Rico Waas Temui Ojol Korban Kekerasan

mediapresisi.com–Sebagai wujud perhatian dan rasa simpati terhadap kejadian penganiayaan terhadap seorang pengemudi Ojek Online (Ojol) yang diduga dilakukan oleh Juru Parkir (Jukir) ilegal, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengunjungi Ojol korban penganiayaan tersebut di rumahnya, Jalan Amaliun, Gang Bandung, Medan Area, pada hari Minggu (7/9).

Saat diwawancarai Rico Waas, dengan wajah masih tertutup perban, Khairul Arifin (Ojol Korban Penganiayaan) menceritakan kejadian penganiayaan yang terjadi pada Sabtu (6/9) lalu di sekitar Jalan Irian Barat persimpangan Jalan Veteran, tepatnya dekat Rumah Sakit Murni Teguh atau Mall Centre Point. Kejadian ini menjadi viral di kalangan masyarakat melalui media sosial.

Khairul menceritakan, awal kejadian, dirinya menerima pesanan di lokasi tersebut dan memarkirkan sepeda motornya di Indomaret. Bukan hanya memarkir, tetapi ia juga membeli minuman. Saat akan keluar, Khairul diminta biaya parkir oleh seseorang yang diduga sebagai tukang parkir liar karena tidak ada tanda pengenal. Padahal ia mengetahui bahwa parkir di swalayan tersebut tidak dikenakan biaya.

Saya memberi tahu kepada tukang parkir liar bahwa baru saja membeli minuman di toko kelontong, dan di sini seharusnya tidak ada biaya parkir. Kami sempat berdebat, tetapi tukang parkir liar tersebut tiba-tiba meninju wajah saya hingga kaca mata saya pecah, bahkan bibir saya juga terluka. Khairul Arifin menjelaskan sambil menambahkan bahwa tukang parkir liar tersebut juga menyerang bagian belakang kepala dan bahunya.

Baja Juga  Pengacara Buka Suara: Lisa Mariana Minta Maaf pada Atalia Praratya, Ada Peluang Damai

Dengan kondisi bibir terluka dan kacamata retak, Khairul meminta bantuan dari rekan-rekan ojol untuk menolongnya dan mengantarkannya ke kantor Polsek Medan Timur yang dekat dengan tempat kejadian. Karena matanya minus, ia kesulitan melihat dengan jelas.

“Karena kacamata saya retak setelah dipukul, saya yang memiliki rabun jauh kesulitan melihat dan meminta bantuan kepada rekan-rekan Ojol. Saya meminta tolong, bang, mata saya minus, tidak bisa melihat jelas, bawakan saya ke Polsek. Mereka kemudian membawa saya ke Polsek Medan Timur”, ujar Khairul.

Kemudian dilanjutkan oleh Khairul, pihak kepolisian merespons dengan cepat laporan tersebut dan menangkap pelaku penganiayaan. “Alhamdulillah, polisi merespons secara cepat dan pelaku langsung ditahan di kantor polisi,” katanya.

Khairul mengakui bahwa orang tuanya tidak tahu secara pasti peristiwa tersebut karena tidak ingin menimbulkan kekhawatiran bagi mereka. Baru saja di depan Bapak Wali Kota Medan ini, orang tua saya mendengar penjelasannya.

Baja Juga  Wanita Lamongan Dimutilasi Jadi 65 Bagian, Pelaku adalah Teman Dekat

“Kami berharap kejadian ini tidak terulang lagi, hal ini juga menjadi harapan dari rekan-rekan ojol yang lain. Mengenai pelaku, saya berharap diberikan hukuman sesuai dengan aturan yang berlaku”, ujarnya.

Mendengar kisah Ojol, Rico Waas merasa sedih terhadap kejadian yang menimpa Khairul Arifin. Oleh karena itu, selain bertemu dengan korban, Rico Waas secara tegas meminta kepada Dinas Perhubungan Medan untuk menindak Jukir liar agar kejadian semacam ini tidak terjadi lagi. Kejadian yang menimpa Ojol ini tentu menjadi peringatan dan rasa prihatin bagi kita semua.

“Kami merasa sedih terhadap kejadian ini. Saya memberikan perhatian khusus kepada Dishub, untuk menindak para tukang parkir liar, agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” ujar Rico Waas yang didampingi Kadishub Erwin Saleh dan Camat Medan Area. “Kami merasa khawatir atas kejadian ini. Saya meminta perhatian khusus dari Dishub, dalam menangani tukang parkir liar, agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” kata Rico Waas bersama Kadishub Erwin Saleh dan Camat Medan Area. “Kami merasa prihatin terhadap kejadian ini. Saya menginginkan perhatian khusus dari Dishub, dalam menangani tukang parkir liar, agar kejadian semacam ini tidak terulang,” ucap Rico Waas yang didampingi oleh Kadishub Erwin Saleh dan Camat Medan Area.

Baja Juga  Kapolri Tetapkan Kombes Budi Hermanto sebagai Kabid Humas Polda Metro Jaya

Rico Waas juga mengharapkan di masa depan, petugas parkir resmi harus dapat dikenali oleh masyarakat. Agar bisa diketahui mana yang merupakan petugas parkir sah dan mana yang tidak resmi.

“Saya berharap ke depannya kita dapat mengenali Jukir resmi, baik itu dari seragam maupun tanda pengenalnya. Untuk itu, kami sedang membentuk Satgas khusus untuk mengatasi pungutan liar di area parkir,” jelas Rico Waas.

Kepada Kadishub, Rico Waas meminta agar terus mengawasi proses pelaporan penganiayaan yang dialami ojek online di kantor polisi. “Ini menjadi perhatian saya. Terus pantau, pelaku harus ditangani sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata Rico Waas.

Secara terpisah, Kadishub Erwin Saleh menyampaikan sesuai dengan arahan Bapak Wali Kota Medan Rico Waas, Dishub Medan akan melakukan penertiban dan menindak jukir yang tidak berizin.

“Kami akan mengambil tindakan terhadap tukang parkir liar. Malam ini Dinas Perhubungan bekerja sama dengan Kepolisian akan membersihkan tukang parkir liar di Kota Medan”, katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *