Utang Pilwako Kotamobagu 2024, Nayodo Koerniawan Diperiksa Polda Sulawesi Utara Kali Kedua

Penyidik Polda Sulut Terus Dalami Kasus Utang Piutang dalam Pilwako Kotamobagu 2024

Subdit I Tipikor Polda Sulawesi Utara masih melakukan penyelidikan terkait kasus utang piutang yang terjadi pada Pilwako Kotamobagu tahun 2024. Dalam kasus ini, beberapa tokoh penting terlibat, termasuk mantan Wakil Wali Kota (Wawali) Kotamobagu, Nayodo Koerniawan, mantan anggota DPRD Sulut Benny Rhamdani, serta istrinya Sri Tanti Angkra (STA). Mereka dianggap terkait dengan dugaan adanya keterlibatan dalam pengelolaan dana sebesar Rp 10 miliar yang digunakan dalam kampanye Pilwako.

Pasangan yang dikenal sebagai NK-STA, yaitu Nayodo Koerniawan dan Sri Tanti Angkara, merupakan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kotamobagu pada Pilwako 2024. Keduanya telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Tipikor Polda Sulut. Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa Nayodo Koerniawan sudah dua kali diperiksa, pertama di Polda Sulut dan kedua di Polres Kotamobagu.

Saat ditemui awak media di Polres Kotamobagu, Nayodo Koerniawan mengatakan hanya diberikan keterangan oleh penyidik. “Saya hanya diambil keterangan saja,” ujarnya. Sampai saat ini, belum ada satu pun tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini.

Baja Juga  Pefindo: Rata-rata Kupon Surat Utang Multifinance Turun di Juli 2025

Pengusaha di Kotamobagu Laporkan Utang Rp 10 Miliar ke Polda Sulut

Seorang pengusaha di Kotamobagu disebut-sebut sebagai pemilik dana sebesar Rp 10 miliar yang diklaim sebagai utang piutang. Laporan tersebut dilakukan ke Polda Sulut dan menyeret nama Benny Rhamdani beserta istri, Sri Tanti Angkara, serta eks calon Wali Kota Kotamobagu, Nayodo Koerniawan.

Kasat Reskrim Polres Kotamobagu Iptu Ahmad Waafi membenarkan adanya pemeriksaan terhadap ketiga orang tersebut. “Iya benar,” kata dia. Meski demikian, ia menyatakan bahwa pemeriksaan dilakukan oleh penyidik Polda Sulut dan hanya menggunakan ruangan di Polres Kotamobagu.

Menurut informasi, uang senilai Rp 10 miliar diduga digunakan untuk keperluan Pilwako Kotamobagu pada November 2024. Namun hingga saat ini, uang tersebut belum dikembalikan oleh pasangan NK-STA.

Baja Juga  Kucing Peliharaan Uya Kuya Picu Masalah Hukum Sherina Munaf

Benny Rhamdani Mengaku Tidak Melihat Langsung Uang Rp 10 Miliar

Setelah diperiksa, Benny Rhamdani menegaskan bahwa dirinya hanya mengetahui informasi tentang uang tersebut, tetapi tidak pernah melihatnya secara langsung. “Saya pernah dengar waktu Pilwako, tapi tidak pernah melihat langsung,” ujarnya.

Benny juga menyatakan bahwa dirinya dan istri telah memberikan keterangan lengkap kepada penyidik. “Saya dan istri tidak pernah melihat atau menerima sepersen pun dari uang itu,” tegasnya. Ia juga menegaskan bahwa tidak pernah menjaminkan apapun atas uang tersebut.

Terkait siapa yang meminjam dan memberi jaminan, Benny mengatakan bahwa hal itu harus ditanyakan kepada pelapor. “Kalau kami meminjam uang, pasti sertifikat saya yang dijaminkan,” tambahnya.

Pasangan NK-STA Dianggap Terlibat dalam Kasus Ini

Selain Benny Rhamdani dan Sri Tanti Angkara, Nayodo Koerniawan juga terlibat dalam kasus ini. Pasangan NK-STA yang diusung oleh partai besar seperti PDIP dan Hanura ini diduga terlibat dalam pengelolaan dana Rp 10 miliar yang tidak kunjung dikembalikan.

Baja Juga  Sosok Ustaz Adi Hidayat, ingatkan politisi buntut aksi Zulhas di TKP banjir: Stop atraksi politiknya

Pemeriksaan perdana terhadap ketiga tokoh tersebut dilakukan oleh penyidik Polda Sulut di Polres Kotamobagu pada Rabu, 20 Agustus 2025. Hingga saat ini, penyidik masih terus mendalami kasus ini dan belum ada tersangka yang ditetapkan.

Masyarakat Tahu Tentang Dana Pribadi Sri Tanti Angkara

Benny Rhamdani juga menegaskan bahwa masyarakat tahu bahwa istrinya memiliki dana pribadi yang digunakan selama kegiatan Pilwako. “Semua masyarakat tahu ada pihak yang menjanjikan bantuan untuk kemenangan NK-STA,” ujarnya.

Namun, ia merasa aneh karena awalnya dinyatakan sebagai bantuan, kini menjadi pinjaman. “Makanya saya merasa aneh jika awalnya dikatakan membantu, kok sekarang jadi pinjaman,” tegasnya.

Benny menegaskan bahwa dirinya dan istri tidak pernah tahu soal keberadaan uang tersebut, siapa yang mengambil, kapan penyerahannya, dan bagaimana penggunaannya. “Itu kami tidak tahu,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *