Mengungkap Kasus Korupsi Noel, KPK Bongkar Aliran Dana dan Motor Mewah

Kasus Pemerasan di Kemenaker: Dugaan Penerimaan Dana dan Motor Mewah

KPK kembali mengungkap fakta mengejutkan terkait kasus pemerasan yang terjadi di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Salah satu yang terlibat adalah mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan. Ia diduga menerima uang miliaran rupiah serta sebuah motor mewah setelah mengetahui adanya praktik kotor dalam pengurusan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Aliran Dana dan Motor Mewah: Bukti Tambahan Pemerasan K3

Menurut Ketua KPK Setyo Budiyanto, Immanuel Ebenezer diduga menerima aliran dana senilai Rp3 miliar pada Desember 2024. Uang tersebut diterima setelah ia mengetahui adanya praktik pemerasan dalam pengurusan sertifikat K3. Selain itu, pria yang akrab disapa Alex ini juga menerima satu unit motor roda dua merek Ducati.

Baja Juga  Citilink Rancang Rute Jakarta–Belitung–Singapura

“Saudara IEG menerima Rp3 miliar pada Desember 2024,” ungkap Setyo Budiyanto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat, 22 Agustus 2025. Motor mewah itu dibeli pada April 2025. Namun, sampai Agustus 2025, proses pengurusan BPKB dan STNK motor itu belum dilakukan.

“Iya lupa pelatnya berapa. Kalau enggak salah bravo ya, B 2445 warna biru, Ducati,” sebutnya. Menurut Setyo, hal ini mengindikasikan adanya upaya untuk menyembunyikan kepemilikan. “Ini setidaknya juga mengindikasikan supaya tidak diketahui dulu, kemudian dipasang pelat yang kosong gitu ya. Enggak tahu dapatnya dari mana. Nanti akan didalami,” ujarnya.

11 Tersangka, Termasuk Mantan Wamenaker, Resmi Ditahan KPK

Pengungkapan ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK. Pada 22 Agustus 2025, KPK resmi menetapkan Immanuel Ebenezer dan 10 orang lainnya sebagai tersangka dalam kasus pemerasan terkait pengurusan sertifikat K3. Para tersangka langsung menjalani penahanan di Rutan Cabang KPK Gedung Merah Putih selama 20 hari pertama, mulai dari 22 Agustus hingga 10 September 2025.

Baja Juga  Rismon punya bukti baru soal ijazah Joko Widodo, Jokowi siap tunjukkan ijazah SD, SMP, SMA dan UGM

Seiring dengan penetapan tersangka, Presiden Prabowo Subianto mencopot Immanuel Ebenezer dari posisinya sebagai Wamenaker. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya kasus yang sedang ditangani oleh lembaga anti-korupsi ini.

Identitas Tersangka: Mengungkap Jaringan Pemerasan K3

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, berikut adalah identitas 11 tersangka dalam kasus ini:

  • Irvian Bobby Mahendro (IBM): Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 Kemenaker (2022-2025)
  • Gerry Aditya Herwanto Putra (GAH): Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja Kemenaker (2022-sekarang)
  • Subhan (SB): Subkoordinator Keselamatan Kerja Direktorat Bina K3 Kemenaker (2020-2025)
  • Anitasari Kusumawati (AK): Subkoordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja Kemenaker (2020-2025)
  • Fahrurozi (FRZ): Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan (Binwasnaker) dan K3 Kemenaker (Maret-Agustus 2025)
  • Hery Sutanto (HS): Direktur Bina Kelembagaan Kemenaker (2021-Februari 2025)
  • Sekarsari Kartika Putri (SKP): Sub-Koordinator di Kemenaker
  • Supriadi (SUP): Koordinator di Kemenaker
  • Temurila (TEM): Pihak PT KEM Indonesia
  • Miki Mahfud (MM): Pihak PT KEM Indonesia
  • Immanuel Ebenezer Gerungan (IEG): Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan
Baja Juga  Kisah Pemecatan Bambang Pacul dan Olly dari Kursi Ketua DPD PDI-P

Dengan adanya penahanan terhadap 11 tersangka ini, KPK menunjukkan komitmennya untuk memberantas korupsi dan praktik kotor yang merusak sistem pemerintahan. Kasus ini juga menjadi peringatan bagi pejabat dan instansi terkait untuk menjalankan tugasnya secara transparan dan profesional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *