Presiden Prabowo Subianto Diberi Laporan tentang OTT yang Menimpa Wakil Menteri Ketenagakerjaan
Presiden Prabowo Subianto telah menerima laporan mengenai penangkapan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer atau dikenal dengan nama Noel, dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penangkapan ini menjadi peristiwa pertama bagi pejabat di Kabinet Merah Putih yang terkena OTT.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo tidak menunjukkan reaksi ekspresif terhadap kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa Presiden sudah berkali-kali memberi peringatan kepada seluruh jajaran kabinet untuk tidak melakukan tindakan korupsi.
“Ya, kalau terkejut wow-nya gitu ya enggak,” ujar Prasetyo saat ditanya tentang reaksi Presiden ketika mengetahui Noel ditangkap. Ia juga menambahkan bahwa Presiden mempercayakan sepenuhnya proses hukum yang sedang berlangsung di KPK.
“Presiden sudah dapat laporan dan beliau menyampaikan bahwa itu ranah hukum, beliau hormati proses di KPK dan dipersilahkan untuk proses hukum itu dijalankan sebagaimana mestinya. Dan apabila nanti terbukti maka akan secepatnya dilakukan pergantian,” tambahnya.
14 Orang Terjaring dalam Operasi OTT
Hingga Kamis (21/8/2025), KPK mengonfirmasi telah mengamankan 14 orang dalam OTT yang menjerat Noel. Penangkapan ini dilakukan pada Rabu (20/8/2025) malam di Jakarta. Jumlah ini meningkat dari informasi awal yang sempat disampaikan. Meski demikian, KPK belum membuka identitas lengkap dari 14 orang yang ditangkap.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyebutkan bahwa tim telah mengamankan 14 orang beserta barang bukti seperti kendaraan roda empat dan dua. Selain itu, KPK menyita 22 kendaraan yang terdiri dari 15 mobil dan 7 motor. Beberapa mobil yang disita antara lain Toyota Corolla Cross, Nissan GT-R, Palisade, Suzuki Jimny, Vespa Sprint S 150, dan beberapa model lainnya.
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, mengatakan bahwa dalam operasi tersebut juga turut disita sejumlah uang serta puluhan kendaraan merek Ducati. Selain itu, salah satu ruangan di kantor Kementerian Ketenagakerjaan juga disegel oleh KPK.
Operasi ini digelar terkait kasus pemerasan terhadap perusahaan dalam pengurusan sertifikat K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di Kementerian Ketenagakerjaan. Saat ini, Noel sedang menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum Noel dan 10 orang lainnya.
Suasana Rumah Dinas Wamenaker
Sementara itu, suasana rumah dinas Wamenaker Immanuel Ebenezer di kawasan Pancoran, Jakarta, tampak ramai oleh sejumlah orang. Pada hari Kamis (21/8/2025), sejumlah orang yang mengenakan batik tampak berkumpul di depan rumah dinas Noel. Mereka duduk-duduk dan sebagian dari mereka tampak mondar-mandir di dalam dan luar rumah.
Beberapa petugas rumah dinas terlihat membongkar garasi mobil. Mobil Toyota Alphard dan BAIC BJ40 Jeep hitam terlihat keluar dari garasi. Plat nomor mobil tersebut dicopot, dan mobil tersebut meninggalkan rumah. Sebelumnya, mobil Mercy juga terlihat terparkir dan kemudian pergi meninggalkan lokasi.
Profil dan Rekam Jejak Noel
Rekam jejak Noel dikenal sebagai aktivis relawan yang pernah menjadi Ketua Umum Jokowi Mania (JoMan) dan kemudian beralih mendukung Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024. Ia lahir di Pekanbaru, Riau, pada 22 Juli 1975, dan merupakan alumnus Universitas Satya Negara Indonesia.
Noel mulai dikenal luas saat menjadi pendukung militan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019. Ia kemudian membentuk Ganjar Mania sebelum bergabung dengan Prabowo Mania 08. Pada Pilpres 2024, ia aktif memenangkan pasangan Prabowo-Gibran dan bergabung dengan Partai Gerindra. Ia juga maju sebagai calon legislatif dari dapil Kalimantan Utara, meski gagal lolos ke Senayan.
Selain kiprah politik, Noel sempat menjabat sebagai Komisaris Utama PT Mega Eltra, anak perusahaan BUMN, dari Juni 2021 hingga Maret 2022. Ia juga pernah menjadi saksi meringankan dalam sidang kasus terorisme Munarman.
Penangkapan Noel menjadi pukulan telak bagi Kementerian Ketenagakerjaan yang tengah disorot terkait dugaan pemerasan dalam pengurusan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) dan sertifikasi K3. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 31 Desember 2024, Noel tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp17,6 miliar, terdiri dari tanah, bangunan, kendaraan, dan kas.




