dengan menjauhi makanan yang pedas, sangat kaya akan lemak, digoreng, atau terlalu asam. Makanan-makanan ini dapat memicu peningkatan produksi asam lambung dan menyebabkan ketidaknyamanan.

Baja Juga  Pemain dengan Kartu Kuning Terbanyak di Super League! Salah Satunya Bintang Persebaya Surabaya

Sebaliknya, Anda dapat memilih makanan yang lebih mudah dicerna, seperti nasi putih, sayuran rebus, kurma, dan buah-buahan.

  1. Makan secara perlahan dengan porsi yang sedikit

Makan terlalu cepat atau dalam jumlah yang banyak saat berbuka puasa bisa membuat lambung bekerja lebih keras dan menyebabkan peningkatan asam lambung.

Dengan mengonsumsi sedikit dan mengunyah makanan secara perlahan, proses pencernaan menjadi lebih efektif serta lambung tidak mengalami beban berlebihan.

  1. Pantau jarak antara waktu makan dan tidur

Setelah sahur atau berbuka sebaiknya tidak langsung tidur karena posisi berbaring bisa mempercepat asam lambung naik ke kerongkongan.

Para ahli menyarankan agar menunggu paling sedikit 2-3 jam setelah makan sebelum tidur, agar makanan memiliki kesempatan untuk turun dan dicerna oleh lambung.

  1. Mengonsumsi air putih secara cukup dan rutin
Baja Juga  Dua Pemuda Ditangkap Polresta Cilacap Terkait Pencurian di Konter Temannya

Kurangnya cairan selama puasa dapat memperparah gejala maag dan menyebabkan proses pencernaan menjadi lebih lambat.

Anda dapat mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup antara waktu berbuka dan sahur secara bertahap, serta hindari meminum banyak sekaligus saat makan karena hal tersebut bisa membuat enzim pencernaan menjadi lebih encer.

  1. Hindari minuman yang dapat memicu peningkatan asam lambung

Minuman yang mengandung kafein seperti kopi dan teh, serta minuman berkarbonasi dapat meningkatkan produksi asam lambung dan memperburuk gejala refluks lambung.

Sebagai alternatif, Anda dapat mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup atau minum teh herbal tanpa kafein seperti chamomile atau jahe yang mampu meredakan ketidaknyamanan pada perut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *