Profil Dwi Hartono, Motivator yang Viral dengan Helikopter dan Hubungan dengan Hotman Paris

Profil Dwi Hartono, Otak Penculikan dan Pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN

Dwi Hartono, yang kini menjadi tersangka dalam kasus penculikan dan pembunuhan terhadap Kepala Cabang (Kacab) Bank BUMN Mohamad Ilham Pradipta, dikenal sebagai seorang pengusaha sekaligus motivator. Nama pria kelahiran Rimbo Bujang, Jambi ini sempat viral karena berbagai aktivitasnya, termasuk pernah bekerja sama dengan pengacara kondang, Hotman Paris.

Masa Lalu dan Kiprah Dwi Hartono

Dwi Hartono lahir pada 6 Oktober 1985 di Lahat, Sumatera Selatan. Sejak duduk di bangku kuliah, ia telah merintis karier di dunia wirausaha. Awalnya, ia membangun bisnis dari warung internet (warnet), rental game online, PlayStation, hingga coffee shop dan warung tegal (warteg). Saat ini, Dwi Hartono juga merupakan pendiri dan pemilik Guruku.com, sebuah platform pendidikan nonformal yang cukup populer.

Selain itu, Dwi Hartono memiliki beberapa perusahaan, seperti PT Hartono Mandiri Makmur (pengembangan software) dan PT Digitalisasi Aplikasi Indonesia. Kantor perusahaan tersebut bahkan berada di rumah pribadinya sendiri. Ia juga aktif sebagai motivator bisnis melalui akun YouTube-nya, yang memiliki lebih dari 169 ribu subscriber.

Baja Juga  Biodata Figha Lesmana, MC yang Ditangkap Setelah Video Ajakannya Dilihat 10 Juta Kali

Kolaborasi dengan Hotman Paris

Salah satu hal yang membuat nama Dwi Hartono semakin dikenal adalah kemitraannya dengan pengacara ternama, Hotman Paris. Keduanya pernah memberikan dukungan finansial dan pendidikan bagi korban penyekapan dan rudapaksa di Kabupaten Lampung Utara pada awal 2024. Dwi Hartono menanggung biaya pendidikan korban hingga tingkat S2 melalui beasiswa yang didukung oleh Hotman Paris.

Dalam sebuah konferensi pers, Dwi Hartono menyatakan siap memberikan beasiswa hingga jenjang S2 jika diperlukan. “Saya atas nama pribadi dan Hartono Foundation akan memberikan beasiswa sampai S1. Adapun nanti apabila keluarga atau Bang Hotman merekomendasikan S1 hukum, biar kedepan bisa sukses seperti Bang Hotman, maka kami siap memberi beasiswa sampai S2 sekalipun,” ujarnya.

Viral dengan Helikopter dan Rumah Mewah

Nama Dwi Hartono sempat mencuri perhatian publik ketika ia mengaku membeli satu unit helikopter senilai Rp20 miliar, lengkap dengan helipad pribadi di kampung halamannya, Rimbo Bujang, Jambi. Alasannya sederhana, yaitu untuk mempermudah akses pulang kampung. “Rimbo Bujang itu penuh kenangan. Dengan helipad, saya bisa pulang lebih cepat,” ujarnya.

Baja Juga  ,Orang Surabaya, Diduga Dalang Pembunuhan Kacab Bank BUMN,Siapa Sosoknya Ada 3 Kemungkinan Ini

Selain itu, Dwi Hartono juga dikenal memiliki rumah mewah di Kompleks Perumahan Kota Wisata, Gunung Putri, Bogor. Kediamannya berada di Jalan San Fransisco, Blok Q1 No. 8 dan 9. Rumah tersebut dikabarkan kosong sejak beberapa waktu lalu, meskipun pagar emas dan lampu tetap menyala meski di siang hari.

Pengakuan Polisi tentang Kepemilikan HP

Dalam interogasi, Dwi Hartono mengakui memiliki lebih dari 20 handphone. Hal ini terungkap saat polisi menanyakan jumlah perangkat elektronik yang dimiliki oleh tersangka. “HP-nya 20 lebih, banyak banget,” jawab salah satu petugas.

Pendidikan yang Mengesankan

Dwi Hartono kerap memamerkan pendidikannya yang bergengsi. Ia diterima di program Magister Administrasi Bisnis (MBA) Universitas Gadjah Mada (UGM). Bahkan, ia pernah menyatakan ambil tiga jurusan S2 sekaligus, dengan target melanjutkan hingga doktoral. “Per 2024 ini saya ambil S2 langsung tiga jurusan guys. Rencananya sampai S3 syukur bisa profesor, hahaha,” tulisnya di Instagram.

Baja Juga  Tersangka Kasus Pagar Laut Ditahan Bersama Pencuri dan Penjudi

Penangkapan dan Penyelidikan

Dwi Hartono ditangkap bersama dua tersangka lainnya, YJ dan AA, di Solo, Jawa Tengah. Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan dari Polda Metro Jaya, Polrestabes Semarang, dan Polres Demak. Sementara itu, pelaku lainnya, yakni C, ditangkap di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.

Sebelumnya, polisi juga telah menangkap empat pelaku penculikan Ilham Pradipta. Keempat tersangka masing-masing berinisial AT, RS, RAH, dan RW. Tiga orang awal ditangkap di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat, sedangkan satu lagi ditangkap di bandara wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kehidupan yang Terkesan Mentereng

Dari segi kekayaan, Dwi Hartono tampak memiliki kehidupan yang mentereng. Dari bisnis, pendidikan, hingga properti, semua terlihat terencana dan terstruktur. Namun, kini nasibnya berubah drastis setelah terlibat dalam kasus penculikan dan pembunuhan yang mengejutkan publik. Sosok yang selama ini dikenal dermawan dan inspiratif, kini harus menghadapi konsekuensi dari tindakannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *