Mediapresisi.com -.CO.ID, JAKARTA — Biasanya Presiden Prabowo Subiyanto mendapatkan pesan dari pengamat, akademisi, ahli, dan DPR. Namun kali ini, seorang siswa SMP 19 Efata di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), memberikan pesan kepada Kepala Negara yang juga putra begawan ekonomi Sumitro Djojohadikusumo.
Siswi bernama Sofia Rorista Angel itu mengapresiasi realisasi sekolah rakyat, program yang telah membuat gadis ini berhasil melanjutkan sekolah.
Anak yang tinggal 2.784 kilometer jauh dari Ibu Kota Jakarta itu akhirnya mampu membuat dirinya melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Lewat sebuah video, Sofia mengucapkan terima kasih kepada jenderal yang pernah memimpin Komando Pasukan Khusus (Kopassus) periode 1995-1998.
“Terima kasih Bapak Presiden, sudah perhatikan kami anak-anak terpinggir dari Timur. Saya tahu Bapak sibuk urus negara tapi masih sempat urus kami untuk sekolah. Bagi saya, Bapak seperti orang tua yang sudah angkat saya dari tempat yang gelap dan taruh saya di tempat yang terang,” ujar Sofia pada Sabtu (23/8/2025).
Presiden Prabowo Subianto merasa tersentuh mendengar testimoni dari beberapa siswa Sekolah Rakyat saat memberikan pesan untuk mereka. Pada kesempatan itu, ia pun meminta para siswa agar tak rendah diri.
“Mereka cinta orang tuanya. Orang tuanya kerja keras. Orang tuanya belum menikmati kemerdekaan yang sebenarnya,” kata Presiden dalam rilis yang disiarkan oleh Kemensos di Jakarta pada Sabtu.
Ia menegaskan kondisi demikian yang mendorongnya beserta pemimpin-pemimpin di negeri ini untuk mewujudkan kemerdekaan bagi seluruh warga negara.
Presiden Prabowo mengatakan sudah melihat titik-titik harapan. “Hei anak-anak, hormati orang tuamu. Cintai orang tuamu. Cium kaki ibumu. Jangan pernah kau rendah diri karena bapakmu kerja keras,” katanya.
Ia juga meminta para siswa tak bersedih karena orang tua mereka belum makmur saat ini.
“Hormati orang tuamu. Cintai orang tuamu. Hormati guru-gurumu,” kata Prabowo.
Ia juga menceritakan momen kagetnya saat keluar dari mobil dan disambut marching band siswa Sekolah Rakyat.
“Kita sudah melihat cerahnya anak-anak yang mungkin tadinya risau apa yang akan terjadi. Saudara-saudara sekalian, saya titip benar-benar para guru,” kata Presiden Prabowo.
Untuk diketahui, marching band siswa Sekolah Rakyat sempat menyambut Prabowo sebelum memasuki ballroom JIExpo tempat kegiatan berlangsung.
Mereka mengenakan seragam almamater Sekolah Rakyat yang berwarna merah putih.
Adapun sebelum Presiden menyampaikan pidatonya, paduan suara siswa Sekolah Rakyat juga melakukan pembacaan puisi diiringi lagu. Puisi yang dibacakan, ditujukan untuk Presiden Prabowo.
Putus kemiskinan
Kementerian Komunikasi dan Digital menilai program pendidikan gratis Sekolah Rakyat, yang saat ini sedang berjalan, dapat memutus lingkaran kemiskinan di Indonesia.
“Ada juga Sekolah Rakyat. Sekolah rakyat ini sedang memproses pembangunan 100 sekolah unggul dan bisa memutus lingkaran kemiskinan,” kata Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi Fifi Aleyda Yahya di Jakarta, Sabtu.
Anak-anak yang bersekolah di Sekolah Rakyat sudah mendapat izin dari masing-masing orang tua. Mereka mengenyam pendidikan di sekolah asrama tersebut sesuai dengan jenjang pendidikan, yaitu SD, SMP dan SMA.
“Dengan izin dan restu dari orang tua, mereka akan tinggal di asrama untuk mendapatkan pendidikan. Dan Insya Allah, anak-anak ini nanti akan mengangkat derajat orang tuanya,” ujar Fifi.
Sekolah Rakyat merupakan program yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem berdasarkan Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Pendidikan formal
Siswa Sekolah Rakyat mendapatkan pendidikan formal pada siang hari dan pendidikan karakter pada malam hari. Selain mata pelajaran formal, kurikulum Sekolah Rakyat juga memuat materi tentang nilai-nilai agama, kepemimpinan dan keterampilan hidup.

Menurut data Kementerian Sosial, yang menjadi pelaksana teknis program tersebut, direncanakan 165 Sekolah Rakyat rintisan beroperasi tahun ini, seratus di antaranya sudah beroperasi pada Juli dan Agustus.
Pembangunan tahap pertama Sekolah Rakyat tersebar di berbagai wilayah Indonesia, yaitu 22 di Sumatera, 48 di Jawa, empat di Bali dan Nusa Tenggara, empat di Kalimantan, 15 di Sulawesi, empat di Maluku dan tiga di Papua.
Pada Jumat (22/8), Presiden Prabowo Subianto memberikan pembekalan kepada kepala sekolah dan guru Sekolah Rakyat di Jakarta, yang dihadiri oleh 154 kepala sekolah dan 2.221 guru.







