Warga Karyabakti Heboh, Pria Penderita Struk Ditemukan Tewas di Belakang Rumah

KABAR SINGAPARNA –Warga Kampung Derah, Desa Karyabakti, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya dihebohkan dengan penemuan jenazah seorang pria yang meninggal gantung diri, Minggu 28 September 2025 siang. Yanto (36), diduga melakukan bunuh diri karena stres akibat penyakit struk yang tidak kunjung pulih.

Kejadian mengerikan terjadi sekitar pukul 12.10 WIB. Data dari aparat kepolisian mengungkapkan, korban ditemukan dalam kondisi tergantung di tiang penyangga bangunan rumahnya sendiri.

“Ya, ada korban meninggal akibat bunuh diri dengan gantung diri di kawasan Parungponteng,” kata Kasatreskrim Polres Tasikmalaya, AKP Ridwan Budiarta, saat dimintai konfirmasi.

Temuan jenazah Yanto pertama kali diketahui oleh tetangganya, Nurhasanah. Yang mengejutkan, tidak lama sebelum kejadian, Yanto sempat berkomunikasi dengan Nurhasanah.

Baja Juga  Kapolri Sebut Polri Punya 458 SPPG, Siap Dukung MBG Seluruh Indonesia

“Sekitar 30 menit sebelum kejadian, dia datang ke warung saya untuk membeli rokok,” ujar Nurhasanah.

Setelah membeli rokok, Yanto segera kembali ke rumahnya. Tidak lama setelah itu, sekitar 30 menit kemudian, Nurhasanah ingin mengangkat pakaian yang sedang dijemur di belakang rumah korban. Namun, ia terkejut mendapati tubuh Yanto sudah kaku tergantung dengan leher terikat kain samping di tiang penyangga.

Tiba-tiba, Nurhasanah berteriak histeris sehingga menarik perhatian warga sekitar yang datang. Ketua RT setempat langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Parungponteng.

Petugas dari Polsek bersama tim medis segera tiba di tempat kejadian untuk melakukan proses evakuasi dan pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim medis dipimpin oleh dr. Dini Rahmawati, kondisi tubuh korban menunjukkan tanda-tanda khas akibat gantung diri.

Baja Juga  Penghargaan HNW terhadap Inisiatif Presiden Prabowo Bentuk Kementerian Haji dan Umrah

Di tubuh korban ditemukan posisi kepala condong ke bawah, tubuh sudah kaku, bibir berwarna biru, serta terdapat luka memar di leher akibat ikatan kain samping. Tidak ditemukan luka lain yang mencurigakan,” ujar Kasatreskrim AKP Ridwan Budiarta.

Hasil pemeriksaan medis menyatakan bahwa korban meninggal dunia murni akibat gantung diri. Mengenai alasan korban nekat melakukan tindakan tersebut, AKP Ridwan Budiarta menduga kuat karena depresi yang dialami Yanto akibat penyakit struk yang telah lama dideritanya.

“Memang berdasarkan keterangan dari orang tua korban, ia sudah lama mengidap penyakit struk. Bahkan, akibat kondisinya, cara berbicaranya menjadi tidak wajar. Diduga hal ini menjadi penyebab depresi yang membuat korban nekat mengakhiri hidupnya,” ujar Kasatreskrim.

Baja Juga  Jauh dari Bencana: 16 Weton Ini Dapat Keberuntungan di Rabu Wekasan 2025

Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dikebumikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *