Pria di Parungponteng Tasikmalaya Ditemukan Tewas, Diduga Bunuh Diri

Disclaimer: Berhati-hatilah dalam memahami isi konten ini! Informasi yang terdapat dalam artikel ini bukan dimaksudkan untuk mendorong siapa pun melakukan tindakan serupa. Jika Anda mengalami gejala depresi hingga merasa ada keinginan untuk bunuh diri, segera konsultasikan masalah Anda kepada pihak-pihak yang bisa membantu seperti psikolog, psikiater, atau klinik kesehatan jiwa. Anda bisa menghubungi layanan konseling terdekat di wilayah Kota/Kabupaten Anda.

PIKIRAN RAKYAT – Penduduk Desa Karyabakti, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, dihebohkan oleh penemuan jenazah seorang pria yang ditemukan tewas gantung diri di rumahnya pada hari Minggu, 28 September 2025.

Korban diketahui bernama Y (36), seorang yang telah lama mengidap penyakit stroke sehingga menyulitkannya untuk berbicara.

Baja Juga  Polda Metro Jaya: Hanya Perusuh yang Ditangkap Sejak 25 Agustus

Diduga mengalami depresi akibat penyakit yang tidak kunjung pulih, Y memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Informasi ini didapatkan dari keterangan keluarga yang menyebutkan bahwa kondisi kesehatan korban semakin menurun sejak beberapa bulan terakhir.

Kejadian tragis itu pertama kali diketahui oleh tetangganya, Nurhasanah. Sekitar pukul 12.10 WIB, ia berencana mengambil jemuran di belakang rumah korban.

Saat itu, ia kaget menemukan tubuh Yanto tergantung dengan leher terikat di tiang penyangga rumah. Beberapa menit sebelumnya, Yanto pernah datang ke warung miliknya untuk membeli rokok.

 

“Tiba-tiba saya melihat dia sudah tergantung. Saya langsung berteriak hingga warga berkumpul,” kata tetangga korban.

Selanjutnya, ketua RT setempat segera memberitahukan kejadian tersebut kepada Polsek Parungponteng. Tidak lama kemudian, petugas bersama dengan tim medis tiba di lokasi guna melakukan evakuasi jenazah.

Baja Juga  Polres Nganjuk Bentuk Tim Khusus Usut Perampokan Maut di Ngronggot

Saat ditanyai, Kepala Satuan Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Ridwan Budiarta, mengonfirmasi kejadian tersebut. “Korban meninggal secara murni akibat gantung diri. Tidak ada tanda-tanda lain yang mencurigakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang dipimpin oleh dr. Dini Rahmawati, korban meninggal karena tewas gantung diri.

Luka akibat ikatan kain sarung terlihat di leher, bibir berwarna biru, dan tubuh sudah kaku. “Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain,” ujarnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *