Tanda-Tanda Kerusakan Alternator yang Wajib Diketahui

JAKARTA, MediaPresisi.comAlternator, yang juga sering disebut sebagai dinamo ampere, memiliki peran sangat penting dalam sistem kelistrikan kendaraan.

Bagian ini berperan dalam memastikan sistem kelistrikan kendaraan tetap stabil dan berjalan dengan baik.

Jajang Setiawan, anggota bengkel spesialis alternator Anugrah Putra Tasik di Cinere, Depok, menyampaikan bahwa alternator berperan sebagai sumber pasokan arus listrik ke aki.

“Jika terjadi masalah pada alternator, maka seluruh sistem kelistrikan tidak akan berjalan,” katanya dalam wawancara dengan MediaPresisi.com, beberapa waktu lalu.

Kerusakan Alternator

Ujang, panggilan akrab Jajang Setiawan, juga menyampaikan bahwa saat alternator mengalami gangguan, biasanya lampu indikator baterai di panel instrumen akan menyala.

Namun, hal tersebut tidak selalu terjadi, karena kemungkinan masalahnya berasal dari aki itu sendiri. “Atau, saat ini modelnya sudah digital. Terkadang muncul tulisan ‘Low Charger’,” jelasnya.

Baja Juga  Kamera 4K Ganda Terbaik untuk Vlogger: Ulasan Vivo V60 Lite

Menurut Ujang, indikator tersebut terkadang hanya muncul pada awal.

Saat mobil dipercepat, lampu indikator baterai mungkin mati. “Namun, bisa saja saat sedang berkendara, aliran listrik tiba-tiba menurun, dan tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan adanya masalah pada alternator,” tambahnya.

Penyebab kerusakan pada alternator beragam. “Biasanya, disebabkan oleh kabel arus yang rusak, longgar, atau bisa juga karena kepala akinya tidak terpasang dengan baik,” jelas Ujang.

Dampak Kerusakan

Jika terjadi gangguan pada alternator, dampaknya akan berpengaruh pada aki.

Ujang menyampaikan bahwa aki berfungsi sebagai tempat menyimpan energi.

Jika daya yang masuk habis dan tidak ada proses pengisian, aki bisa mengalami kehabisan daya atau kering. “Meskipun diganti baru, jika alternatornya bermasalah, maka secara otomatis daya pada aki akan habis juga,” katanya.

Baja Juga  DANA Kaget! Klaim Bonus hingga Rp393.000 dengan Mudah

Oleh karena itu, Ujang menyarankan kepada pemilik kendaraan untuk melakukan perawatan alternator secara rutin.

Sebaiknya, perawatan dilakukan sesuai dengan indikator odometer atau setiap enam bulan. “Untuk perawatannya, alternator perlu dibuka dan dibersihkan. Selanjutnya, diperiksa satu per satu. Jika ada bagian yang rusak, maka harus diganti,” ujar Ujang.

Dengan merawat dan mengawasi kinerja alternator, pemilik kendaraan dapat memastikan sistem kelistrikan mobil tetap berjalan dengan baik, sehingga mengurangi kemungkinan kerusakan yang lebih serius dan menjaga kenyamanan dalam berkendara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *