Keluarga Diplomat Kemenlu Minta Bantuan Panglima TNI dalam Kasus Kematian Arya Daru Pangayunan
Keluarga dari Arya Daru Pangayunan, seorang diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), akhirnya mengambil langkah tegas terkait kematian anak mereka. Mereka meminta bantuan dari Panglima TNI untuk membantu mengungkap penyebab kematian yang masih menjadi misteri.
Arya Daru Pangayunan ditemukan meninggal di kamar kos dengan kepala terlilit lakban kuning. Penyelidikan oleh Polda Metro Jaya menyimpulkan bahwa tidak ada keterlibatan orang lain dalam kejadian tersebut. Namun, keluarga tetap merasa tidak puas dengan hasil penyelidikan tersebut. Mereka menilai kesimpulan yang diberikan belum sepenuhnya jelas dan mempertanyakan fakta-fakta yang didapatkan selama proses penyelidikan.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra, menyatakan bahwa tidak ada bukti adanya tindak pidana dalam kasus ini. Hal ini didasarkan pada tidak ditemukannya sidik jari orang lain di lakban kuning yang melilit kepala Arya Daru. Meski begitu, polisi juga tidak menjelaskan secara detail sosok Vara dan Dion, dua orang yang terakhir terlihat bersama Arya Daru di Grand Indonesia.
Menurut informasi yang beredar, Vara diduga bekerja di Direktorat Konsuler Kemenlu, sedangkan Arya Daru bertugas mengurus kepulangan WNI yang bermasalah di luar negeri. Selain itu, suami Vara disebut memiliki jabatan tinggi dan pernah menjadi komandan kapal perang. Namun, hal ini masih dalam proses konfirmasi.
Pihak keluarga, diwakili oleh kuasa hukum Nicholay Aprilindo, meminta bantuan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Permintaan ini dilakukan karena keluarga percaya bahwa TNI memiliki perangkat yang lebih lengkap untuk membantu penyelidikan. Menurut Nicholay, permintaan bantuan ini tidak berkaitan langsung dengan isu tentang profesi suami Vara, tetapi lebih pada upaya kolaborasi antara Kepolisian dan TNI dalam mengungkap misteri kematian Arya Daru.
Nicholay juga menegaskan bahwa keluarga masih mempertanyakan kesimpulan penyelidikan yang dikeluarkan oleh Polda Metro Jaya. Mereka menilai penyelidikan belum selesai, namun rilis resmi telah dikeluarkan. Hal ini membuat keluarga merasa kurang puas dengan proses penanganan kasus ini.
Ayah dari Arya Daru, Subaryono, mengatakan bahwa sebelum ditemukan meninggal, sang anak tidak pernah bercerita mengenai ancaman atau masalah yang dihadapinya. Subaryono mengungkap bahwa Arya jarang bercerita tentang pekerjaannya, hanya menyampaikan hal-hal positif yang membuat keluarga bangga. Misalnya, ia pernah membantu anak-anak yang ditelantarkan di Taiwan dan ikut dalam tim terapi para TKI.
Subaryono menganggap bahwa Arya tidak pernah menceritakan hal negatif agar tidak memberatkan perasaan orang tuanya yang sudah tua. Ia mengatakan bahwa Arya ingin memberikan kebahagiaan bagi keluarganya. Meskipun demikian, kini keluarga terus mencari kebenaran atas kematian putranya.




