Dwi Hartono, dari Motivator ke Tersangka Pembunuhan
Nama Dwi Hartono atau yang lebih dikenal dengan sebutan DH kini menjadi sorotan publik setelah disebut sebagai salah satu otak intelektual dalam kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (KCP) BRI Cempaka Putih, Muhammad Ilham Pradipta (37). Sejak kabar ini beredar, akun Instagram pribadinya, @klanhartono, langsung dibanjiri hujatan dari ribuan warganet yang merasa geram sekaligus tidak percaya dengan sosok yang selama ini dianggap sebagai motivator dan pengusaha sukses.
Ribuan Komentar Hujatan di Instagram
Pantauan pada Senin (25/8/2025) malam, ribuan komentar negatif membanjiri kolom unggahan Dwi Hartono. Netizen meluapkan rasa marah karena sosok yang selama ini tampil percaya diri dengan gaya hidup mewah dan kerap mengaku sebagai pengusaha sukses, justru diduga menjadi dalang kasus kriminal sadis.
Unggahan terakhir yang paling ramai disorot adalah video bermain biliar pada 13 Agustus 2025. Dalam video itu, DH menuliskan caption “Siapa yang berani melawan?” dengan emotikon tertawa. Tak sampai sepekan setelah unggahan tersebut, terjadi aksi penculikan terhadap Ilham yang kemudian ditemukan tewas mengenaskan.
Banyak komentar pedas ditinggalkan warganet. Ada yang menulis, “Dulu sok motivator, sekarang malah jadi otak pembunuhan.” Ada juga komentar bernada sindiran, “Salam hangat dari sel Nusakambangan.”
Profil Dwi Hartono, Dari Pengusaha ke Tersangka
Berdasarkan penelusuran, Dwi Hartono lahir di Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi, dan pada Oktober 2025 usianya akan genap 40 tahun. Ia diketahui memiliki tiga anak.
DH mengklaim memiliki sejumlah bisnis, di antaranya PT Hartono Mandiri Makmur yang bergerak di bidang pengembangan perangkat lunak, serta PT Digitalisasi Aplikasi Indonesia (DAI) yang menaungi platform pendidikan Guruku.com. Perusahaan tersebut berlokasi di rumah pribadinya di Kompleks Kota Wisata, Gunung Putri, Bogor.
Selain itu, ia juga sempat memamerkan prestasi akademiknya di Instagram dengan mengunggah bukti diterima sebagai mahasiswa S-2 MBA di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada akhir 2024.
Kronologi Penculikan dan Pembunuhan Ilham Pradipta
Kasus ini bermula pada Rabu, 20 Agustus 2025, ketika Ilham Pradipta diculik secara paksa di area parkir Kantor Pusat Lotte Mart, Ciracas, Jakarta Timur. Saksi mata menyebut korban dibawa oleh beberapa pria tak dikenal.
Keesokan harinya, Kamis (21/8), tubuh Ilham ditemukan tak bernyawa di sebuah lokasi dengan kondisi tragis: tangan dan kaki terikat, mulut dilakban. Peristiwa ini mengejutkan publik karena Ilham dikenal sebagai pejabat bank yang ramah, berprestasi, serta disegani oleh koleganya.
Polisi Tangkap 8 Tersangka
Penyidik Polda Metro Jaya bergerak cepat. Empat pelaku awal berhasil diringkus, lalu pada Sabtu (23/8) malam, polisi menangkap Dwi Hartono bersama tiga orang lain berinisial C, YJ, dan AA di Solo, Jawa Tengah. Sehari kemudian, tersangka tambahan berinisial C juga diamankan di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.
Dengan demikian, total ada delapan tersangka yang ditangkap dalam kasus ini. Namun, hingga kini pihak kepolisian belum merinci secara resmi peran masing-masing pelaku maupun motif utama di balik aksi penculikan berujung pembunuhan ini.
Desakan Publik dan DPR
Kasus yang menyita perhatian luas ini membuat publik menuntut kejelasan. Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, juga mendesak agar Polda Metro Jaya segera menggelar konferensi pers resmi. Ia menilai transparansi diperlukan agar masyarakat mendapatkan kepastian dan tidak terjebak pada spekulasi liar terkait kasus yang menewaskan seorang pejabat bank tersebut.




