Modus Pesan Donat 10 Kotak, Penjual Kehilangan Motor Saat Antar Pesanan ke Penipu

Penipuan yang Mengakibatkan Pencurian Motor oleh Seorang Penjual Donat

Seorang penjual donat di Kota Palembang, Sumatera Selatan, mengalami kejadian tidak terduga yang berujung pada pencurian motor. Kejadian ini menimpa Sahroni (57), seorang pedagang donat yang biasa berjualan di Pasar Suro, 30 Ilir. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (20/8/2025) pagi di Jalan Pangeran Sido Ing Lautan, Lorong Tapak Nyari, Kelurahan 35 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II Palembang.

Peristiwa bermula ketika pelaku datang ke lapak korban pada hari sebelum kejadian, yaitu Selasa. Saat itu, donat yang dijual sudah habis. Namun, keesokan harinya, pelaku kembali dan memesan banyak donat dengan alasan untuk acara di kantornya. Menurut pengakuan istri korban, Warda (55), saat itu donat hanya tersisa 2,5 kotak. Pelaku meminta diborong dan memberikan uang muka sebesar Rp 100 ribu sebagai pembayaran untuk 2,5 kotak donat tersebut.

Baja Juga  Nota Keuangan APBN 2026 Sudah Dirilis, Ini Besaran Gaji Pensiunan PNS Golongan I dan II September 2025

Setelah memesan, pelaku meminta korban mengantarkan donat menggunakan sepeda motornya ke rumahnya di Lorong Tapak Nyari. Ketika tiba di lokasi, pelaku berpura-pura menghubungi istrinya dan menyuruh korban mencari istri pelaku yang katanya sudah berada di dekat lorong. Sahroni pun pergi mencari istrinya, namun setelah beberapa lama tidak ditemukan, ia kembali ke tempat pelaku.

Saat kembali, pelaku meminjam motor korban dan mengatakan akan mencari istrinya sendiri. Sahroni percaya dan menyerahkan motornya. Setelah beberapa menit, pelaku tidak kembali. Dari rekaman CCTV yang ada di dalam lorong, terlihat bahwa korban tampak bingung dan tidak bisa menemukan pelaku.

Setelah mengetahui bahwa motor hilang, Sahroni pulang dengan berjalan kaki. Ia baru sadar bahwa dirinya telah ditipu. Istri dan anak korban kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk menanyakan ke warga apakah rumah yang disebut oleh pelaku benar-benar dihuni atau tidak. Ternyata, warga mengatakan bahwa rumah tersebut kosong dan sedang dalam proses penjualan. Hal ini membuktikan bahwa pelaku berbohong tentang alamat rumahnya.

Baja Juga  Mahasiswa Amikom Tewas, Komnas HAM Minta Polda DIY Selidiki Secara Adil

Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan korban, pelaku memiliki ciri-ciri khusus. Dia adalah seorang pria dewasa yang mengenakan jaket dan di dalamnya memakai kaus warna coklat mirip seragam polisi. Meskipun pelaku tidak mengaku sebagai anggota kepolisian, kausnya sangat mirip dengan seragam yang biasa digunakan oleh petugas.

Atas kejadian ini, korban telah membuat laporan ke Polrestabes Palembang. Ia berharap pihak berwajib dapat menangkap pelaku dan mengembalikan motornya yang hilang. Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan yang semakin canggih dan sulit dideteksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *