Perwira BAIS TNI Dituduh Provokator, Kapuspen Buka Fakta Sebenarnya

Penjelasan TNI Mengenai Keterlibatan Personel BAIS dalam Aksi Demo

TNI memberikan penjelasan terkait peristiwa yang terjadi selama aksi demo beberapa waktu lalu, khususnya mengenai tudingan bahwa seorang perwira dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dianggap sebagai provokator. Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah, menjelaskan bahwa saat kejadian, perwira menengah dengan inisial SS sedang menjalankan tugasnya sesuai dengan tanggung jawabnya sebagai anggota BAIS TNI.

Freddy menyatakan bahwa berita yang menyebutkan bahwa SS adalah provokator dan perusuh dalam aksi demo tersebut merupakan informasi yang tidak benar. Ia menegaskan bahwa foto dan video yang beredar itu jelas-jelas palsu dan telah dianalisis oleh pihak TNI. “Itu adalah hoaks,” ujarnya.

Baja Juga  Prediksi Skor dan Statistik Everton vs Brighton di Liga Premier Inggris,Kick off 20.00 WIB

Ia juga menekankan bahwa jika informasi ini tidak diluruskan, bisa saja memicu konflik antara aparat dengan masyarakat atau bahkan antara TNI dan Polri. Meski tidak membantah bahwa SS adalah personel BAIS TNI, Freddy menegaskan bahwa saat ditanyai oleh personel Brimob Polri, SS sedang menjalankan tugasnya sebagai anggota TNI.

“Foto itu memang benar menunjukkan anggota BAIS TNI, karena sudah jelas terlihat. Namun yang saya sangkal adalah narasinya. Narasi yang menyebut bahwa SS ditangkap oleh Polri dan dianggap sebagai provokator itu tidak benar,” tegas Freddy.

Kronologi Kejadian yang Dijelaskan

Freddy juga mengungkap kronologi kejadian secara detail. Ia menjamin bahwa semua kejadian telah dikomunikasikan dan dikoordinasikan dengan aparat kepolisian. Bahkan, ia menjelaskan peristiwa-peristiwa yang terjadi menit demi menit selama aksi demo tersebut.

Baja Juga  Nana Sudiana Ungkap Strategi Zakat Tingkatkan Kesejahteraan Jabar: Potensi Rp32 Miliar

Menurutnya, personel BAIS TNI memang memiliki tugas untuk melakukan deteksi dini dan cegah dini terhadap segala ancaman yang mungkin terjadi. Oleh karena itu, mereka akan selalu hadir di lokasi-lokasi yang dianggap rawan.

Saat kejadian, Mayor SS bersama empat rekan lainnya bertugas di sekitar Fly Over Slipi, Jakarta Barat, pada 28 Agustus 2025. Mereka terus memantau situasi hingga malam hari, bahkan sampai kondisi dan perkembangan situasi stabil. Freddy menegaskan bahwa tidak benar bahwa SS ditangkap oleh polisi.

Tanggung Jawab dan Profesionalisme TNI

Sebagai bagian dari organisasi militer, TNI memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan stabilitas negara. Dalam hal ini, BAIS TNI bertindak sebagai bagian dari sistem intelijen yang bekerja untuk mendeteksi potensi ancaman dan mencegah kerawanan sejak dini.

Baja Juga  Kadis di Sukabumi terjerat korupsi terancam diberhentikan, statusnya menanti putusan hakim

Freddy menekankan bahwa setiap tindakan yang dilakukan oleh personel TNI selalu didasarkan pada prosedur dan aturan yang berlaku. Selain itu, komunikasi antara TNI dan aparat lain seperti Polri juga tetap terjalin untuk memastikan kejadian yang tidak diinginkan dapat dihindari.

Dengan penjelasan ini, TNI berharap masyarakat dapat memahami bahwa tindakan yang dilakukan oleh personelnya selalu bertujuan untuk menjaga keamanan dan kedamaian. Tidak ada niat untuk mencampuri urusan sipil atau memicu ketegangan antara aparat dan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *