Ahli Sebut Tidak Ada Pemerasan, Nikita Mirzani Sindir Reza Gladys: Korban?

MediaPresisi.comArtis Nikita Mirzani langsung memberikan sindiran terhadap Reza Gladys setelah saksi ahli menyatakan tidak ada unsur pemerasan dalam kasus yang menimpanya. Dalam sindirannya, Nikita Mirzani menyentil Reza yang mengklaim menjadi korban pemerasan.

Diketahui, persidangan terkait dugaan pemerasan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang melibatkan Nikita Mirzani kembali diadakan pada hari Kamis (25/9/2025). Dalam sidang tersebut, pihak Nikita memanggil tiga saksi, salah satunya adalah ahli bahasa, Frans Asisi.

Berdasarkan penelitian para ahli bahasa, percakapan antara Reza dan Mail, asisten Nikita, tidak termasuk dalam kategori pemerasan. Frans menegaskan bahwa ucapan-ucapan yang digunakan, seperti “gimana baiknya”, tidak memiliki makna tekanan atau pemerasan, melainkan bentuk permintaan bantuan.

Mendengar pernyataan dari saksi ahli, pihak Nikita Mirzani langsung memberikan sindiran kepada Reza Gladys. Sindiran tersebut disampaikan oleh Nikita melalui media sosial yang dielola oleh stafnya yaitu @nikitamirzanimawardi_172 pada Jumat (26/09/2025).

Pada unggahan tersebut, Nikita mengkritik Reza Gladys yang sering menyatakan dirinya sebagai korban pemerasan. Namun menurutnya, Reza masih berkomunikasi dengan Mail setelah mengaku diperas.

Baja Juga  Polisi Tangkap Dua Tersangka Pembunuhan Keluarga di Indramayu

Bahkan, Reza juga dikabarkan meminta agar diingatkan kembali tahun depan mengenai transaksinya dengan pihak Nikita. Mengetahui hal tersebut, Nikita menilai tindakan Reza tidak mencerminkan sikap seorang korban pemerasan.

Ia juga menyebut kejadian yang terjadi antara dirinya dan Reza merupakan hasil dari sebuah kesepakatan. Menurutnya, hal tersebut tidak dapat disebut sebagai pemerasan.

“Reza, oh Rezaa, katanya jadi korban pemerasan, merasa ditekan hingga tercekik. Namun logika yang sehat saja, jika memang diperas, mengapa masih menggunakan WA Mail?

Malahan minta diingatkan lagi tahun depan agar ‘diperes’ kembali. Mana ada korban pemerasan yang dengan sukarela terus-menerus mencari pelakunya?!

Jelas bukan korban pemerasan, melainkan menunjukkan adanya kesepakatan yang berkelanjutan. Orang yang waras pasti mampu menilai, mana yang masuk akal, dan mana yang hanya drama khayalan, tulisnya.

Tidak hanya itu, Nikita juga mengkritik tindakan Jaksa Penuntut Umum yang kesulitan mengajukan pertanyaan kepada saksi ahli yang dihadirkan oleh Nikita. Bahkan, jaksa tersebut disebut salah menyebutkan ‘terdakwa Nikita’ menjadi ‘terdakwa Reza Gladys’.

Baja Juga  Karir 7 Zodiak Tidak Lancar, Ramalan Karir Virgo Besok 27 Agustus

“Di persidangan sebelumnya terlihat jelas bagaimana JPU mengalami kesulitan dalam mengajukan pertanyaan kepada saksi ahli dari pihak Kak Niki.

Sudah wajar, karena saksi yang hadir benar-benar ahli dengan kredibilitas yang sangat baik, bukan sembarangan.

Yang menarik, JPU sempat terucap menyebut terdakwa Reza Gladys.

Yang menjadi pertanyaan, apakah ini hanya kesalahan ucapan semata, atau justru tanda bahwa tidak lama lagi Reza juga akan duduk tenang di kursi terdakwa.?” tulis pihak Nikita.

Nikita Mirzani langsung memberikan sindiran terhadap Reza Gladys setelah saksi ahli menyatakan tidak ada tindakan pemerasan, sehingga netizen ramai memberikan komentar. Ada yang mendukung Nikita dan ada pula yang berharap Nikita dihukum penjara.

Di sisi lain, Frans Asis, ahli yang dihadirkan oleh Nikita dalam persidangan, sempat menyatakan bahwa kejadian antara Reza dan Nikita bukanlah tindakan pemerasan. Terlebih setelah ia mengetahui bukti percakapan antara Reza dan asisten Nikita.

Baja Juga  Polisi Tangkap 11 Remaja Bersenjata Tajam di Tangerang, Diduga Hendak Tawuran

“Ungkapan tersebut bukanlah perintah, melainkan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak lain untuk mencari jalan keluar. Terdapat kebuntuan yang dihadapi, kemudian dia meminta bantuan. Tidak ada maksud pemaksaan,” kata Frans Asisi dalam persidangan.

Sebaliknya, Frans justru menganggap percakapan tersebut wajar terjadi dalam situasi bisnis. Hal ini didukung oleh perilaku Reza yang sering mengulangi kata-kata hingga terjadi proses negosiasi.

“Dalam dunia bisnis tidak ada hal yang gratis, semua pasti memiliki biayanya. Dari segi bahasa, tidak ada ancaman atau pemaksaan. Ini adalah komunikasi bisnis yang biasa saja. Jika ada tekanan, orang tidak akan menyebutkan angka saat negosiasi,” ujarnya.

“Ancaman tersebut harus jelas, misalnya dengan menyatakan akan melukai atau melakukan tindakan yang membuat seseorang merasa hidupnya dalam bahaya. Saya tidak menemukan hal itu di sini. Yang ada hanyalah pembahasan bisnis, pendapat, dan permintaan bantuan,” lanjut Frans. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *