GORONTALO.COM — Ibu Kota kembali menjadi perhatian utama pada Senin (8/9/2025) karena tiga aksi protes yang diadakan secara bersamaan.
Aksi unjuk rasa akan diikuti oleh berbagai kelompok mahasiswa, aktivis Papua, serta organisasi pendukung kasus Munir di beberapa lokasi di Jakarta.
Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat memperkuat pengawasan guna memastikan ketertiban dan kelancaran lalu lintas.
Pemanggilan pasukan dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB, sebelum massa mulai berkumpul di tempat kejadian.
Petugas kepolisian mengirimkan anggota di sekitar Gedung DPR/MPR RI, wilayah Medan Merdeka Barat, dan kantor Komnas HAM di Menteng.
Aksi para mahasiswa menyoroti masalah pendidikan dan kebijakan pemerintah, sedangkan kelompok masyarakat Papua memperjuangkan keadilan sosial serta hak-hak dasar manusia.
Di sisi lain, peringatan 21 tahun kematian aktivis HAM Munir menjadi kesempatan bagi KASUM dan KontraS untuk meminta pemerintah menuntaskan penyelidikan kasus pelanggaran HAM berat tersebut.
Dikutip dari Kompas.com, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Ruslan Basuki, menyampaikan bahwa pihak kepolisian akan mengadakan apel pengamanan pada pukul 09.00 WIB di tiga titik aksi.
“Ada tiga kegiatan yang akan dilaksanakan di Jakarta hari ini,” kata Ruslan saat dihubungi Kompas.com, Senin.
Demo Mahasiswa
Tindakan pertama akan dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Indraprasta PGRI, melalui Unit Kegiatan Mahasiswa Teknik Industri.
Fokus aksi berada di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat.
Demonstrasi mahasiswa direncanakan akan menyampaikan beberapa tuntutan terkait masalah pendidikan dan kebijakan pemerintah.
Selain itu, mereka juga mengajukan tuntutan 17+8 yang hingga kini belum sepenuhnya dipenuhi oleh DPR RI.
Petugas kepolisian melakukan pengawasan di sekitar area Senayan guna mencegah kerumunan dan kemacetan lalu lintas.
Demo Papua
Aksi kedua dilakukan oleh Aliansi Rakyat Papua untuk Kebenaran dan Keadilan Tabi Saireri Nusantara bersama beberapa kelompok massa di kawasan Gambir.
Orang-orang akan berkumpul di sekitar Pospol Merdeka Barat.
Kritik Ruslan menyebutkan, pihak kepolisian akan mengirimkan petugas di wilayah tersebut guna menjaga ketertiban dan memastikan kelancaran lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Barat.
Demo Kasus Munir
Aksi ketiga dilakukan oleh Komite Aksi Solidaritas untuk Munir (KASUM) bekerja sama dengan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).
Munir atau Munir Said Thalib adalah pendiri KontrS dan terkenal sebagai salah satu aktivis HAM yang paling aktif di Indonesia.
Ia juga terkenal karena menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia, khususnya yang melibatkan militer dan aparat pemerintah.
Munir meninggal akibat keracunan arsenik saat sedang berada di pesawat Garuda Indonesia yang menuju Amsterdam pada 7 September 2004 lalu.
Salah satu pihak yang ditetapkan sebagai tersangka pada saat itu adalah pilot pesawat yang ia tumpangi, yaitu Pollycarpus Budihari Priyanto.
Budi awalnya dihukum 20 tahun penjara, kemudian hukumannya dikurangi menjadi 14 tahun, dan akhirnya dibebaskan pada tahun 2018.
Namun, Budi bukan pelaku utama dalam pembunuhan Munir.
Sosok utama pembunuhan ini masih belum terungkap, Suciwati, istri Munir tetap meminta agar kasus ini diakui sebagai pelanggaran HAM berat karena dugaan adanya keterlibatan aparat negara dalam tindakan yang terstruktur.
Masyarakat terus mengajukan pertanyaan mengenai kasus pembunuhan Munir yang hingga kini masih belum terungkap.
Banyak pihak berharap kasus ini menjadi contoh dalam penegakan HAM.
Kegiatan akan diadakan di depan kantor Komnas HAM RI, Menteng, Jakarta Pusat.
Aksi ini dilaksanakan pada saat yang bersamaan dengan perayaan 21 tahun kematian aktivis HAM, Munir Said Thalib.
Masyarakat rencananya akan meminta negara untuk menyelidiki secara menyeluruh kasus pelanggaran HAM berat dan memastikan pertanggungjawaban hukum. (*)
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com




