Misteri Amplop Cokelat di Kematian Diplomat Kemenlu, Keluarga Minta Bantuan Prabowo

Mediapresisi.com –Keluarga almarhum Arya Daru Pangayunan masih percaya ada hal yang tidak wajar di balik kematian diplomat Kementerian Luar Negeri tersebut.

Meskipun penyidik dari Polda Metro Jaya telah menyatakan tidak ada tindakan kekerasan, keluarga masih meragukan hal tersebut.

Mereka kemudian menunjuk seorang pengacara agar motif kematian Arya Daru dapat diketahui secara jelas.

Kematian Arya Daru menjadi perhatian masyarakat setelah ditemukan meninggal di kosannya di kawasan Menteng pada 8 Juli 2025.

Kepala yang dibalut plester tetap menjadi misteri hingga saat ini karena polisi memastikan bahwa Arya meninggal bukan akibat kekerasan dari pihak lain.

Jika kematian memang telah menjadi kehendaknya, mengapa repot-repot membungkus lakban dengan rapi di kepala, demikian pertanyaan publik yang hingga Jumat (22/8/2025) masih belum mendapatkan jawaban.

Baja Juga  Mengungkap Kasus Korupsi Noel, KPK Bongkar Aliran Dana dan Motor Mewah

Kuasa Hukum keluarga Arya Daru, Nicholay Aprilindo, pada Sabtu (23/8/2025) menyatakan bahwa bukti-bukti yang dimiliki oleh keluarga telah diserahkan kepada penyelidik, Kompolnas, serta Komnas HAM.

Namun, bukti yang disampaikan tidak dianggap sebagai dasar pertimbangan.

Pada konferensi pers tersebut, Nicholay menyampaikan beberapa fakta yang dimiliki oleh keluarga.

Misalnya, terdapat pengiriman amplop berwarna coklat dari seseorang yang tidak dikenal.

Di dalam amplop itu terdapat beberapa tanda yang tidak dipahami oleh keluarga.

Selain itu, pernyataan penjaga kos yang menyebutkan bahwa ia diperintahkan oleh istri Arya Daru untuk menggeser CCTV ditolak.

Berdasarkan pernyataan kuasa hukum, istri Arya Daru tidak pernah memberikan instruksi terkait hal tersebut.

Baja Juga  Nasib Siswa SMA yang Aniaya Wakil Kepsek, Ayahnya Seorang Polisi Hanya Menonton

Hal lain yang diungkapkan adalah, media sosial Arya Daru yang pernah aktif setelah diplomat tersebut ditemukan meninggal dunia.

Namun, ketika dihubungi kembali, tidak lagi aktif.

Keluarga berharap Presiden Prabowo memberikan bantuan terkait kasus anak mereka.

“Kami memohon kepada yang terhormat Presiden Republik Indonesia, yang terhormat Bapak Prabowo Subianto, kami memohon dengan rendah hati dan kami mohon secara tulus,” ujar tim kuasa hukum Arya Daru lainnya, Subaryono, Sabtu (23/8/2025).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul:Keluarga Diplomat ADP Mengakui Telah Menyampaikan Bukti Kepada Penyidik serta Kompolnas, Namun Tidak Dipertimbangkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *