Penggerebekan di Rumah RT 05/RW 09, Johar Baru
Pada hari Kamis (21/8/2025), polisi melakukan penggerebekan di rumah Jalan Johar Baru III No.42, RT 05/RW 09, Johar Baru Jakarta Pusat. Tempat tersebut bersebelahan dengan kediaman Sella, yang merupakan Ketua RT 05/RW 09. Dalam operasi tersebut, Andre bersama dua rekannya ditangkap atas kasus penculikan terhadap Kepala Cabang Pembantu (KCP) sebuah bank BUMN di Cempaka Putih berinisial MIP (37).
Operasi pertama dilakukan pada pukul 10.00 WIB. Rizal, salah satu saksi, menjelaskan bahwa operasi ini berlangsung secara diam-diam, kemungkinan sebagai bagian dari taktik kepolisian. “Jadi operasi pertama ini mungkin teknik kepolisian, senyap. Kita enggak tahu, enggak mengerti,” ujarnya.
Polisi kembali datang ke lokasi pada pukul 14.00 WIB. Kali ini, mereka meminta Sella untuk mendampingi. Saat itu, Sella sempat berbincang dengan M, istri Andre. Ia menegur M karena tidak melapor ketika suaminya ditangkap. “Ibu kenapa enggak lapor saya kalau ada masalah. Kalau enggak ada kedatangan polisi yang kedua, mungkin enggak lapor,” kata Sella.
Mengaku panik dan tak bisa bergerak, M menjawab, “Saya panik. Saya enggak boleh kemana-mana, enggak boleh teriak.” Sella juga menyampaikan kekecewaannya karena sejak rumah itu ditempati pada 20 Juni 2025, tidak pernah ada wanita yang terlihat di sana. “Katanya, ‘saya baru mau dua hari ini. Mau pindah ke sini barang dicicil pakai motor’. Memang ada lemari yang belum dirakit gitu. Saya bilang, ‘ibu harusnya melapor’.”
Kejadian Penculikan Kepala Cabang Bank BUMN
Sebelum penggerebekan, MIP ditemukan tewas di area persawahan Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, pada pukul 05.30 WIB. Mayat korban pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang menggembala sapi. Saat ditemukan, korban dalam kondisi tangan dan kaki terikat serta mata terlilit lakban.
Setelah temuan tersebut, warga langsung melapor ke perangkat desa dan aparat kepolisian setempat. Petugas kepolisian kemudian mendatangi TKP dan menemukan mayat dengan kondisi tubuh penuh luka lebam. Belakangan diketahui bahwa korban sempat diculik dari supermarket di Pasar Rebo, Jakarta Timur, sebelum jasadnya dibuang ke area persawahan Kampung Karangsambung.
Berdasarkan rekaman CCTV, korban tampak mengenakan kemeja batik cokelat berlengan pendek dan celana panjang krem. Ia berjalan sambil menutupi kepala dengan tangan kiri, berusaha menghindari rintik hujan di area parkir supermarket. Setibanya di mobil, saat hendak membuka pintu kemudi kendaraan berwarna hitam, tiba-tiba beberapa orang keluar dari sebuah mobil putih yang terparkir tepat di sebelahnya.
Korban sempat berusaha melawan ketika disergap, tetapi usahanya tak membuahkan hasil. Korban kemudian dipaksa masuk ke dalam mobil putih tersebut. Tak lama, kendaraan itu langsung melaju meninggalkan area parkir. Seorang saksi yang melihat kejadian itu sempat menyadari adanya aksi penculikan. Namun, mobil berkelir putih tersebut keburu tancap gas dan menghilang dari lokasi.
Kesimpulan
Peristiwa penculikan dan pembunuhan terhadap Kepala Cabang Pembantu bank BUMN ini menunjukkan kompleksitas tindakan kriminal yang terjadi di tengah masyarakat. Tidak hanya menimbulkan kekacauan bagi keluarga korban, tetapi juga memberikan tantangan bagi aparat kepolisian dalam mengungkap dan menangani kasus-kasus serupa. Penggerebekan yang dilakukan oleh polisi mencerminkan upaya mereka dalam mengidentifikasi pelaku dan memastikan keadilan.




