Program Prioritas Pemerintah Kota Batu untuk Membangun Mbatu Sae
Pemerintah Kota Batu, yang dipimpin oleh Wali Kota Nurochman dan Wakil Wali Kota Heli Suyanto, telah menetapkan 15 program prioritas dalam lima tahun ke depan. Tujuan dari program-program ini adalah mempercepat pembangunan di berbagai sektor guna mewujudkan visi ‘Mbatu Sae’ yang bertujuan menciptakan kota yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.
Salah satu program yang sudah mulai berjalan pada tahun ini adalah program 1000 sarjana. Program beasiswa pendidikan ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat Kota Batu, terutama mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi, untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi. Dengan alokasi anggaran sebesar Rp 1,8 miliar, program ini telah menerima 214 calon mahasiswa dari 284 pendaftar yang lolos seleksi administrasi.
Selain program beasiswa, Pemkot juga memberikan kenaikan insentif bagi beberapa kelompok masyarakat. Di antaranya adalah guru ngaji, marbot, ketua RT, dan ketua RW. Insentif untuk ketua RT dan RW naik dari Rp 312.230 menjadi Rp 512.230, atau meningkat sebesar Rp 200.000.
Di sektor lingkungan, Pemkot Batu merencanakan pembangunan kawasan industri pengelolaan sampah dan Spiritual Botanical Garden. Proyek ini menggabungkan konservasi alam dengan nilai religius. Selain itu, masyarakat pra-sejahtera dan non-usaha akan mendapatkan subsidi air bersih, serta 911 tempat ibadah di Kota Batu akan menerima subsidi listrik.
Dalam bidang olahraga, Pemkot akan mengoptimalkan Stadion Gelora Brantas, mengembangkan standarisasi GOR Gajahmada untuk event nasional, serta memperkuat fungsi hutan kota Bondas sebagai penyangga ekologis. Rencana lainnya adalah pembangunan Batu Sports Center.
Di sektor budaya dan kesenian, Pemkot akan mengembangkan Batu ArtPreneur sebagai pusat seni dan ekonomi kreatif. Selain itu, akan dibangun SMK Kesenian atau tambahan Program Studi Kesenian melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Untuk mengembangkan potensi pertanian, Pemkot fokus pada ‘Smart and Integrated Farming’ serta membangun Packing House di Desa Sumberbrantas. Selain itu, Pemkot juga merencanakan pembangunan Mall UMKM dan PKL dengan penataan ulang kawasan Alun-Alun, termasuk sistem parkir terintegrasi di Kelurahan Sisir.
Pada 2025, PT BWR akan diaktifkan sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di sektor UMKM, Agrobank, dan pariwisata. Selain itu, desa-desa akan menerima tambahan bagi hasil sebesar Rp 5 miliar melalui program kerja SKPD.
Wali Kota Nurochman menegaskan pentingnya sinergi antar dinas dan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program prioritas ini. Menurutnya, program 1000 sarjana dirancang untuk meningkatkan daya saing anak-anak Kota Batu dan membantu menuju Indonesia Emas 2045.
Tujuan dari program ini adalah untuk memotret potensi sumber daya manusia dan meningkatkan kualitasnya. Jurusan tidak ada ketentuan, tetapi ada beberapa cluster penerima beasiswa seperti pelajar berprestasi dari keluarga tidak mampu, penyandang disabilitas, perangkat desa, guru non-ASN, pelaku UMKM, serta Hafiz maupun Hafizah Al-Quran.
Lulusan 1000 sarjana ini diharapkan bisa berkontribusi terhadap Pemerintah Kota Batu melalui program-program yang ada. Mereka bisa menjadi tenaga surveyor, melakukan riset, atau memberikan rekomendasi jurusan masing-masing.
Pemkot juga menambah insentif guru ngaji dari Rp 250 ribu menjadi Rp 350 ribu. Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen untuk menyejahterakan para pendidik agama. Guru TPQ dianggap berjasa dalam mengajarkan Al Quran dan menjadikan anak-anak Kota Batu memahami serta mengamalkan isi Kitab Suci.
Tahun 2025 menjadi langkah awal menuju target besar di 2026. Semua pihak diharapkan dapat bergerak cepat dan tepat untuk mewujudkan visi ‘Mbatu Sae’.




