Mengungkap Motif Pelaku Perampokan Sadis di Ngronggot Nganjuk, Masalah Utang

Motif Perampokan di Ngronggot Nganjuk Terungkap

Perampokan yang terjadi di Desa Klurahan, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, akhirnya mengungkapkan motif pelaku. Polisi berhasil menangkap tersangka yang melakukan aksi kekerasan hingga korban meninggal dunia.

Tersangka yang ditangkap adalah MA (35), warga Dusun Ngebrugan, Desa Drenges, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Penangkapan dilakukan oleh Tim Satreskrim Polres Nganjuk pada Rabu (20/8/2025) malam. Setelah penangkapan, polisi langsung mengungkap alasan pelaku nekat melakukan tindakan tersebut.

Menurut Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Sukaca, motif utama pelaku adalah masalah utang. MA memiliki utang sebesar Rp 60 juta kepada korban, Enik Mulya Ningsih (55). Karena tekanan utang tersebut, pelaku memutuskan untuk melakukan pencurian disertai kekerasan.

Dari pengakuan pelaku, aksi kekerasan yang dilakukannya menyebabkan korban meninggal dunia dan uang tunai ratusan juta rupiah hilang. Meski demikian, Sukaca belum memberikan detail lebih lanjut tentang bentuk kekerasan yang dilakukan pelaku.

Baja Juga  Armada Sumud Kembali Berlayar dari Barcelona Setelah Badai

Pelaku berhasil diringkus di kediamannya bersama barang bukti dari tindak kejahatannya. Atas perbuatannya, MA dijerat dengan Pasal 365 ayat (3) sub Pasal 351 Ayat (3) KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Ancaman hukuman yang dikenakan bisa mencapai maksimal 15 tahun penjara.

Kejadian Perampokan yang Menimpa Enik Mulya Ningsih

Sebelum penangkapan, kasus perampokan ini terjadi di sebuah rumah milik Enik Mulya Ningsih. Pelaku membawa kabur uang ratusan juta rupiah yang dimiliki korban. Selain itu, aksi pelaku sangat bengis hingga menyebabkan korban mengalami luka parah di kepala dan wajah.

Diduga, kejadian ini terjadi pada pukul 19.00 WIB, Jumat (15/8/2025). Saat itu, Enik sedang berada di dalam rumah sendirian. Suaminya, Jumaji, kebetulan sedang menerima pesanan memijat dari tetangga desa. Ia berangkat pukul 18.00 WIB dan meninggalkan rumah dengan pintu tertutup tanpa dikunci.

Baja Juga  Pembunuhan Kacab Bank BUMN Diungkap, Terdakwa Akui Dibujuk Uang Puluhan Juta

Jumaji bekerja sebagai tukang pijat. Anak bungsunya bekerja sif malam di sebuah kedai kuliner, sedangkan dua anak lainnya sedang merantau. Pukul 20.00 WIB, Jumaji selesai memijat dan kembali ke rumah. Di halaman rumah, ia melihat pintu rumah sudah dalam keadaan terbuka lebar.

Awalnya, Jumaji tidak curiga dan langsung masuk ke dalam rumah. Ia kemudian menuju kamar dan menemukan istri tidur telungkup di lantai dengan suara mendengkur keras. Kepala Enik tertutup kain. Jumaji berusaha membangunkannya dan meminta istri untuk tidur di kasur, namun tidak ada respons.

Setelah menyibak kain, Jumaji melihat bahwa kepala belakang Enik terluka, pipi kiri juga mengalami cedera. Area dahi dan kelopak matanya bengkak, serta terdapat darah mengucur. Jumaji panik dan langsung berteriak meminta tolong warga sekitar.

Baja Juga  Saudi dan UEA Ancam Israel Jika Caplok Tepi Barat

Warga segera datang ke rumah Jumaji untuk memastikan kondisi korban. Sementara itu, Jumaji memeriksa barang-barang di rumah dan menemukan tas istri yang biasa diletakkan di samping kasur hilang. Tas tersebut berisi uang sebesar Rp 150 juta.

Enik segera dibawa ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Kertosono untuk mendapatkan pertolongan medis. Pada Sabtu (16/8/2025) pukul 15.00 WIB, tim medis memutuskan untuk merujuk Enik ke RSUD Jombang. Korban dirawat intensif selama empat hari.

Akhirnya, Enik meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di RSUD Jombang, Selasa (19/8/2025) sekira pukul 10.00 WIB. Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan aparat setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *