Budisatrio Djiwandono Jadi Ketua Umum Karang Taruna, Ini Latar Belakang dan Rekam Jejaknya
Budisatrio Djiwandono resmi menjabat sebagai Ketua Umum Karang Taruna Nasional untuk periode 2025–2030. Pengangkatannya ini menjadi sorotan publik, terutama di media sosial, karena hubungan kekerabatan dengan Presiden Prabowo Subianto. Sejumlah netizen mengunggah berita yang menyebutkan bahwa keponakan Presiden tersebut kini memimpin organisasi masyarakat yang cukup besar.
Beberapa akun di platform X (dahulu Twitter) mengunggah foto tangkapan layar berita yang menyebutkan bahwa Budisatrio Djiwandono menjadi Ketua Umum Karang Taruna Nasional. Uniknya, unggahan ini menimbulkan berbagai komentar dari warganet. Beberapa di antaranya menyampaikan pendapat tentang sistem politik yang dinilai tidak adil, sementara lainnya bertanya-tanya apa sebenarnya fungsi Karang Taruna Nasional.
Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan Budisatrio Djiwandono
Budisatrio Djiwandono lahir pada 25 September 1981 dari pasangan Sudrajad Djiwandono dan Bianti Djiwandono. Ayahnya pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia dari tahun 1993 hingga 1998, sedangkan ibunya adalah kakak kandung dari Presiden Joko Widodo. Dengan latar belakang keluarga yang kental dalam dunia politik dan pemerintahan, Budisatrio tumbuh dalam lingkungan yang penuh dengan tradisi kebijakan publik.
Sejak kecil, ia sudah dikenal dekat dengan lingkungan keluarga yang memiliki pengaruh besar dalam berbagai isu nasional. Sudrajad Djiwandono sempat menjalani masa jabatan saat krisis ekonomi Asia pada tahun 1997-1998, sementara Prabowo Subianto kemudian berkembang dalam dunia militer dan politik hingga akhirnya menjadi Presiden Republik Indonesia.
Pendidikan Budisatrio dimulai dari SD Santa Theresia, dilanjutkan ke SMP Pelita Harapan. Saat remaja, ia pindah ke Amerika Serikat untuk melanjutkan studi di Berkshire School. Setelah itu, ia meraih gelar sarjana dalam bidang Government & International Relation dari Clark University, AS.
Perjalanan Karier Budisatrio Djiwandono
Budisatrio mulai menapaki dunia politik pada 2017 ketika ia ditunjuk sebagai anggota Pergantian Antar Waktu di DPR RI untuk sisa masa jabatan 2014–2019. Ia menggantikan Luther Kombong yang meninggal dunia pada Juni 2017.
Dalam periode 2019–2024, Budisatrio kembali dipilih sebagai anggota DPR RI dan menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV yang mengurusi pertanian, kehutanan, kelautan, dan lingkungan hidup. Posisi ini memberinya kesempatan untuk bersentuhan langsung dengan isu-isu penting seperti pangan dan sumber daya alam.
Selain di parlemen, ia juga aktif dalam dunia bisnis. Budisatrio pernah menjabat sebagai Wakil Direktur PT Nusantara Energy dan Komisaris PT Satrio Putra Tidar. Ia juga pernah menjabat Direktur Utama PT Nusantara Pandu Energi, Direktur PT Kertas Nusantara, serta Komisaris Utama PT Karunia Tidar Abadi.
Diangkat sebagai Ketua Umum Karang Taruna Nasional
Budisatrio Djiwandono ditetapkan sebagai Ketua Umum Karang Taruna Nasional melalui Temu Karya Nasional IX di Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial. Ia menggantikan Didik Mukrianto sebagai Ketua Umum untuk periode 2025–2030. Proses pemilihan dilakukan melalui musyawarah mufakat, sesuai dengan aturan organisasi.
Dalam pidato penyambutannya, Budisatrio menyampaikan pesan yang diwariskan oleh pamannya, Presiden Prabowo Subianto. Pesan tersebut menekankan pentingnya membantu orang lain sesuai kemampuan. “Jika kau punya rezeki, bantu sebanyak-banyaknya. Jika belum cukup, bantu sebisa-bisanya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pesan ini menjadi prinsip hidupnya. Menurutnya, inti dari pesan tersebut adalah larangan untuk berbuat jahat kepada siapa pun. Budisatrio menutup pidatonya dengan menyatakan arah kepemimpinan Karang Taruna lima tahun ke depan, yaitu menjunjung nilai-nilai yang diajarkan oleh Presiden Joko Widodo.




