AMBON, Mediapresisi.com – – Warga Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon meminta agar pemerintah dan aparat keamanan membangun pos permanen di desa mereka.
Kristin, salah satu warga Desa Hunuth yang terdampak bentrokan antarwarga di daerah tersebut, menyatakan, warga membutuhkan pos permanen karena sering terjadi bentrokan di kawasan itu.
“Kami minta pemerintah dan aparat bisa membangun pos permanen karena kejadian ini (bentrok) selalu berulang dan kami selalu menjadi korban,” kata Kristin, pada Kompas.com di lokasi pengungsian, Rabu (20/8/2025).
Menurutnya, bentrokan yang kerap terjadi tersebut berdampak pada warga yang tidak tahu apa-apa. Mereka menjadi korban dan merasakan trauma.
Bahkan, kata dia, warga juga terpaksa mengungsi atau meninggalkan desa karena tidak ada jaminan keamanan.
“Kami butuh jaminan keamanan karena kami masih sangat trauma, untuk kembali,” ujarnya.
Sementara, warga lainnya, Ongen juga menyatakan harapan yang sama. Ia meminta agar pemerintah dan aparat TNI Polri bisa segera membangun pos permanen di desa tersebut.
“Kalau tidak nanti kejadian ini berulang lagi, karena ini bukan baru sekali,” katanya.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menanggapi permintaan warga tersebut. Ia berencana berkoordinasi dengan aparat TNI Polri guna membangun pos permanen untuk menjamin keamanan warga di desa tersebut.
“Kami akan koordinasi dengan TNI Polri ya untuk membangun pos permanen di sekitar situ,” kata Hendrik saat dimintai tanggapannya oleh Kompas.com.
Hendrik juga membenarkan bahwa kerap terjadi bentrokan dan perkelahian pemuda di desa tersebut. Oleh sebab itu, pemerintah dan aparat berwenang harus dapat melakukan pencegahan.
“Karena kejadian perkelahian di situ kan sering terjadi. Jadi kalau pemerintah dalam hal ini TNI Polri dan pemerintah daerah kalau kita bereaksi pasca terjadi bentrok itu percuma itu kan mubazir, tapi kalau tindakan prefentif dan pencegahan sudah dilakukan dari awal, jauh lebih baik,” kata dia.
“Kita akan segera koordinasi,” ucapnya menegaskan.
Diberitakan sebelumnya, pada Selasa (19/8/2025) terjadi bentrokan antara warga Desa Hunuth dan warga Desa Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.
Peristiwa itu dipicu oleh tewasnya seorang siswa SMK AP dalam aksi tawuran pelajar di kawasan Duruan Patah Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon.
Bentrok antarwarga tersebut berdampak pada rusaknya puluhan rumah warga di Desa Hunuth termasuk tempat usaha. Bahkan kantor desa setempat dibakar dan dirusak massa.
Saat ini polisi telah menangkap seorang remaja berinisial IS yang diduga sebagai terduga pelaku pemicu bentrokan warga. Polisi juga telah meminta keterangan dari belasan orang saksi terkait bentrokan yang terjadi.




