Skandal David Coote: Dari Wasit Legendaris ke Tersangka Pelecehan Anak, Hadapi Persidangan

mediapresisi.com–Nama David Coote dahulu terkait dengan wasit kelas atas sepak bola Liga Inggris. Mantan wasit Premier League ini pernah diandalkan untuk memimpin pertandingan-pertandingan penting, bahkan sering menjadi pilihan dalam laga-laga internasional.

Namun, kini karier dan kehidupannya terasa hancur. Coote harus berjalan dengan kepala tertunduk menuju Nottingham Magistrates Court, Kamis (11/9), menghadapi tuduhan serius terkait pembuatan video pelecehan anak kategori A.

Tuduhan ini tidak bisa dianggap remeh. Kategori A merupakan tingkat paling berat dalam klasifikasi kasus yang sama. Dilaporkan dariDaily Mail Sport, Nottinghamshire Police dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa tersangka akan hadir di pengadilan setelah dituduh membuat gambar yang tidak pantas mengenai seorang anak.

David Coote, yang berusia 43 tahun, dituduh setelah dilakukannya penyelidikan oleh Nottinghamshire Police.Daily Mail.

Polisi menemukan file video tersebut pada bulan Februari. Coote kemudian secara resmi dituntut pada 12 Agustus dan sejak itu menjalani penahanan luar dengan aturan yang ketat.

Baja Juga  Petugas Kebersihan Lubuklinggau Terluka Parah Usai Tertabrak Mobil Saat Menyapu Jalan

Saat tiba di pengadilan, Coote terlihat rapi dengan mengenakan setelan berwarna biru tua, kemeja putih, dasi hitam, dan sepatu hitam. Ia didampingi oleh pengacaranya, Fraser Williamson.

Namun, penampilan yang rapi tidak mampu menghalangi perhatian publik yang sangat tajam. Persidangan dijadwalkan dimulai pukul 10.00 waktu setempat.

Ini bukan pertama kalinya Coote menjadi perhatian publik. Pada bulan Desember tahun lalu, ia dipecat oleh lembaga wasit PGMOL setelah video beredar yang menunjukkan dia mengucapkan kata-kata kasar terhadap mantan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp.

Melansir Daily Mail, Federasi Sepak Bola Inggris (FA) bahkan menambahkan tuduhan tambahan pada bulan Juni lalu. Mereka menganggap pernyataan Coote yang menyebut Klopp sebagaiGerman ***merupakan bentuk pelanggaran yang memiliki unsuraggravated breachkarena menyerang identitas nasional pelatih tersebut.

Baja Juga  Medan Hari Ini: Dugaan Korupsi BBM Solar di Dinas Lingkungan Hidup, AMPM-SU Gelar Aksi Damai

PGMOL menghentikan Coote dari kembali bekerja. Kepala PGMOL Howard Webb menyatakan, sangat sulit bagi David untuk kembali.

“Saya perlu mengatakan ini. Dia adalah seseorang yang sudah lama menjadi bagian dari keluarga perwasitan, dan saya mengenalnya secara pribadi selama bertahun-tahun. Jadi, ini memilukan apa yang terjadi pada David, tetapi saya rasa ini akan menjadi tantangan besar baginya untuk kembali,” ujar Webb yang dikutip dari laman.Daily Mail.

Penyesalan dan Sisi Gelap

Pada beberapa kesempatan, Coote mengakui menyesali tindakannya. Ia menyebut bahwa saat membuat rekaman-rekaman tersebut, ia berada dalam kondisi yang gelap. Selain itu, dia juga menceritakan beban lain yang ia alami selama bertahun-tahun karena berusaha menyembunyikan orientasi seksualnya.

Baja Juga  Keluarga Arya Daru Minta Polisi Tangani Kasus, Tanyakan Akun Instagram yang Masih Aktif

“Kehidupan seksual saya bukan satu-satunya alasan yang membuat saya berada di posisi ini. Namun, saya tidak akan bercerita dengan jujur jika saya tidak menyatakan bahwa saya seorang gay dan bahwa saya mengalami kesulitan besar untuk menyembunyikannya,” kata Coote.

“Saya menyembunyikan perasaan saya sebagai seorang wasit muda, dan juga menyembunyikan orientasi seksual saya. Mungkin itu merupakan sifat yang baik sebagai wasit, tetapi sifat yang buruk sebagai manusia. Dan hal ini membawa saya pada serangkaian tindakan yang salah,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *