SUMSEL.COM –Masih tersisa satu minggu lagi bagi masyarakat Indonesia dalam melaksanakan tradisi Ruwahan menjelang bulan Ramadhan 1447 Hijriyah.
Diketahui bahwa Ruwahan adalah sebuah tradisi yang dilakukan dengan amalan baik sebagai bentuk penghormatan bagi anggota keluarga yang telah meninggal.
Dengan tradisi ini, keluarga yang ditinggalkan memberikan doa kepada orang tua, anak, pamang, paman, dan anggota keluarga lainnya yang telah lebih dahulu pergi kepada Allah SWT.
Saat acara berlangsung, tuan rumah diharapkan memberikan sambutan yang singkat namun penuh makna.
Pidato ini dapat disesuaikan dengan bahasa daerah masing-masing, misalnya menggunakan Bahasa Sunda agar lebih mudah dipahami.
Berikut beberapa contoh kata sambutan tuan rumah ruwahan dalam Bahasa Sunda, singkat dan berkesan.
____
Kumpulan Ucapan Selamat Datang Tuan Rumah Ruwahan dalam Bahasa Sunda
#Contoh (1)
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Langkung ti payun, mangga urang nyumbat puji sareng syukur ka Allah SWT, kusuma ku rahmat-Na urang sadaya tiasa kempel ngariung di ieu rorompok dina raraga silaturahmi sareng tawasul. Sholawat sinareng salam mugi salamina ngocor ka jungjunan urang sadaya, Nabi Muhammad SAW.
Ayah, Ibu, serta warga yang dengan penuh hormat saya hargai. Saya mewakili keluarga besar, mengucapkan terima kasih atas kedatangan kalian untuk menyambut pamangku jabatan saya dan istrinya.
Tujuan utama acara ieu, teu aya sanés nyaéta pikeun nyampaikan doa atanapi “ruwahan” ka para leluhur kami sadayana, khususna almarhum/almarhumah [Sebutkan Nama yang Didoakan]. Mudah-mudahan tawasul sareng tahlil anu bakal dibaca ieu, dikirimkeun ka warga kubur sarta jadi cahaya di jalma barzah.
Pertama-tama, saya dan keluarga mengucapkan permintaan maaf jika dalam penerimaan, baik tempatnya maupun waktunya, kurang memuaskan hati. Sekali lagi, terima kasih atas kebaikan hati seluruh warga.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
___
#Contoh (2)
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Syukur kepada Tuhan, terima kasih banyak kepada Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan para tamu yang telah berkenan hadir di bumi pernikahan kami.
Hari ini, sebelum kita bersama memasuki bulan suci Ramadhan, saya ingin mengajak seluruh warga untuk berkumpul dan berdoa. Kami kirimkan fatihah untuk para leluhur kita yang telah meninggal dunia. Semoga mereka mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah SWT.
Kami juga memohon maaf atas segala kesalahan, jika ada kata-kata atau perilaku keluarga kami yang tidak menyenangkan. Semoga melalui doa bersama ini, kita semua diberi kesehatan untuk beribadah di bulan puasa mendatang.
Mangga, mohon maaf jika jamuannya hanya seadanya, mungkin kurang sesuai dengan hormat dan kehormatan para tamu. Terima kasih, mari kita mulai acaranya saja.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
___
#Contoh (3)
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Syukur kepada Tuhan Allah, salawat kepada Nabi Muhammad.
Terima kasih kepada seluruh warga yang telah berkenan hadir dalam pertemuan ini. Tujuan dari ucapan terima kasih kami adalah untuk menghargai kehadiran Bapak/Ibu, yaitu dalam rangka memperingati para leluhur kita pada bulan Syawal atau hari raya tertentu.
Semoga segala bentuk kebajikan dan ibadah yang dilakukan oleh manusia diterima oleh Allah, serta doa yang akan diucapkan menjadi sebab tercapainya rahmat bagi seluruh orang, khususnya bagi para penghuni kuburan keluarga kita.
Kartu keluarga juga perlu diperbarui mengenai berbagai kekurangan dalam pengurusan ini. Sebaiknya, untuk mendapatkan berkah waktu, kita serahkan kepada Bapak Ustadz untuk memimpin tahlil dan doa.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
(sumsel.com/Putri Kusuma Rinjani)
****
Artikel lainnya di google news.
Ikuti dan bergabung disaluran WhatsApp sumsel.com




