Sosok besar disebut Jokowi bermain di balik isu ijazah palsu, dirancang 4 tahun: Operasi politik

mediapresisi.com – Mantan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), selama ini enggan banyak bicara terkait tudingan ijazah palsu.

Namun, Presiden ke-7 RI tersebut kali ini muncul dan mengungkapkan sosok yang bermain dan berperan di balik isu ijazah palsu miliknya.

Jokowi buka-bukaan isu ijazah ini yang sudah rancang rapi selama empat tahun terakhir ini.

“Ini kan sebuah isu yang sudah empat tahunan ya dibicarakan,” kata Jokowi dalam wawancara eksklusif dengan Kompas TV yang tayang di channel YouTube Kompas TV, Selasa (9/12/2025).

“Dan sebetulnya saya sudah diam, tidak banyak menanggapi karena ijazahnya saya pegang gitu lho,” imbuhnya.

Jokowi mengungkap alasan dirinya tidak menunjukkan ijazah aslinya ke publik.

“Saya tidak menyampaikan kepada publik ijazah itu. Karena yang pertama, ada aduan ke Bareskrim,” tutur Jokowi.

“Yang kedua, saya dituduh ijazah saya palsu. Artinya yang menuduh itu yang harus membuktikan,” lanjutnya.

“Dalam hukum acara, siapa yang menuduh itu yang harus membuktikan. Itu yang saya tunggu itu. Coba dibuktikan seperti apa?” paparnya.

Menurut Jokowi, pembuktian akan lebih baik di lakukan di pengadilan, agar dengan proses hukum akan tampak keadilan bagi semua pihak.

“Akan kelihatan adilnya, karena yang memutuskan adalah di pengadilan,” kata Jokowi, melansir Warta Kota.

Baja Juga  Waketum Kadin: Pidato Prabowo di PBB Bisa Dorong Ekonomi Dalam Negeri

“Karena yang membuat ijazah saya, sudah menyampaikan asli, masih tidak dipercaya, gimana?” lanjutnya.

Karenanya, Jokowi menilai ada agenda besar politik atau operasi politik di balik isu ijazahnya palsu yang terus menerus dihembuskan.

“Dan yang saya lihat ini memang ada agenda besar politik, ada operasi politik, yang sehingga bisa sampai bertahun-tahun, enggak rampung-rampung,” kata Jokowi.

“Karena keinginan mereka untuk mendowngrade, menurunkan reputasi yang saya miliki. Meskipun saya merasa enggak punya reputasi apa-apa,” bebernya.

Menurut Jokowi, keinginan pihak yang ingin menurunkan reputasinya untuk kepentingan politik.

“Kenapa sih kita harus mengolok-olok, menjelek-jelekkan, merendahkan, menghina, menuduh-nuduh? Semua dilakukan untuk apa?”

“Kalau hanya untuk main-main kan, mesti ada kepentingan politiknya di situ,” kata Jokowi.

“Tapi sekali lagi, mestinya dalam masa-masa ekstrem seperti ini, kita konsentrasi untuk hal-hal yang besar.”

“Untuk strategi besar negara, untuk kepentingan yang lebih besar bagi negara ini,” paparnya.

Jokowi mencontohkan, misalnya yang berkaitan dengan perubahan karena artificial intelligence (AI) dan humanoid.

“Sehingga jangan malah energi besar kita pakai untuk urusan-urusan yang sebetulnya menurut saya, ya urusan ringan,” kata Jokowi.

Karenanya, Jokowi sangat yakin ada agenda besar dan orang besar di balik kasus ijazahnya.

Bahkan Jokowi mengaku sangat mengetahui siapa sosok orang besar tersebut.

Baja Juga  Mantan Juru Bicara Deplu AS: Netanyahu Ingin Perang Berkepanjangan di Gaza

“Saya pastikan, saya tahu. Ya, saya kira gampang ditebak lah. Tapi saya tidak berusaha sampaikan,” kata Jokowi.

Jokowi menunggu kasus ini diproses secara hukum hingga di bawa ke meja pengadilan.

“Ya, untuk pembelajaran kita semuanya, bahwa jangan sampai gampang menuduh orang.”

“Jangan sampai gampang menghina orang, memfitnah orang, mencemarkan nama baik seseorang,” kata Jokowi.

Jokowi memastikan sudah menutup pintu mediasi untuk kasus isu ijazahnya ini.

Saat ini ada delapan tersangka yang sudah ditetapkan Polda Metro Jaya, antaranya Roy Suryo Cs.

“Saya kira untuk pembelajaran kita memang lebih baik dilakukan di penegakan hukum, diputuskan di pengadilan akan lebih baik untuk pembelajaran kita semuanya,” kata Jokowi.

Jokowi berjanji akan menunjukkan semua ijazahnya di pengadilan.

“Ya, itu forum yang paling baik untuk menunjukkan ijazah asli saya dari SD, SMP, SMA, Universitas. Semuanya akan saya bawa untuk pembelajaran hukum,” katanya.

Sebab kata Jokowi, jika dibiarkan, maka hal ini bisa terjadi kepada yang lainnya.

“Bisa ke menteri, bisa ke presiden yang lain, bisa ke gubernur, bupati, walikota. Semuanya dengan tuduhan asal-asalan. Tapi kalau menuduh dengan bukti, itu yang baik,” katanya.

Menurut Jokowi, untuk menghadapi tantangan ke depan, maka Indonesia harus bersatu untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik serta menciptakan stabilitas politik.

Baja Juga  Heboh! Panelis KPU Riau Ketahuan Dukung SF Haryanto, Netralitas Pemilu Terancam? Roberto : Kita Lapor DKPP

“Ya, saya kira kita dilihat oleh negara lain dan dijadikan contoh, karena stabilitas ekonomi kita baik, stabilitas politik kita baik.”

“Sampai di era Presiden Prabowo ini, dipandang oleh negara lain bagus. Sehingga jangan sampai pandangan ini berubah,” katanya.

Seperti diketahui, Polda Metro Jaya menetapkan delapan orang sebagai tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

Kedelapan tersangka dalam kasus ini di bagi dalam dua klaster.

Klaster pertama lima orang dan klaster kedua tiga orang.

Klaster pertama Eggi Sudjana, Kurnia Tri Royani, M Rizal Fadillah, Rusam Effendi, Damai Hari Lubis.

Mereka dijerat dengan Pasal 310 mengenai pencemaran nama baik dan fitnah, Pasal 311 tentang fitnah, Pasal 160 KUHP mengenai menghasut dan/atau Pasal 27A juncto Pasal 45 Ayat (4) dan/atau Pasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 45A Ayat 2 UU ITE.

Sementara klaster kedua Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauziah Tyassuma dikenakan Pasal 310 KUHP mengenai pencemaran nama baik dan fitnah, Pasal 311 KUHP tentang fitnah, Pasal 32 Ayat 1 juncto Pasal 48 Ayat 1, Pasal 35 juncto Pasal 51 Ayat 1, Pasal 27A juncto Pasal 45 Ayat 4, Pasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 45A Ayat 2 Undang-Undang ITE.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *