Dedi Mulyadi Pastikan Satgas MBG Pantau Kualitas Makanan

PIKIRAN RAKYAT– Dalam tengah perdebatan mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dipimpin oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, rencana pembentukan Satuan Tugas (Satgas) khusus sedang dipertimbangkan untuk memperkuat pengawasan terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil setelah terjadinya kasus keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Kabupaten Bandung Barat (KBB) beberapa waktu lalu, yang menyebabkan sejumlah dapur dihentikan sementara.

Dedi menekankan bahwa dapur SPPG di seluruh wilayah Jawa Barat harus memprioritaskan kualitas dan keamanan makanan. Ia menganggap peristiwa yang terjadi di Cipongkor sebagai pelajaran berharga agar pelaksana program lebih taat dalam memastikan makanan yang disajikan benar-benar layak untuk dikonsumsi.

Baja Juga  Fakta Mengejutkan Demo 25 Agustus di DPR

“Kedepan kita perlu memperhatikan peningkatan kualitas MBG. Pekan depan akan dibuat MoU dan pembentukan Satgas, lengkap dengan aturan yang mengikat semua pihak agar pelaksanaan program ini lebih teratur,” kata Dedi di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa, 30 September 2025.

Satgas ini, menurut Dedi, nantinya juga akan menjadi saluran pengaduan bagi para penerima manfaat MBG. Siswa yang menerima makanan yang tidak sesuai standar, baik dari segi kualitas maupun nilai anggaran, dapat langsung melaporkan melalui saluran pengaduan yang telah disediakan.

“Jika ada penerima manfaat yang merasa makanan yang diterima tidak sesuai dengan nilai Rp10.000, mereka dapat mengadukan melalui media sosial atau grup WhatsApp pengaduan,” katanya.

Baja Juga  Malaysia Dihebohkan Skandal Pemain Naturalisasi Ilegal, Ini Tanggapan AFC

Setelah menerima laporan, tim tugas akan melanjutkannya dengan pemeriksaan dan evaluasi. Apabila terdapat pelanggaran, hukuman akan diberikan sesuai dengan tingkat kesalahan yang dilakukan.

“Setiap laporan akan diperiksa dan diaudit. Jika terbukti ada penurunan kualitas atau jumlah, maka sanksinya bisa berupa peringatan administratif, penghentian sementara, atau bahkan hukuman pidana, karena hal ini berkaitan dengan uang negara,” kata Dedi.

Selanjutnya, ia menyampaikan bahwa dapur SPPG yang dihentikan sementara akan segera diganti agar distribusi MBG tidak mengalami gangguan. Selain itu, pemerintah provinsi sedang meninjau kemungkinan untuk meletakkan dapur pengolahan makanan langsung di lingkungan sekolah.

“Kami menyarankan agar dapur MBG berada di sekolah-sekolah agar pengawasan menjadi lebih mudah. Dapur yang terlibat dalam kasus keracunan kemarin kami hentikan sementara hingga ada pengganti yang lebih baik,” tutupnya***

Baja Juga  Presiden Rusia Perkenalkan Kapal Nuklir 'Hantu' yang Sulit Dijumpai Radar, Kuasai Arktik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *